... Baca selengkapnyaBelakangan ini aku sering banget bikin panna cotta buah naga sebagai variasi snack MPASI tinggi kalori. Selain cantik karena warna ungunya, teksturnya juga lembut dan creamy jadi gampang diterima anak. Di foto kelihatan takaran di gelas 120ml, 90ml, 60ml, sampai 30ml, itu memang sengaja aku buat beda-beda supaya bisa disesuaikan sama porsi makan si kecil.
Versi yang biasa kupakai: dasar pannanya pakai campuran susu full cream (bisa UHT atau susu segar), sedikit krim kalau punya, kuning telur, dan parutan keju. Kuning telur dan keju ini bantu nambah kalori sekaligus rasa gurih yang biasanya bikin bayi lebih semangat makan. Semua bahan cair ini dimasak di panci sampai hangat, lalu masukkan gelatin atau agar-agar (sesuai selera, tapi kalau mau versi panna cotta yang lebih lembut biasanya aku pilih gelatin). Aduk terus sampai larut dan teksturnya jadi cair kental seperti yang kelihatan di foto panci.
Untuk topping buah naga, aku pakai buah naga ungu yang benar-benar matang biar rasa manisnya maksimal. Buah aku blender sampai halus, kadang aku saring kalau mau tekstur yang super lembut, tapi sering juga aku biarkan dengan biji-bijinya karena itu sumber serat. Kalau mau toppingnya bisa sedikit set di atas panna cotta, biasanya aku ambil sebagian jus buah naga, campur sedikit air dan sedikit agar-agar, rebus sebentar, baru dituang tipis di atas layer panna cotta yang sudah set.
Tips penting menurut pengalamanku:
1. Biarkan adonan panna cotta agak dingin dulu sebelum dituang ke gelas, supaya tidak muncul gelembung udara.
2. Setelah dituang ke wadah kaca, tutup dengan plastik wrap dan dinginkan di kulkas minimal 3–4 jam sampai benar-benar set.
3. Untuk MPASI, manisnya jangan terlalu kuat. Kalau butuh pemanis, aku lebih suka pakai sedikit kurma blender atau buah lain, bukan gula pasir.
4. Kalau anak masih awal MPASI, aku biasanya pakai wadah kecil 30ml–60ml dulu. Kalau sudah lebih besar dan makannya lahap, baru naik ke 90ml atau 120ml.
Menu ini enak dijadikan snack sore atau dessert setelah makan utama. Karena termasuk tinggi kalori (dari susu, krim, keju, dan kuning telur), aku biasanya tidak menambahkan sumber lemak lain yang terlalu banyak di jam makan yang sama. Buat ibu yang cari ide resep panna cotta buah naga untuk MPASI homemade, ini bisa jadi alternatif yang praktis tapi tetap bernutrisi, dan yang paling menyenangkan: anakku biasanya habis satu gelas kecil tanpa sisa.