Random story dikit. 🤍
Dulu tuh cita-citaku pengen jadi kang tattoo. Tapi karena nggak dapet izin, ya udah... akhirnya nggak jadi 🥹
Terus aku coba jadi portrait artist. Seru sih, tapi rasanya masih ada yang kurang. Akhirnya nyemplung lah ke dunia makeup. Aku jadi MUA, bikin konten self makeup character, dan lumayan menikmati prosesnya.
Tapi lama-lama kerjaanku malah lebih banyak nya review produk. Nggak ada yang salah sih, cuma lama-kelamaan aku ngerasa kehilangan bagian yang paling aku suka: proses berkaryanya.
Sampai akhirnya sempat down dan lumayan menarik diri. Karena setelah muncul ni bocah lanang, rasanya kudu hati2 banget mau dandan depan dia..
Sampe akhirnya ketemu deh sama face painting 👉👈
Iya, aku tahu aku masih baru banget jadi mungkin sekarang juga masih fase euforia. Tapi lucunya, mimpi jadi tattoo artist ternyata nggak benar-benar hilang. Jalannya aja yang beda. Masih bisa gambar di kulit meskipun tar sore juga udah ilang karena bukan permanen 🤭
Kadang hidup memang nggak ngasih apa yang kita mau, tapi ngasih sesuatu yang ternyata lebih pas. ✨
Sebagai seseorang yang pernah mengalami perjalanan karier kreatif seperti ini, saya memahami betul bagaimana perasaan ketika passion lama seakan berhenti karena situasi dan izin yang tidak memungkinkan. Namun, justru dari situasi itulah seringkali muncul pintu-pintu baru yang tidak disangka-sangka. Face painting adalah contoh nyata bagaimana kreativitas tetap bisa berkembang, bahkan ketika jalur yang dipilih berbeda dari mimpi awal. Dari pengalaman saya pribadi, menggeluti dunia face painting bukan hanya soal menggambar di kulit, tapi juga menghadirkan kebahagiaan dan menumbuhkan kreativitas yang bukan hanya sementara tapi bisa berkembang sesuai keinginan. Kamu bisa bereksperimen dengan berbagai karakter, warna, dan teknik tanpa khawatir akan permanen. Ini membebaskan kreativitas sekaligus menjaga risiko rendah bagi mereka yang konservatif terhadap perubahan penampilan. Terlebih, bagi para orang tua muda, face painting bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan dan membangun ikatan bersama anak-anak. Melalui seni ini, saya juga belajar bagaimana menjaga keseimbangan antara berkarya dan tanggung jawab sebagai orangtua, menjaga agar proses berkreasi tetap menyenangkan tanpa tekanan. Kunci dari perjalanan ini adalah fleksibilitas dalam menyesuaikan mimpi dengan kenyataan, serta keberanian untuk mencoba hal baru. Passion yang sebenarnya tidak hilang, tapi hanya menemukan jalur baru untuk diekspresikan. Jadi, jangan takut untuk mengeksplorasi dan menerima bahwa kadangkala hidup memberikan hadiah dalam bentuk yang tak kita sangka, yang justru lebih menginspirasi dan memuaskan.









