Setelah mereview maskapai Air Asia dan Vietjet Air sebelumnya, kali ini aku juga akan mereview tentang Cebu Pacific, maskapai kesayangan warga Filipina.
Selain untuk trip tujuan ke Filipina, banyak juga yang menggunakan maskapai ini untuk ke Jepang, Taiwan dan sekitarnya karena harganya yang relatif terjangkau🤭
Tapi aku pribadi memang pakai maskapai ini untuk liburan ke Filipina (bisa intip beberapa info tentang filipina di konten-kontenku sebelumnya).
Kalau ada pertanyaan, boleh tinggalkan di kolom komentar ya✨
... Baca selengkapnyaBuat kamu yang lagi kepo soal “cebu pacific review” sebelum beli tiket, sini aku spill lebih detail pengalaman terbangku sama maskapai ini ya.
Pertama dari proses check-in. Di counter Cebu Pacific, stafnya menurutku ramah banget dan helpful. Aku sempat agak deg-degan karena kabin bagasi aku lewat dikit dari batas 7kg (lebih 0,4kg gitu), tapi ternyata masih ditolerir dan nggak langsung disuruh bayar ekstra. Jadi kalau bawa kabin, usahain tetap di sekitar 7kg ya, tapi dari pengalamanku mereka masih cukup fleksibel kalau cuma kelebihan tipis.
Soal kabin, aku sempat ngerasain dua tipe kursi. Di satu penerbangan, kursinya abu-abu dengan aksen biru muda yang kelihatan cerah. Menurutku enaknya warna terang gini tuh bikin kebersihan lebih kelihatan, jadi kerasa lebih fresh. Di penerbangan lain, kursinya lebih gelap (abu tua/ungu dengan sandaran kepala hijau). Secara kenyamanan, standar low cost airline: legroom nggak terlalu luas tapi masih oke buat penerbangan pendek–menengah. Kalau kamu tinggi, mungkin bakal lebih nyaman kalau upgrade ke kursi dengan legroom ekstra.
Pramugari dan pramugara Cebu Pacific juga salah satu poin plus. Seragam kuning cerah dengan bawahan biru bikin mereka gampang dikenali dan kesannya cheerful banget. Sepanjang penerbangan, mereka cukup sigap bantu penumpang dan masih sempat senyum walau flight-nya lumayan ramai. Buat aku yang kadang suka canggung mau tanya-tanya, crew yang friendly gini bikin lebih nyaman.
Yang perlu kamu catat, untuk pembelian makanan dan minuman di pesawat, mereka lebih mengutamakan pembayaran pakai mata uang Peso atau Dollar. Di beberapa penerbangan, aku sempat bingung karena nggak jelas apakah kartu diterima atau nggak, jadi saran dari aku: siapin cash Peso/Dollar di tas kecil kamu sebelum naik. Lumayan kan kalau tiba-tiba laper di tengah flight.
Sebagai maskapai low cost, Cebu Pacific cocok banget buat kamu yang ingin terbang ke Filipina, Jepang, atau Taiwan dengan budget lebih hemat. Aku pribadi pakai mereka untuk liburan ke Filipina, dan sejauh ini pengalamannya positif: harga tiket kompetitif, proses di bandara cukup smooth, dan pesawatnya on time.
Tips tambahan kalau kamu mau coba Cebu Pacific:
- Cek baik-baik aturan bagasi (kabin max 7kg, untuk bagasi terdaftar biasanya bayar terpisah).
- Datang lebih awal ke bandara karena antrean check-in bisa lumayan panjang.
- Print atau simpan boarding pass di HP biar nggak ribet.
- Kalau sensitif soal kenyamanan, pertimbangkan pilih kursi di bagian depan atau dekat sayap.
Kalau kamu masih ragu mau pilih Cebu Pacific atau maskapai lain, menurutku mereka worth it banget kalau prioritasmu adalah harga, dan kamu nggak masalah dengan fasilitas yang basic. Kalau ada pertanyaan lain soal rute, transit di Manila, atau pengalaman detail di dalam pesawat, boleh banget tanya di kolom komentar, nanti aku coba jawab satu-satu berdasarkan pengalaman pribadiku.