... Baca selengkapnyaJujur, dulu setiap baca kutipan seperti "Semoga kita dimampukan atas apa-apa yang hari ini masih sebatas keinginan" aku cuma nganggep itu kalimat puitis aja. Tapi makin ke sini, aku mulai mikir: sebenarnya dimampukan itu artinya apa sih dalam hidup sehari-hari?
Buat aku pribadi, dimampukan itu lebih dari sekadar punya keinginan. Semua orang bisa punya keinginan: pengin sukses, pengin sehat, pengin bahagia, pengin punya hubungan yang baik, dan seterusnya. Tapi dimampukan artinya kita pelan-pelan dikasih kemampuan, kesempatan, dan juga kekuatan hati buat jalan menuju keinginan itu. Bukan yang tiba-tiba langsung terwujud, tapi kita diproses, diuji, dan dipandu pelan-pelan.
Bayangin kayak angsa putih yang lagi berenang di perairan gelap yang bergelombang. Airnya nggak tenang, warnanya gelap, tapi si angsa tetap berenang pelan-pelan ke depan. Buat aku, gambar itu pas banget sama makna dimampukan: hidup kadang kerasa gelap dan berombak, tapi kita tetap bisa maju, walau pelan, karena kita dimampukan buat bertahan.
Kalau ditanya secara bahasa, dimampukan artinya kurang lebih "dibuat mampu" atau "diberi kemampuan". Tapi dalam konteks kehidupan, dimampukan ini kerasa kayak doa. Misalnya:
- "Semoga aku dimampukan buat konsisten nabung, biar keinginanku punya rumah sendiri pelan-pelan kejadian."
- "Semoga aku dimampukan buat sabar dan lapang, biar keinginanku jadi pribadi yang lebih tenang nggak cuma jadi wacana."
- "Semoga kita dimampukan melewati hari-hari berat, walau sekarang semua masih kerasa gelap."
Di titik tertentu, aku juga ngerasa dimampukan itu nggak selalu soal hasil akhir. Kadang kita dimampukan buat nerima bahwa nggak semua keinginan harus terjadi. Ada keinginan yang ternyata nggak baik buat kita, dan kita dimampukan buat melepas. Rasanya mungkin sakit di awal, tapi belakangan baru sadar kalau itu bentuk perlindungan.
Kalimat "Semoga kita dimampukan atas apa-apa yang hari ini masih sebatas keinginan" buat aku sekarang artinya: semoga kita diberi jalan, kemampuan, dan kekuatan hati buat mengejar keinginan yang baik, dan sekaligus diberi kebijaksanaan buat menyadari mana keinginan yang memang pantas diperjuangkan. Bukan cuma dimampukan secara materi, tapi juga secara mental dan emosional.
Jadi kalau kamu lagi punya keinginan yang masih jauh, entah itu mimpi sekolah, kerja, keluarga, atau sekadar pengin jadi versi dirimu yang lebih baik, nggak apa-apa kalau sekarang rasanya masih gelap dan bergelombang. Mungkin prosesnya pelan, kadang berhenti, kadang mundur. Tapi selama kita terus berdoa buat dimampukan, pelan-pelan selalu ada aja jalan kecil yang kebuka.
Buat kamu yang lagi di fase ngerasa keinginanmu cuma bisa jadi tulisan di notes atau bisikan dalam hati, semoga kalimat ini juga sampai ke kamu: semoga kamu dimampukan—bukan cuma buat punya keinginan, tapi buat pelan-pelan jalan ke sana, dengan caramu sendiri.