... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali jadi ibu, jujur aku cukup kaget lihat warna feses bayi bisa berubah-ubah banget. Kadang hijau kehitaman, kuning kehijauan, sampai pernah lihat kuning pucat. Lama-lama aku belajar kalau banyak warna sebenarnya masih normal, tapi ada juga yang jadi tanda tubuh si kecil butuh diperiksa.
Bayi baru lahir biasanya pupnya hijau kehitaman (mekonium), teksturnya lengket dan agak kental. Setelah beberapa hari, apalagi kalau ASI sudah lancar, feses bayi menyusui umumnya kuning cerah, kadang ada sedikit kehijauan dan butiran seperti biji-biji kecil, itu masih normal. Untuk bayi yang minum susu formula, warna pup cenderung kuning kecoklatan atau hijau, dan baunya lebih menyengat.
Kalau si kecil diare, warna feses bayi bisa kuning kehijauan dan lebih cair. Pengalamanku, selama bayi masih aktif, mau minum, dan tidak tampak kesakitan, biasanya dokter hanya menyarankan banyak cairan dan observasi. Tapi kalau pup sangat sering, berair, disertai demam atau terlihat lemas, aku tidak menunda untuk ke dokter.
Saat anak sudah 1–2 tahun, feses normal biasanya kuning kecoklatan dengan bentuk lebih padat. Warna feses anak usia 2 tahun atau 3–4 tahun bisa sedikit berubah tergantung makanan: misalnya banyak makan sayur hijau, pup bisa jadi hijau; kalau makan buah dan minum banyak air, tekstur bisa lebih lunak. Aku juga sering lihat ada serat tumbuhan pada feses, seperti kulit tomat atau sayuran yang tidak tercerna sempurna, dan dokter bilang itu wajar selama tidak disertai nyeri atau keluhan lain.
Yang perlu diwaspadai adalah feses anak kuning pucat atau abu-abu. Waktu aku baca-baca, warna ini bisa terkait masalah di saluran empedu atau hati, apalagi kalau kulit dan mata anak ikut menguning. Kalau feses bayi abu-abu kehijauan atau benar-benar abu-abu, aku pribadi akan langsung konsultasi, jangan ditunda.
Mencret warna putih juga termasuk yang menurut dokter harus diperiksa segera, karena bisa berhubungan dengan proses pencernaan lemak yang terganggu. Jadi kalau melihat pup putih atau sangat pucat beberapa kali berturut-turut, sebaiknya jangan menganggap sepele.
Ciri-ciri feses yang sehat secara umum: warna kuning sampai coklat, tekstur tidak terlalu keras atau terlalu cair, tidak ada darah, dan anak tetap aktif, mau makan, dan tidak mengeluh sakit perut. Intinya, aku sekarang tidak panik setiap warna pup berubah, tapi lebih memperhatikan pola: seberapa sering, bagaimana teksturnya, ada gejala lain atau tidak.
Kalau ragu, aku biasanya foto feses si kecil (tanpa bau, hanya dokumentasi) dan tunjukkan ke dokter saat konsultasi. Ini sangat membantu dokter menilai apakah feses normal atau ada hal yang perlu diperiksa lebih lanjut. Jadi buat ibu baru, jangan malu untuk tanya dan simpan catatan soal pup anak, karena dari feses kita bisa melihat banyak hal tentang kesehatan si kecil.