ADAB MENCUCI BERAS SUPAYA KETURUNAN DI LEMBUTKAN 💓
#MauTanya kalian cuci beras suka berdoa dulu gak? 🤍#AkuPernah dapet wejangan dari orang tua,
katanya sebelum masak itu bagus banget kalau kita niat + doa dulu…
Bukan cuma buat makanannya,
tapi biar hati kita, pasangan, dan anak-anak jadi lebih lembut 🥺✨
Berikut doa nya ⬇️
💛Gunakan tangan kanan untuk membasuh beras
💛Aduk dengan arah berlawanan dengan arah jarum jam (seperti arah tawaf)
Membaca:
لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللّٰهِ كَاشِفَةٌ💛
(Laisa laha min dunillahi kasyifa)
💛Boleh juga baca “Yaa latiif” 3 kali
💛Ulang basuhan selama 3 kali sampai bersih
Baca sholawat Nabi Muhammad
💛Niatkan dalam hati supaya dilembutkan diri sendiri, pasangan & anak-anak
2025/12/8 Diedit ke
... Baca selengkapnyaAku pribadi awalnya cuma tahu cuci beras itu ya sekadar biar bersih sebelum dimasak. Tapi setelah dapat wejangan soal doa cuci beras, rasanya jadi beda. Kegiatan yang kelihatannya sepele ini bisa jadi momen buat nenangin hati dan titip doa buat keturunan.
Biasanya sebelum pegang beras, aku niat dulu dalam hati: mau masak buat keluarga, semoga jadi makanan yang penuh keberkahan dan lembutkan hati diri sendiri, pasangan, dan anak-anak. Baru kemudian pakai tangan kanan untuk membasuh beras, seperti yang sering diingatkan, karena tangan kanan itu lebih dianjurkan dalam adab sehari-hari.
Saat mengaduk beras di dalam air, aku usahakan menggerakkan tangan berlawanan arah jarum jam, seperti arah tawaf. Di situ aku baca doa "لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللّٰهِ كَاشِفَةٌ" (Laisa laha min dunillahi kasyifa) sambil pelan-pelan menghayati maknanya bahwa tidak ada yang bisa menghilangkan kesulitan selain Allah. Kadang aku tambahin dzikir "Yaa Latiif" 3 kali, berharap kelembutan-Nya turun dalam rumah dan hati kami.
Biasanya aku ulang basuhan sampai tiga kali, bukan cuma biar beras bersih, tapi juga sebagai pengingat bahwa doa itu butuh diulang dan dibiasakan. Di sela-sela itu aku baca sholawat Nabi Muhammad, rasanya adem banget, apalagi kalau lagi masak buat keluarga di pagi hari.
Buat yang baru mau mulai mengamalkan doa cuci beras, menurutku nggak perlu terlalu kaku. Yang penting niatnya dulu diluruskan. Nggak hafal doanya? Bisa mulai dengan baca sholawat dan dzikir pendek yang mudah diingat. Pelan-pelan nanti bisa tambah hafalan, misalnya mulai dengan "Laisa laha min dunillahi kasyifa" dulu.
Aku juga merasakan, ketika cuci beras sambil doa dan jaga hati, suasana di dapur jadi lebih tenang. Masak nggak gampang emosi, dan ketika disajikan ke keluarga, ada rasa lega karena sudah berusaha menyajikan bukan cuma makanan yang enak, tapi juga insyaAllah penuh doa. Menurutku, di situlah nilai dari doa cuci beras: menjadikan rutinitas kecil sebagai wasilah untuk mendoakan keturunan supaya dilembutkan hatinya.