... Baca selengkapnyaJujur aja, rasa nggak percaya diri itu kadang kayak stiker yang nempel terus di kepala: “nggak cantik”, “nggak menarik”, “takut dinilai”, “takut ditanya macem-macem”. Dulu setiap mau keluar rumah, di kepala aku penuh “stiker tidak percaya” itu. Baru buka pintu, langsung kebayang tetangga nanya, komentar, atau sekadar ngelirik, rasanya pengen balik lagi ke kamar.
Pelan-pelan aku belajar ngubah “stiker tidak percaya” itu satu per satu. Misalnya, dulu aku selalu mikir kalau jalan sendiri itu memalukan, harus ada temen. Sekarang aku mulai dari hal kecil: keluar sebentar beli jajanan di warung depan rumah. Awalnya gemeteran, tapi aku paksa senyum tipis. Ternyata, nggak ada yang sehoror itu. Tetangga cuma senyum, atau paling nanya biasa, dan itu nggak seburuk bayanganku.
Aku juga mulai main sama “stiker” yang lebih positif. Kalau di foto kita bisa tempel stiker imut, lucu, dan bikin percaya diri, kenapa di kepala nggak bisa? Setiap mau keluar, aku coba ngobrol sama diri sendiri: “Nggak apa-apa kalau kamu masih takut, yang penting kamu berani coba.” Kalimat sesimpel itu lumayan banget bantu ngurangin rasa malu.
Selain itu, aku juga cari cara biar suasana hati lebih enak sebelum keluar rumah. Misalnya:
- Pakai hijab dan baju yang menurutku paling nyaman, bukan yang paling keren versi orang lain.
- Pasang musik favorit pelan-pelan di kamar sambil siap-siap.
- Liat kaca dan senyum, meskipun awalnya kaku. Minimal bikin wajah nggak terlalu tegang.
Hal lain yang ngebantu adalah punya satu dua orang “safe person”, entah itu temen, saudara, atau siapa pun yang bikin kita ngerasa aman. Kalau lagi benar-benar takut keluar sendiri, aku chat mereka dulu, cuma buat bilang, “Aku mau coba keluar sebentar, doain ya.” Sesimpel itu, tapi rasanya kayak ada yang nemenin dari jauh.
Buat kamu yang ngerasa hidupnya penuh “stiker tidak percaya” juga, kamu nggak sendirian. Nggak apa-apa kok kalau sekarang masih takut, masih malu, masih sering mager keluar. Yang penting, kasih kesempatan ke diri sendiri buat berkembang. Mulai dari langkah paling kecil: buka pintu, hirup udara luar, berdiri di teras, atau sekadar jalan ke depan gang.
Suatu saat nanti, kamu bisa lihat ke belakang dan mikir, “Ternyata aku bisa juga ya keluar rumah tanpa ditemenin, meskipun dulu aku sepenakut itu.” Pelan-pelan aja, kita sama-sama belajar lebih percaya diri.
aku juga kak.. aku lebih males ditanya tanya kak😂