Mancing Cumi Cumi
Anak nongkrong dermaga? Yuk mancing cumi-cumi! 🦑
Untuk sotong kurang lebih sama, cuma dia mainnya di dasar, jadi tambahin timah biar umpan nyentuh bawah.
Musim bagus: sekitar Oktober sampai November — banyak laporan ini sebagai puncak.
Musim alternatif/awal: sekitar Maret sampai Mei bisa juga bagus di beberapa lokasi.
Musim akhir tahun / awal tahun: Desember sampai Februari juga ada di beberapa wilayah.
Setiap wilayah kadang punya musim berbeda, tanyakan langsung kepada pemancing lokal itu lebih akurat!
📌 Waktu terbaik: malam hari saat bulan redup atau arus agak tenang — cumi suka kondisi agak gelap & tenang.
📌 Berat maksimal realistis cumi di spot inshore Indonesia: Umumnya cumi jenis lokal (Loligo chinensis / Uroteuthis chinensis) berat rata-rata 30-100 gram, beberapa bisa sampai ~500-600 gram.
Jadi kalau dapat cumi ~ ½ kg, itu sudah juara di dermaga!
#Gotrexisme #mancingcumi #castingcumi #mancingpinggiran #gotrexisme
Pertama kali belajar cara mancing cumi di laut, aku juga bingung harus mulai dari mana. Setelah beberapa kali coba di dermaga dan pinggiran, akhirnya kebentuk pola yang lumayan konsisten. 1. Pilih spot mancing cumi di laut Aku biasanya cari spot yang ada lampu di atas air, seperti dermaga, jembatan, atau dekat bagan. Lampu ini bakal narik plankton dan ikan kecil, dan otomatis cumi-cumi ikut datang. Kalau mancing pakai perahu kecil di pinggir laut, aku cari area yang arusnya nggak terlalu kencang dan kedalamannya sedang. 2. Peralatan dasar yang aku pakai Untuk mancing cumi di laut, aku pakai joran spinning ukuran 180–210 cm dengan action ringan-sedang. Kenapa? Karena ujung joran yang sensitif bikin kita gampang ngerasain sentuhan halus cumi. Senar biasanya PE 0.6–1 atau monofilament 6–10 lb. Cumi itu nggak terlalu kuat, jadi nggak perlu setup berat. Umpan yang paling umum adalah egi (jig cumi) ukuran 2.0–3.0. Warna favoritku: pink, oranye, dan hijau glow. Kalau air agak keruh, warna cerah dan glow lebih kelihatan. Kalau air jernih dan bulan terang, aku turunkan ke warna natural seperti coklat atau hijau tua. 3. Teknik dasar lempar dan retrieve Cara mancing cumi di laut dengan egi itu mirip casting biasa: - Lempar egi agak jauh dari cahaya, lalu biarkan tenggelam beberapa detik (hitungan 5–10 detik tergantung kedalaman). - Angkat joran 2–3 kali (jerk) dengan gerakan pendek-pendek, lalu biarkan egi melayang turun lagi. - Ulangi pola ini sambil pelan-pelan menggulung senar. Cumi biasanya nyambar saat egi sedang turun atau melayang diam, jadi penting banget untuk fokus ke ujung joran dan kencangan senar. Kalau tiba-tiba terasa berat atau ujung joran melengkung halus, jangan langsung disentak keras, cukup angkat pelan tapi mantap. 4. Bedain sentilan cumi dan nyangkut dasar Pemula sering bingung antara umpan nyangkut di dasar atau cumi yang nemplok. Pengalamanku, kalau nyangkut, rasanya kaku dan nggak berubah-ubah. Kalau cumi, awalnya berat tapi masih ada rasa "hidup" dan kadang tarikannya putus-putus pelan. 5. Setting drag dan cara narik Drag reel jangan dikencengin banget. Set sedikit longgar supaya kalau cumi tiba-tiba menarik, senar masih bisa keluar halus dan tentakel cumi nggak mudah sobek. Tarik pelan tapi terus-menerus, hindari hentakan keras. Di dekat permukaan, cumi kadang sembur air dan tinta, jadi siap-siap arahkan kepala cumi menjauh dari badan. 6. Tips tambahan saat mancing malam Karena cara mancing cumi di laut paling efektif itu malam hari, aku selalu bawa lampu kepala, jaket tipis, dan sepatu antiselip kalau mancing di dermaga. Air bisa licin banget. Kalau mancing rame-rame, gantian lempar umpan supaya egi nggak saling nyangkut. Dengan pola ini, pelan-pelan hasil mancing cumi di laut dari dermaga makin stabil. Nggak selalu jackpot, tapi sering banget bawa pulang beberapa ekor buat dibakar atau ditumis. Yang penting, sabar, rajin ganti warna egi, dan perhatiin kondisi arus serta cahaya malam itu.














