Jujur ya, pertama kali lihat hasil editan foto kami di depan Ka'bah itu ngakak banget 😃
Mukanya yang beda-beda, baju ihramnya ada yang kelewatan, pokoknya gagal total deh😃
Tapi makin sering dilihat, malah jadi bikin hati hangat. Kayak Allah lagi kasih kode, "Sabar, ini baru editan... nanti ada waktunya kamu beneran di sini bersama keluargamu,"😇
Doanya sederhana, semoga suatu saat nanti foto ini nggak lagi sekadar editan gagal. Tapi jadi nyata: kami sekeluarga bisa umroh, bener-bener berdiri di depan Ka'bah dengan wajah asli dan pakaian ihram yang sebenarnya🤲
Teman-2...Kalau edit fotonya gagal total, kamu pilih dihapus atau disimpan aja? 📸🙏
... Baca selengkapnyaNgomongin foto itu memang unik, ya. Kadang satu foto bisa kelihatan biasa saja, tapi buat yang punya cerita di baliknya, rasanya dalam banget. Aku jadi kepikiran soal foto profil juga. Banyak orang pakai foto paling kece, paling rapi, paling bahagia buat dijadiin foto profil. Tapi ada juga yang justru pakai foto saat lagi sakit atau kelihatan lelah banget.
Aku pribadi pernah ada di fase itu. Waktu lagi drop kesehatan, sempat kepikiran, “Apa aku perlu ganti foto profil dengan foto waktu sakit biar orang tahu kondisiku?” Tapi setelah dipikir lagi, aku lebih milih simpan foto-foto sakit itu buat diri sendiri dan keluarga. Bukan karena malu, tapi karena buatku itu momen refleksi, momen di mana aku paling banyak ngobrol sama Allah, minta kesembuhan dan kekuatan.
Kalau kamu lagi sakit, menurutku nggak masalah banget kalau tetap pakai foto profil cantik atau tampan. Bukan berarti kita sedang membohongi keadaan, tapi kadang kita butuh juga lihat versi terbaik diri sendiri buat jadi pengingat, “Aku bakal sehat lagi, aku bakal sekuat ini lagi.” Sama kayak foto editan depan Ka'bah tadi, meski belum nyata, tapi bisa jadi penyemangat.
Tapi kalau kamu merasa pakai foto profil saat sakit justru bikin lega dan terasa lebih jujur, ya nggak apa-apa juga. Itu pilihan personal. Yang penting, kamu sendiri merasa nyaman. Ada temanku yang sengaja simpan foto waktu dia dirawat di rumah sakit, bukan buat dipamerin, tapi buat jadi pengingat betapa berharganya sehat. Katanya, setiap kali dia lihat foto itu di galeri, dia jadi lebih semangat jaga makan, jaga pola hidup, dan nggak gampang ngeluh.
Buat aku, baik foto editan gagal, foto saat sakit, atau foto paling kece sekalipun, semuanya cuma alat buat menangkap momen. Yang lebih penting adalah isi hati kita pas lihat fotonya: apakah bikin kita lebih bersyukur, lebih semangat berdoa, dan lebih sayang sama diri sendiri dan keluarga.
Kalau kamu sendiri gimana? Foto profil sekarang lebih milih yang kelihatan bahagia, apa justru yang nunjukin kondisi asli, misalnya lagi sakit atau lelah? Dan kalau punya foto editan yang gagal total kayak fotoku di depan Ka'bah itu, kamu pilih dihapus, disimpan, atau malah dijadiin pengingat doa dan harapanmu ke depan?
Aamiin Allahumma Aamiin. semoga disegerakan ya, Kak. Bismillah 🥰