perjalanan bangkit dari keterpurukan✅
Kehidupan di bawah memang begitu mengerikan. Namun, dari sanalah aku belajar bahwa setiap kejatuhan bisa menjadi awal dari kebangkitan. Tiga tahun lalu, tepatnya Oktober 2022, aku memutuskan untuk beranjak dari zona nyaman atau lebih tepatnya, zona rebahan dan mulai menata hidupku kembali. Saat itu, keluargaku sedang berada di titik terendah. Ayahku mengalami luka bakar parah akibat ledakan kompor gas, dan sebagai tulang punggung keluarga, ia hanya bisa terbaring lemah di rumah sakit.
Melihat keadaan itu membuatku berpikir lebih dewasa. Aku tahu, ekonomi keluarga sedang menurun drastis dari tahun ke tahun. Aku pun mulai mencari cara untuk membantu. Aku menghubungi banyak orang, bahkan memaksa ratusan kontak di WhatsApp untuk memberikan informasi tentang pekerjaan. Namun, hasilnya nihil. Saat itu, aku sempat berpikir, “Percuma punya ratusan teman jika tak satu pun bisa membantu.”
Meski begitu, aku tidak menyerah. Aku terus mencari peluang, berpindah-pindah dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat untuk menemukan secercah harapan. Hingga akhirnya, aku diterima di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan. Posisiku sebagai Marketing Online, dan aku mendapat penugasan ke Thailand dengan jadwal keberangkatan yang sudah ditentukan oleh perusahaan.
Untuk keberangkatan itu, aku membutuhkan dana sebesar Rp11 juta. Aku ingat betul bagaimana ibuku kaget mendengarnya, namun beliau tetap berusaha keras mencari dana agar aku bisa berangkat. Dan pada 2 November 2022, untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki di negeri orang Thailand. Perasaan senang, cemas, dan haru bercampur menjadi satu. Aku tahu, perjuanganku baru saja dimulai.
Selama dua minggu masa pelatihan, aku berusaha menunjukkan kemampuan terbaikku. Usahaku tidak sia-sia, aku resmi diterima sebagai pekerja kontrak dengan masa kerja satu tahun. Selama pelatihan, aku digaji Rp12 juta per bulan, dan hal pertama yang terlintas di pikiranku saat menerima gaji pertama adalah mengirim uang ke rumah. Semua kebutuhanku sudah disediakan oleh perusahaan, jadi aku bisa mengirimkan hampir seluruh gajiku untuk membantu keluarga.
Setengah tahun kemudian, kabar bahagia datang: seluruh hutang keluarga telah lunas. Saat itu, untuk pertama kalinya aku merasa lega dan bangga pada diriku sendiri. Sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras, pada bulan ketujuh aku membeli iPhone 13 sebagai self-reward, hadiah kecil untuk perjalanan panjang yang telah kulalui.
Namun keberuntunganku tidak berhenti di situ. Aku mendapat kabar bahwa perusahaan merekomendasikanku untuk bergabung dengan kantor pusat di Dubai karena menilai hasil kerjaku yang konsisten dan berdampak positif bagi tim.
Pada 15 November, aku tiba di Dubai dan memulai babak baru dalam hidupku sebagai akuntan. Perusahaan memberiku fasilitas luar biasa satu apartemen pribadi, satu mobil lengkap dengan sopir, serta satu asisten rumah tangga. Hidupku berubah total. Segalanya terasa begitu cukup, bahkan lebih dari yang pernah aku bayangkan.
Kini, aku telah menjelajahi enam negara, dan setiap langkah menjadi pengingat bahwa keterpurukan bukanlah akhir dari segalanya. Justru dari titik terendah itulah aku belajar arti perjuangan, kesabaran, dan rasa syukur yang sesungguhnya.
#TentangKehidupan #TipsLemon8 #PerasaanKu #ViralTerbaru #BudeLemon8































































🍋 Welcome to Lemon8! 🍋 Seneng banget lihat kamu posting! 🎉 Dapatkan tips agar konten kamu makin populer dengan follow @Lemon8Indonesia! Yuk posting lebih banyak konten lainnya! 🤩