People i love make me better🫶🏻
live will show you more person to meet
Waktu awal-awal mulai upload foto dengan caption "same face, different places", aku juga ngalamin momen ketika teman mengomentari postinganku di internet. Ada yang komentarnya enak dibaca, tapi ada juga yang agak nyelekit. Dari situ aku belajar kalau sikap kita saat menerima komentar di media sosial itu penting banget. Kalau ada teman atau siapa pun yang mengomentari postinganmu, hal pertama yang aku lakukan adalah baca sampai tuntas dan tarik napas dulu. Jangan langsung baper atau emosi. Kadang-kadang, maksud mereka sebenarnya biasa aja, cuma cara penyampaiannya yang kurang enak. Kalau komentarnya positif atau berupa saran yang membangun, biasanya aku balas dengan terima kasih. Misalnya, ada yang bilang, "Coba angle fotonya begini, pasti lebih bagus," aku anggap itu masukan. Dari situ aku malah bisa berkembang dan kontenku jadi lebih baik. Tapi kalau komentarnya cenderung negatif, nyindir, atau bahkan menjatuhkan, aku sekarang punya beberapa langkah. Pertama, aku tanya ke diri sendiri: "Perlu dibales nggak?" Kalau cuma jelas-jelas mau cari ribut, aku lebih pilih untuk nggak terpancing. Kadang aku cukup jawab singkat dan sopan, atau kalau sudah keterlaluan, aku pakai fitur hapus komentar atau blokir. Kita punya hak penuh atas ruang di akun kita sendiri. Sikap yang menurutku penting adalah tetap sopan dan dewasa, walaupun orang lain nggak begitu. Media sosial itu jejak digital, jadi respon kita akan selalu tertinggal. Aku berusaha menghindari balas dengan kata-kata kasar, karena ujung-ujungnya cuma bikin capek sendiri. Kalau yang mengomentari itu teman dekat, biasanya aku pilih ngobrol langsung secara pribadi. Kadang mereka nggak sadar kalau komentarnya bikin nggak nyaman. Dengan ngomong baik-baik, biasanya masalah bisa selesai tanpa drama di kolom komentar. Aku juga belajar untuk memilah kritik dan hinaan. Kritik itu biasanya masih ada isinya dan bisa dipakai untuk memperbaiki diri. Hinaan cuma fokus menjatuhkan. Kritik layak didengar, hinaan layak diabaikan. Dari situ, hidup dan aktivitas online jadi lebih tenang. Intinya, saat ada temanmu mengomentari postinganmu di internet, sikap yang menurutku paling tepat adalah: tetap tenang, sopan, dan pikirkan dulu sebelum membalas. Kamu berhak menjaga kesehatan mental dan suasana akunmu, sambil tetap terbuka pada masukan yang baik. Dengan begitu, "same face, different places" bisa berarti kamu tetap jadi diri sendiri, di mana pun dan di platform apa pun kamu berada.





































