Bab 3
“Sayang, lalu bagaimana saat kamu kuliah? Jangan bilang ia ikut dikelas bersamamu.”
“Tidak. Tentu tidak. Dia aku titipkan di playground terdekat. Tempatnya cukup ramah. Mereka menyediakan CCTV langsung terkoneksi ke HP kita.”
“Hahhh … aku benar-benar minta maaf, sayang. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kamu menjalani hidup selama ini.”
Tyo menatap wajah istrinya. Ada gurat lelah di mata g adis itu. Dia benar-benar merasa menjadi suami yang ga gal. Bagaimana bisa selama ini dia mengabaikan istrinya sampai tidak menyadari kode-kode yang Alana berikan
Alana, gad is manis yang ia nikahi di Perancis dengan ala kadarnya, kini telah menjelma menjadi seorang ibu muda. Saat menikah dulu, ayah Alana memberikan kuasa kepada wali hakim untuk menjadi walinya. Kebetulan disini ada semacam komunitas Islam Indonesia, merekalah yang menangani segala urusan hingga ia dan Alana bisa menikah. Karena kalau tidak segera dia menikahi Alana, dia takut kelepasan malah terjadi hal-hal yang ia inginkan.
“Sayang...” suaranya melembut. “Mas kepikiran sesuatu.”
Alana yang sedang merapikan selimut bayi menoleh. “Apa, Mas?”
“Mas mau ajak kalian liburan. Bagaimana kalau kita pergi berlibur. Seminggu aja, ke Swiss. Udara gunung bagus buat kamu dan an ak kita. Sekalian Mas juga butuh istirahat.”
“Liburan? Ke Swiss?”
“Ya sayang. Mas bisa mendatangkan beberapa pengasuh. Mereka anak membuat liburan kita semakin menyenangkan.”
Alana menatap Tyo dengan pandangan sendu. Dia mau, tentu saja ia mau. Tapi waktunya tidak tepat. Sebentar lagi kampusnya akan mengadakan ujian.
“Kamu yakin punya waktu buat liburan keluarga?” Alana ngeledekin suaminya sebelum ia menjawab pertanyaan itu.”
“Sayang, maafin aku donk. Iya, aku tau aku salah. Aku udah jah at sama kamu dan Aira. Makanya sekarang aku mau nebus semuanya. Aku bakalan ada buat kamu dan Ar. Kita liburan, senang-senang. Aku akan cut semua jadwal aku. Aku akan ada buat kamu dan an ak kita.”
“Hahhh … masalahnya waktunya kurang tepat, mas. Aku ada ujian minggu depan. Tidak bisa diganti ke hari lain. Kan kamu sendiri yang minta aku cepat tamat.”
“Ah, iya, benar. Tapikan sekarang kamu sudah punya an ak. Emang masih bisa fokus kuliah?”
“Eh, jangan meremehkan aku ya. Kembali ke dunia hacker juga aku masih sanggup ya.”
“Hahaha … ”
“Oeekk … ” Tertawa Tyo yang terlalu keras malah membangunkan Aira yang masih dipangkuan Tyo.
“Sini, mas. Biar aku letak di box baby-nya.”
Alana mengambil Aira dari pangkuan Tyo dan memindahkannya ke tempat tidur khusus bayi. Setelah itu, kini gantian Alana yang bermanja-manja duduk dipangkuan Tyo.
***
“Sayang.”
“Hm.”
“Aku … harus kembali ke Indonesia.” Kata-kata yang sebenarnya sudah ditunggu-tunggu oleh Alana. Tyo sudah lebih seminggu berasa di sini, waktu paling lama dari semua waktu yang Tyo habiskan bersamanya selama ini.
Mereka tidak jadi berlibur. Sebagai gantinya Tyo menghabiskan liburan hanya di apartemen kecil ini sambil mengurus bisnisnya secara daring. Tyo juga sudah mendatangkan dua orang babysitter untuk menjaga anak-anaknya. Babysitter itu ia sewakan apartemen lain untuk menjaga Aira 24 jam. Hanya jika dia atau Alana ingin bertemu barulah baby Ar dikembalikan kepada mereka.
“Oh … ” ada kesedihan yang memang tak bisa ia sembunyikan dari kata-katanya.
“Kapan?” Tanya Alana.
“Besok.”
“Besok? Kenapa baru bilang sekarang?”
“Ya. Karena aku akan mengurungmu seharian ini nggak boleh kemana-mana.”
Alana menunduk sedih. Bagaimana tidak, ia melewati hari yang luar biasa selama seminggu ini dengan Tyo di sampingnya.
“Sayang.”
“Hm.”
“Bagaimana jika baby Ar ikut dengan ku ke Indonesia?”
“Apa?”
***sheilaluktri****
Judul : MEMPERTAHANKAN SUAMI DARI MANTAN ISTRINYA
Penulis : sheilaluktri
Only on KBM App
































































