A nak kami sedang sekarat di U G D, tapi suamiku malah kutemukan sedang asyik menge lus perut buncit wanita lain di poli kandu ngan. Saat kepergok, dengan wajah pucat dia masih berani bersumpah, “Sayang, dia cuma klien…”

“Oh, jadi dia klien kamu, Mas?”

Suaraku meme cah keheningan lorong ru mah sakit itu. Datar. Dingin.

Bahu Rian menegang kaku. Gerakannya yang sedang mengusap perut buncit wanita di sebelahnya terhenti di udara.

Perlahan, Rian menoleh.

Matanya membelalak lebar, berpindah panik dari wajahku ke perut besar Cindy, lalu kembali padaku.

“Rania...?” bisiknya tercekat.

Rian refleks melompat berdiri, membuat Cindy yang bersandar manja di bahunya terhuyung kaget hampir jatuh.

“Sayang, ini... ini nggak seperti yang kamu lihat,” Rian tergagap. Tangannya terulur gemetar ke arahku, keringat dingin mulai membanjiri pelipisnya. “Aku... aku bisa jelasin.”

Aku melangkah maju satu langkah.

“Jelasin apa?” tanyaku, masih dengan nada rendah yang mema tikan. Telunjukku mengarah lurus pada perut Cindy yang membuncit di balik dress ketatnya. “Jelasin bahwa investor penting di Senayan itu ternyata sekretarismu yang ha mil tua?”

“Nia, sumpah demi Tuhan. Tadi dia penda rahan, dia panik dan nggak ada yang antar. Aku cuma nolong sebagai atasan. Nggak lebih!”

“Nolong sebagai atasan sampai menyebut dirimu Papa?”

Skakmat.

Wajah Rian berubah dari pucat menjadi abu-abu. Dia tahu aku mendengar semuanya. Dia tahu kebohongannya sudah tidak berguna.

Ama rah yang kutahan mele dak. Aku melempar map biaya ru mah sa kit Leo yang sejak tadi kugenggam ke da danya.

Brak!

“Kamu tega, Mas!” teriakku, tidak peduli lagi pada suster dan pengunjung yang mulai menoleh. “A nak kita, Leo, kejang di U G D! Dia hampir lewat! Aku sendirian berjuang di jalanan, meneleponmu seperti orang gi la! Dan kamu... kamu mema tikan telepon demi main ru mah-ru mahan di sini.”

Rian tidak membela diri lagi. Dia langsung menjatuhkan dirinya ke lantai. Berlutut.

Dia meme luk kakiku erat, mengabaikan harga dirinya di depan umum.

“Maafin aku, Nia... Maafin aku...” Rian menangis. Bahunya terguncang hebat. “Aku khilaf. Aku salah besar. Tolong jangan ting galin aku...”

Aku menatap pria yang sedang bersimpuh di kakiku ini dengan tatapan nanar.

Adegan ini... sudah terlalu sering kulihat. Ini bukan kali pertama. Bukan juga yang kedua.

Ingatanku berputar pada pesan mes ra yang kutemukan setahun lalu. Saat itu dia menangis, bersimpuh persis seperti ini, bersumpah itu hanya go daan sesaat. Aku memaafkannya. Lalu enam bulan lalu, noda lipstik di kemejanya. Dia menangis lagi, memohon demi cinta kami, demi kenangan almarhum Papa. Aku luluh lagi. Tiga bulan lalu, struk perhiasan. Dia bilang dia khilaf. Dan lagi-lagi, si bo doh Rania ini memaafkannya.

Kenapa? Karena aku mencintainya. Karena aku selalu berpikir dia akan berubah.

Tapi malam ini berbeda.

Kali ini bukan hanya hatiku yang dia sa kiti, tapi nyawa a nakku yang dia pertaruhkan. Saat Leo butuh ayahnya untuk bertahan hidup, ayahnya justru sibuk menanam benih di ra him wanita lain. Batas toleransiku sudah habis.

Malam ini, di lorong ru mah sak it yang dingin, Rania yang bo doh dan pemaaf itu telah resmi ma ti.

Bersambung...

Baca selengkapnya di KBM app 😊

Penulis : Vanya marceline

Judul: Murka sang pewaris

#MurkaSangPewaris

#VanyaMarceline

#KBM

#FYP

2025/12/11 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam hidup, kesetiaan adalah pondasi utama sebuah hubungan, namun kadang pengkhianatan datang tanpa diduga dan melukai hati terdalam. Saya pribadi sudah mengalami situasi di mana cinta saya diuji berkali-kali oleh suami yang tak setia, bahkan di saat keluarga sedang menghadapi krisis serius. Saat anak kami, Leo, sekarat di UGD, sang suami malah tega bermain-main dengan wanita lain yang tengah hamil. Saya pernah banyak kali memaafkan, karena cinta dan harapan akan perubahan yang dia janjikan. Namun, ketika nyawa anak menjadi taruhan dan pengkhianatan makin nyata, saya tahu batas toleransi saya telah habis. Momen ini bukan hanya menguji hati, tapi juga memperlihatkan arti sejati dari kesetiaan dan pengkhianatan. Ini bukan sekadar cerita perselingkuhan, tapi tentang bagaimana kita memperjuangkan keluarga, menghadapi kekecewaan, dan berusaha tetap tegar demi anak dan masa depan. Bagi siapa pun yang pernah merasakan luka serupa, kisah ini memberi pelajaran bahwa kesetiaan sungguh berharga dan pengkhianatan membawa konsekuensi yang tak ringan. Jika Anda juga pernah mengalami konflik batin yang serupa, mungkin kisah ini bisa menjadi cermin dan penguat semangat untuk terus melangkah, dengan atau tanpa seseorang yang dulu kita cintai. Ingatlah, dalam berbagai ujian, yang terpenting adalah keberanian dan keteguhan hati untuk membuat pilihan terbaik.

