... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku juga tipe yang cuek banget sama kesehatan payudara. Rasanya kayak, "Nanti aja deh, kan masih muda." Tapi setelah tahu kalau kanker payudara bisa muncul di usia berapa pun dan peluang sembuh lebih besar kalau ketahuan di awal, aku mulai rutin lakukan SADARI tiap bulan.
SADARI (Periksa Payudara Sendiri) ini beneran cuma butuh sekitar 5 menit. Biasanya aku lakukan 7–10 hari setelah haid selesai, karena di waktu itu payudara cenderung nggak terlalu nyeri atau bengkak, jadi kalau ada perubahan lebih kerasa.
Beberapa hal yang aku perhatiin waktu SADARI:
1. **Kulit payudara seperti kulit jeruk**
Kalau lagi di depan cermin, aku lihat dengan teliti apakah ada bagian kulit yang kelihatan mengerut, berlekuk, atau pori-porinya menonjol mirip kulit jeruk. Kadang perubahan ini nggak sakit, tapi penting banget diperhatikan karena bisa jadi salah satu tanda awal kanker payudara.
2. **Benjolan di payudara atau ketiak**
Aku angkat tangan ke atas dan raba payudara pakai jari tengah, gerakannya bisa dari atas ke bawah atau melingkar dari luar ke arah puting. Lalu aku juga cek area ketiak, karena benjolan tumor atau pembesaran kelenjar getah bening kadang muncul di situ. Kalau ada benjolan yang keras, nggak geser, atau nggak hilang-hilang dalam beberapa minggu, itu wajib banget diperiksakan.
3. **Puting masuk ke dalam atau berubah bentuk**
Selain kulit, aku juga lihat puting. Kalau tiba-tiba puting yang biasanya normal jadi masuk ke dalam (retraksi), miring, atau bentuknya berubah dan bukan karena bawaan lahir, itu juga termasuk tanda yang perlu diwaspadai. Aku biasanya tekan perlahan area puting untuk lihat apakah ada cairan yang keluar, terutama kalau cairannya berdarah atau berwarna aneh.
4. **Rasa nyeri yang nggak biasa**
Nyeri payudara menjelang haid itu wajar. Tapi kalau nyerinya cuma di satu titik, terasa menusuk, atau bertahan lama walau haid sudah selesai, aku jadi lebih perhatian. Di momen-momen kayak gini, aku ulang lagi SADARI, sambil perhatiin apakah ada perubahan bentuk, warna, atau ukuran payudara.
5. **Khusus ibu menyusui**
Kalau kamu lagi menyusui, payudara memang cenderung membesar dan kadang terasa penuh. Tapi ciri kanker payudara pada ibu menyusui biasanya beda dengan bengkak biasa karena ASI. Misalnya ada benjolan yang bentuknya nggak hilang setelah menyusui, kulit memerah seperti infeksi tapi nggak membaik dengan pengobatan biasa, atau payudara terasa sangat keras di satu area tertentu. Kalau ragu, lebih baik konsultasi ke dokter agar bisa dibedakan antara masalah menyusui biasa dan tanda kanker.
Yang paling penting, SADARI bukan untuk bikin kita panik, tapi supaya kita lebih kenal sama tubuh sendiri. Kalau kamu menemukan sesuatu yang janggal—entah itu kulit seperti kulit jeruk, benjolan, puting masuk ke dalam, atau nyeri aneh—catat waktunya dan segera periksa ke tenaga kesehatan. Lebih cepat dicek, lebih besar peluang untuk ditangani dengan baik.
Sejak rutin SADARI, aku jadi merasa lebih tenang karena tahu aku melakukan sesuatu untuk jaga diri sendiri. Anggap aja ini bentuk sayang kita ke tubuh, sama seperti kita sayang ke keluarga yang pengin kita tetap sehat dan ada buat mereka lama-lama.
makasih kak tips nya 🥰