isi hati
Kalau ngomongin "isi hati", buat aku itu bukan sekadar perasaan sesaat. Isi hati adalah kumpulan luka, harapan, doa, dan hal-hal yang nggak berani kita ucapkan ke orang lain. Kadang kita cuma bisa ngomong pelan, "ya Allah... seindah apa di ujung sana yang akan Kau berikan nanti, sehingga banyak paku dan sepihan kaca yang melukaiku selama perjalanannya". Kalimat itu kerasa banget maknanya kalau lagi di fase hidup yang berat. Buat kamu yang mungkin lagi nyari maksud isi hati sendiri, coba tanya: apa sih yang paling sering muncul di pikiran sebelum tidur? Itulah biasanya isi hati yang sebenarnya. Bisa berupa rasa takut ditinggal, kecewa sama janji yang nggak ditepati, atau diam-diam masih berharap sama sesuatu yang sebenarnya sudah kamu ikhlaskan di mulut, tapi belum di hati. Menurut aku, isi hati itu apa kita yang paling jujur, tanpa topeng. Di depan orang lain kita bisa bilang, "Aku gapapa kok", tapi di dalam hati mungkin lagi penuh pertanyaan, marah, atau capek. Nah, di situ letak arti kata "pesan" dari isi hati: dia sering ngirim sinyal halus lewat kegelisahan, mimpi, bahkan lewat badan yang tiba-tiba gampang capek. Kalau diabaikan terus, isi hati bisa jadi sesak sendiri. Supaya lebih kenal sama isi hati sendiri, aku biasanya suka nulis. Nggak perlu estetik, cuma tulis aja: hari ini aku sedih karena apa, aku kecewa sama siapa, aku bersyukur atas apa. Dari situ pelan-pelan kelihatan, oh ternyata selama ini aku sakit karena terus maksa bertahan di jalan yang penuh paku dan sepihan kaca, padahal mungkin Allah sudah lama minta aku belok ke arah lain. Buat kamu yang lagi ngerasa perjalanan hidup keras banget, jangan ragu buat ngobrol sama Allah dengan bahasa yang paling jujur. Nggak perlu pakai kata-kata indah, cukup ceritain isi hati apa adanya. Kadang jawaban dari "apa isi hati" justru kerasa setelah kamu berani nangis di atas sajadah atau di tengah malam saat semua orang tidur. Kalau ditanya, isi hati maksudnya apa? Buatku: itu adalah pesan paling dalam dari diri sendiri dan dari Allah sekaligus. Diri kamu ngomong, "Aku capek", dan Allah seakan balas lewat kejadian-kejadian hidup, menunjukkan jalan baru. Perjalanan mungkin tetap terasa tajam, tapi percaya deh, kalau kamu terus jujur sama isi hati dan sama Allah, ujung sana pasti punya keindahannya sendiri, meski sekarang kamu belum bisa lihat bentuknya.










































