IRT Lelah,Berasa Single Parent Padahal Bersuami ?💔
Hallo Buibu Lemo🍋
Balik lagi di konten random IRT 30++ beranak satu 🤗
Buibu pernah nggak sih ngerasa kayak berjuang sendirian padahal ada suami di sebelah?
Bayangin, kita udah ganti mindset jadi "Ibu", tapi pasangan masih asyik dengan dunia lamanya seolah nggak ada yang berubah.
Banyak yang bilang "Sabar ya, nanti juga dia berubah." Tapi realitanya, nunggu seseorang "siap" itu bisa bikin mental kita terkuras.
Buibuu hebat banget kalau sudah bertahan sejauh ini. Valid kok kalau sedih atau marah. Tapi ingat, gelas yang kosong nggak bisa menuang air. Urus dirimu dulu, baru urus keluargamu. Semangat, Buibu Hebat! 💖
... Baca selengkapnyaAku dulu sering mikir, "Apa cuma perasaanku saja ya? Udah punya suami, tapi kok rasanya kayak nggak punya?" Bangun tidur sampai tidur lagi, semua urusan anak dan rumah kayaknya nempel terus di aku. Suami ada secara fisik, tapi secara peran… hampa.
Rasanya sakit tapi tak berdarah ketika jadi ibu, sementara suami belum siap jadi ayah. Dia masih nyaman dengan dunia lamanya: game, nongkrong, atau sibuk kerja sampai lupa pulang cepat. Giliran anak rewel, dia pelan-pelan menghilang ke kamar, atau pura-pura sibuk dengan HP. Aku yang pegang semua: ganti popok, menyusui, mandiin, beberes rumah, masak, plus urus emosi sendiri yang naik turun.
Di fase itu, aku sering menyalahkan diri: "Mungkin aku aja yang terlalu sensitif, mungkin cuma perasaanku saja." Tapi setelah ngobrol sama beberapa ibu lain, ternyata banyak yang ngerasain hal yang sama: punya suami tapi seperti tidak punya suami. Jadi kalau kamu lagi di fase ini, kamu nggak sendirian.
Pelan-pelan aku belajar beberapa hal yang lumayan membantu:
1. Jelasin perasaan, bukan cuma marah
Bukan cuma bilang, "Kamu nggak peka!" tapi lebih ke, "Aku capek banget, rasanya kayak single parent. Aku butuh kamu ikut turun tangan, bukan cuma ada di rumah." Waktu aku pakai kalimat perasaan, tanggapan suami sedikit lebih lembut.
2. Beri instruksi spesifik
Ternyata kalau cuma bilang, "Bantuin aku dong," suami suka bingung harus mulai dari mana. Jadi aku mulai ngomong lebih jelas: "Tolong mandiin anak ya," atau "Tolong jemurin baju ya." Kesannya remeh, tapi bikin dia pelan-pelan terbiasa.
3. Biarkan dia belajar dan salah
Dulu aku suka nggak tega kalau lihat dia salah ganti popok atau pakaian anak kebalik-balik. Ujungnya aku ambil alih lagi dan kesel sendiri karena semua kembali ke aku. Sekarang aku coba tahan diri, biarkan dia belajar, karena kalau aku terus yang perfect, aku sendiri yang jadi burn out.
4. Ingat kalau anak itu tanggung jawab berdua
Aku sering mengingatkan diriku: aku bukan "Super Mom". Aku ibu yang juga manusia, bisa lelah dan butuh istirahat. Punya suami berarti seharusnya ada partner, bukan penonton. Jadi aku mulai berani minta waktu me time, walau cuma 30 menit sendirian di kamar atau sekadar mandi lebih lama.
5. Cari support system di luar pasangan
Kadang, suami memang nggak langsung berubah. Di situ penting banget punya teman curhat: entah sahabat, komunitas ibu-ibu, atau grup online yang relate dengan kata kata untuk single mom versi "punya suami tapi serasa sendiri". Dukungan emosional dari orang yang paham situasi kita bikin hati terasa lebih ringan.
Kalau kamu sekarang lagi di titik merasa udah punya suami tapi seperti tidak punya suami, pelan-pelan tarik napas. Valid kok kalau kamu lelah, sedih, bahkan marah. Kamu perempuan kuat, tapi kamu juga berhak merasa rapuh. Nggak apa-apa kalau kamu masih belajar menata hati sambil pelan-pelan mengajak pasangan ikut dewasa dalam peran jadi ayah. Yang penting, jangan lupa urus dirimu dulu sebelum memaksa diri jadi segalanya untuk semua orang.
kadang suamiku gitu. tapi setelah ngobrol, ya ternyata kita sama2 capek aja sih. dan cara melampiaskan capek kami beda. kalau suamiku capek, ya dia cuek. sedangkan aku kalau capek ya ngomel😂😂
kadang suamiku gitu. tapi setelah ngobrol, ya ternyata kita sama2 capek aja sih. dan cara melampiaskan capek kami beda. kalau suamiku capek, ya dia cuek. sedangkan aku kalau capek ya ngomel😂😂