Setiap sambut Ramadan, aku hampir selalu dengar kalimat ini, “mumpung belum puasa.”
Jujur, dari pengalaman aku, kalimat ini sering jadi pembenaran buat makan lebih banyak dari biasanya, seolah nanti saat puasa semuanya harus “dibalas” sekarang 🥲
Padahal kalau dipikir pelan-pelan, ini bukan tradisi Islam, bukan juga larangan makan, tapi kebiasaan yang tanpa sadar kita ulang tiap tahun.
Puasa itu latihan menahan, bukan balas dendam sebelum menahan.
Jadi, Ramadan 2026 ini bikin aku refleksi klo yang perlu disiapkan sebelum puasa bukan cuma perut aja guys,
tapi niat dan kebiasaan juga perlu di persiapkan dan diperbaiki 🤗
Menurut kalian, ini tu sebuah tradisi, kebiasaan, atau hal yang perlu diluruskan sih guys?
Ceritain pengalaman kamu juga di kolom komentar yaa 🤍
... Baca selengkapnyaSebagai seseorang yang menjalani ibadah puasa setiap Ramadan, saya pernah merasakan sendiri bagaimana kebiasaan "mumpung belum puasa" memengaruhi pola makan sebelum bulan suci. Sering kali, saya bersama keluarga atau teman terjebak dalam kebiasaan makan berlebihan sambil berkata, "Nanti kan harus puasa, jadi sekarang harus dimakan banyak dulu." Ternyata, hal ini bukan bagian dari ajaran Islam melainkan sekadar kebiasaan sosial yang berulang tiap tahun.
Pengalaman itu membuat saya sadar bahwa puasa lebih dari sekadar menahan lapar dan haus. Puasa adalah proses melatih diri menahan hawa nafsu dan meningkatkan kualitas spiritual. Jadi, memulai Ramadan dengan persiapan niat yang kuat dan memperbaiki kebiasaan jauh lebih penting daripada hanya mengisi perut secara berlebihan sebelum berpuasa.
Dalam praktiknya, saya mulai mengubah kebiasaan dengan mengurangi porsi makan di waktu sebelum Ramadan datang, dan lebih fokus pada persiapan mental serta spiritual. Selain itu, berbagi cerita dan pendapat di komunitas atau keluarga terkait hal ini sangat membantu memperkuat niat bersama.
Saya juga menyadari bahwa meluruskan kebiasaan ini dapat memberikan Ramadan yang lebih bermakna dan sehat. Jadi, untuk Ramadan 2026, saya berusaha mengajak orang-orang di sekitar saya untuk menyadari bahwa puasa adalah latihan pengendalian diri, bukan momen membalas makan berlebihan. Dengan begitu, kita bisa menyambut Ramadan dengan kesiapan yang lebih utuh, baik dari segi fisik maupun spiritual.