Jujur, Curhatan seorang IRT ini bikin aku mikir keras.. 🥺
Ternyata "FAMILY MAN" (Penyayang Keluarga) aja gak cukup kalo dia belum "selesai" sama ibunya & semua keluarganya.
Aku baru tau banyak banget kejadian suami yang gak bisa nempatin posisi antara istri dan ibu kandungnya - keluarga besarnya.
Bukannya gak boleh berbakti, tapi kalo sampai suami hanya sayang kepada ibu dan keluarganya saja sedangkan wanita yang baru hadir di rumahnya kurang dia sayangi (istri nya).
Pernah satu ketika si Istri berbuat salah gak sengaja dan mertuanya ( ibu sang suami negor sang mantu depan keluarga ) , pasti sang istri - mantu itu merasa tersinggung dan harapannya dapat pembelaan & ketenangan dari sang suami tapi sang suami malah diam liat istrinya dipermalukan depan keluarga demi ngebela ego orang tua atau kakak atau adeknya , itu sih red flag banget! 🚩
Menikah itu bukan cuma soal cinta, tapi soal kesiapan mental untuk membangun "rumah" baru.
Seorang laki-laki harus paham bare minimum cara ngelindungi perasaan istrinya, apalagi kalo istrinya udah ninggalin keluarganya demi dia.
Jangan sampai kita terjebak "beli kucing dalam karung" ya, kak! Penting banget bahas prinsip rumah tangga sedetail mungkin pas masa ta'aruf atau pendekatan.
Kalian pernah punya pengalaman atau denger cerita serupa gak sih? Menurut kalian, wajar gak kalo suami selalu menangin ibunya atau keluarganya meski istrinya dipojokin?
... Baca selengkapnyaDari pengalaman saya dan banyak cerita dari teman-teman, konflik antara istri dan keluarga suami memang sering menjadi masalah pelik dalam rumah tangga. Banyak perempuan yang merasa kecewa karena suami lebih membela ibu dan keluarganya dibandingkan membela sang istri, apalagi ketika terjadi masalah kecil yang justru berujung pada mengorbankan perasaan istri.
Saya pernah mendengar cerita seorang sahabat yang akhirnya memutuskan untuk pisah ranjang karena suaminya selalu tutup mata saat ibunya menyakitinya secara verbal di depan keluarga besar. Hal ini sangat melelahkan secara emosional dan menyebabkan rasa tidak dihargai di dalam rumah tangga.
Menurut saya, sebelum menikah atau saat masa ta'aruf, sangat penting untuk membicarakan hal-hal seperti ini secara jujur. Pahami sikap dan cara pasangan menghadapi konflik dengan keluarganya, dan pastikan bahwa pasangan sudah siap untuk memprioritaskan istri sebagai bagian utama dari rumah tangga barunya, tanpa mengabaikan rasa hormat kepada orang tua.
Sebagai istri, jangan takut untuk mengungkapkan perasaan dan kebutuhan akan dukungan pasangan saat menghadapi keluarga besar. Seorang laki-laki sejati harus mampu menjadi pelindung dan penenang hati, bukan hanya bagi istri, tapi juga menjaga keseimbangan hubungan dengan keluarganya. Karena menikah bukan hanya soal cinta, tapi kesiapan mental dan kemampuan membangun harmoni dalam keluarga baru.
Ini bukan berarti menghentikan bakti kepada orang tua, namun harus ada batas tegas agar istri tidak merasa tersisih atau dipermalukan demi ego keluarga suami. Saya juga belajar bahwa "jangan beli kucing dalam karung" di mana kita harus berdiskusi sedetail mungkin dengan calon pasangan tentang prinsip rumah tangga dan bagaimana dia akan bersikap dalam konflik keluarga.
Kalau kamu mengalami hal serupa, coba share dan cari solusi bersama pasangan agar rumah tangga bisa berjalan harmonis tanpa menyakiti perasaan satu sama lain.
Wahh bener banget tuhh kak Eva🥰 kalo sbg istri ketika dimarahi mamer dan kel. mamer tp suami diam aja 🥺 itu red flag banget kakk😖