... Baca selengkapnyaAku dulu juga sempat mikir, apa hidup orang dewasa memang harus selalu di mode bertahan hidup? Bangun pagi, kerja, lembur, gajian cuma numpang lewat buat bayar tagihan. Rasanya kayak lari di treadmill: capek, tapi tetap di tempat.
Di fase itu, aku sering banget ngerasa pengin resign, tapi sekaligus takut nganggur. Ironis, kan? Pas kerja pengin berhenti, pas kebayang nganggur malah panik duluan. Sampai akhirnya aku sadar, yang bikin sesak bukan semata-mata pekerjaannya, tapi tekanan finansial dan perasaan seolah nggak punya pilihan lain.
Yang paling bantu aku waktu itu adalah berhenti menyalahkan diri sendiri dan mulai lihat hidup kayak "strategi bertahan hidup" yang bisa di-upgrade. Bukan sekadar pasrah. Aku mulai dari hal sederhana: nyatain dengan jujur, "Oke, gajiku sekarang cukup buat hidup, tapi belum cukup buat tenang." Dari situ, fokusku geser: bukan lagi cari kerja paling bergengsi, tapi cari cara nambah penghasilan pelan-pelan sambil tetap kerja.
Buat kamu yang lagi ngerasa terjebak di mode bertahan hidup, ini beberapa langkah realistis yang aku lakuin:
1. Jujur soal kondisi keuangan
Aku tulis semua pemasukan dan pengeluaran, bahkan yang receh. Ternyata banyak kebocoran kecil yang selama ini aku anggap sepele. Dari situ, aku bisa lihat: apakah aku benar-benar kurang penghasilan, atau cuma belum mengatur dengan rapi.
2. Bedain capek kerja vs capek karena uang kurang
Aku tanya ke diri sendiri: "Kalau gaji di tempat ini dua kali lipat, apa aku masih pengin resign secepat itu?" Kalau jawabannya tidak, berarti mungkin masalah utamanya di penghasilan, bukan di jenis pekerjaannya. Ini bikin aku lebih tenang, karena masalah jadi terasa lebih jelas.
3. Coba satu sumber tambahan dulu, jangan langsung banyak
Banyak orang mikir side income harus langsung gede. Padahal, mulai dari yang kecil dan masuk akal dulu jauh lebih realistis. Misalnya:
- Freelance kecil-kecilan sesuai skill (nulis, desain, edit video)
- Jual barang preloved yang masih bagus
- Bantu bisnis teman untuk komisi penjualan
Pendapatan awal mungkin cuma ratusan ribu, tapi yang berubah duluan itu mindset: dari "aku nggak punya pilihan" jadi "ternyata masih ada yang bisa aku kontrol".
4. Jangan buru-buru keluar kerja kalau belum ada pegangan
Dulu aku hampir nekat resign karena burnout. Tapi setelah dipikir ulang, pekerjaanku yang sekarang justru bisa jadi "modal" buat bangun sumber penghasilan lain di luar jam kantor. Gaji tetap dipakai buat kebutuhan utama, sementara waktu luang aku alihkan untuk bangun proyek sampingan.
5. Normalisasi punya lebih dari satu sumber penghasilan
Di zaman sekarang, punya satu sumber penghasilan memang riskan. Bukan buat gaya-gayaan, tapi buat kesehatan mental. Waktu aku punya tambahan penghasilan (meski belum besar), rasa cemas tiap lihat tagihan itu berkurang. Rasanya kayak punya bantalan kalau ada apa-apa.
Pelan-pelan, mode bertahan hidup itu bisa berubah jadi mode hidup yang lebih terencana. Masih capek? Jelas. Tapi bedanya, sekarang capeknya punya arah.
Kalau kamu lagi di fase ini, kamu nggak sendirian. Boleh kok ngerasa lelah, boleh juga pelan-pelan nyusun strategi biar nggak selamanya hidup cuma buat kejar tagihan. Yang penting, tetap fokus ke hal yang bisa kamu kontrol, dan jangan takut mulai dari langkah paling kecil sekalipun.