... Baca selengkapnyaAwal mula aku tertarik bikin jurnal itu gara-gara sering lihat contoh jurnal tulis tangan yang lucu-lucu di internet. Tapi terus kepikiran, apakah jurnaling cuma buat anak kuliahan atau pekerja kantoran aja? Ternyata enggak sama sekali. Ibu rumah tangga juga bisa punya "my jurnal" versi sendiri yang nggak kalah bermanfaat.
Buat yang masih bingung, jurnal itu nggak harus estetis banget kok. Versi simpel ala IRT bisa cuma pakai buku catatan bergaris dan pulpen. Di halaman pertama, aku tulis judul besar "My Daily Journal" sebagai pengingat kalau ini ruang kecilku untuk curhat, nyatat, dan merapikan isi kepala.
Isi jurnal tulis tangan aku sekarang kebagi beberapa bagian:
1. **Jurnal harian**: isinya kejadian penting hari itu, perasaan yang paling kerasa, plus satu hal yang bisa disyukuri. Nggak panjang-panjang, 3–5 kalimat aja.
2. **Jurnal keuangan rumah tangga**: catatan pengeluaran harian, belanja dapur, uang sekolah anak, sampai target nabung. Bentuknya tabel sederhana tulis tangan, tapi efeknya kerasa banget buat kontrol budget.
3. **Jurnal menu & dapur**: aku tulis ide masakan, stok bahan di kulkas, dan rencana menu mingguan. Ini membantu banget biar nggak pusing tiap pagi mikir mau masak apa.
4. **Jurnal syukur & afirmasi**: setiap beberapa hari aku sisihkan satu halaman buat nulis hal-hal kecil yang bikin bahagia, misalnya anak makin lahap makan, rumah agak rapi, atau sempat me-time. Rasanya hati lebih ringan.
Kalau ngomongin fungsi tulisan tangan dalam jurnal visual, menurutku ada sensasi beda ketika pulpen menyentuh kertas. Lebih kerasa "nyantol" di hati dan ingatan, dibanding ngetik di HP. Tulisan tangan juga bisa kita hias sedikit dengan ilustrasi kecil, garis-garis, atau warna stabilo. Nggak perlu jago gambar, cukup coretan bunga sederhana atau ikon panci buat halaman seputar dapur, itu sudah jadi semacam jurnal ilustrasi versi IRT.
Untuk teman-teman yang mau mulai membuat journal, coba mulai dari halaman "brain dump". Tulis aja semua yang lagi dipikirkan: capek, senang, khawatir, rencana, semua dicoret-coret. Setelah itu, baru kita pilah mana yang mau dibuat target, mana yang cuma perlu diterima. Dari sini biasanya muncul ide halaman-halaman baru untuk contoh bikin jurnal berikutnya.
Yang penting, jangan kebanyakan overthinking soal rapi dan estetik. Jurnal itu milikmu sendiri, jadi bebas banget. Aku pun masih belajar dan jurnalku masih jauh dari sempurna. Tapi pelan-pelan aku ngerasa lebih teratur, lebih sadar sama pengeluaran, dan lebih gampang memproses emosi harian sebagai IRT. Kalau kamu sudah punya contoh jurnal tulis tangan versi sendiri, boleh banget share idenya, siapa tahu bisa saling menginspirasi sesama ibu rumah tangga yang lagi belajar jurnaling.
Kakak, ini tulisan tangan ? Bagus banget. Aku kl bisa nulis kyk gini langsung hobi ngejournal 😂