Posting terkait

Kami sedang mencari 10 orang
Kami sedang mencari 10 orang untuk mencoba metode belajar Mandarin terbaru kami dalam satu sesi pertemuan. Tanpa biaya investasi, cukup bawa semangat belajar Anda. Ingin tahu rasanya belajar Mandarin seseru menonton drama? Dicari 40 peserta untuk mengisi trial class Mandarin dengan satu kali perte
Dina Muvita Sari

Dina Muvita Sari

0 suka

asal usul Doa Bapa Kami 77x
Hi! Aku baru di Lemon8! Hal yang aku sukai… Aku ingin posting… Ketahui aku lebih lanjut #FirstPostOnLemon8 #fypシ
Yani

Yani

3 suka

Kami Manusia Egois
Apakah kami pantas meminta, memohon sedangkan kami sibuk dengan duniawi, hingga kami lupa cara kembali dan merasakan nikmat Mu #kembalikepadanya #manusia
RK Hati

RK Hati

1 suka

Sebuah motor Honda Verza 150 putih diparkir di padang rumput dengan latar belakang pegunungan saat matahari terbenam. Cahaya sore yang dramatis menyoroti detail ban, knalpot, dan bodi motor dari sudut belakang, menciptakan kesan tangguh.
Honda tua ada dimari, ada kami jangan lari😁
Honda Verza 150 yang diparkir di area terbuka berumput dengan latar belakang pegunungan dan cahaya matahari sore yang sedang tenggelam di balik bukit. Sudut pengambilan gambar dari belakang motor membuat detail ban, knalpot, dan bodi motor terlihat jelas dengan efek cahaya matahari yang dramatis, m
Kelinci Kampung

Kelinci Kampung

2 suka

Gambar dengan latar belakang hijau dan bentuk putih, menampilkan teks 'BISMILLAHIRROHMANIRROHIM... gelapnya jalan ini, semoga kami slmat sampai tujuan & semoga motor atau mobil yg didepan kami, bisa melihat kami yg sedang jalan tanpa lampu ini....'. Terdapat ikon kupu-kupu, pohon natal, logo 'Ask Lemon8', emoji wajah sedih, tangan berdoa, dan emoji lemon menangis.
gelapnya jalan ini, semoga kami slmat sampai tujua
#JujurAja mulai mlm ini pasrah dngn keadaan😶🫥 #Lemon8 #lemon8indonesia
anak kalianda 09

anak kalianda 09

0 suka

mudahkan yg kami rasa sulit ya Allah 🤲😢
#CapCut
Berseri

Berseri

122 suka

Cerita kecil dari perjalanan iman kami
Ketika itu saya sedang mengalami masalah dan merasa cukup berat menjalani hari. Pasangan saya berkata, “Coba sebelum berangkat kerja, doakan ini.” Dia hanya mengingatkan saya untuk menyerahkan hari itu kepada Tuhan lewat doa sederhana. Sejak itu setiap pagi sebelum keluar rumah, saya be
yohannaavs

yohannaavs

1 suka

harta kami adalah kabar baikmu
Menjadi orang tua adalah belajar memiliki "jantung" yang berjalan di luar tubuh kita sendiri. Kerinduan pada anak—baik karena jarak, waktu, atau sekadar saat mereka sedang terlelap—adalah jenis rindu yang paling dalam sekaligus paling sunyi. #fyplemon8 #motivasi #kehidupan #suarahati
Raja Mahakam

Raja Mahakam

1 suka

Maaf kami tak sanggup
Kami tiada bantuan Dari mana-mana kerajaan atau NGO ... . Segalanya amatlah terbatas dari segi tenaga kerja (kami tak Mampu nak gajikan pekerja), segalanya dilakukan sendiri dgn dibantu oleh anak²,wang ringgit juga terbatas untuk cover kebajikan kucing. Ramai yang janji kosong pada kami tak kur
Rastra Meow Rescue

Rastra Meow Rescue

21 suka

Bianglala besar dengan lampu kuning dan ungu menyala terang di pasar malam, dikelilingi kerumunan orang dewasa dan seorang anak kecil berkaus biru di latar depan, menciptakan suasana yang ramai.
Dulu kami bermain, kini kami menemani
Roda itu masih berputar, lampunya masih menyala seperti dulu. 24 tahun lalu, kami berdiri di sini sebagai dua anak muda yang sedang jatuh cinta pada hidup. Hari ini, kami kembali. Bukan untuk menaiki wahana, tapi untuk berdiri di sampingnya— menggenggam tangan kecil, dan menyaksikan ta
Tina08

Tina08

0 suka

Gambar ini menampilkan pesan teks yang menyerukan penyebaran informasi penting tentang banjir bandang di Aceh, Padang, dan Sumatera Utara. Pesan tersebut meminta influencer dan publik untuk membagikan pembaruan valid guna membantu korban, mempercepat bantuan, dan membangkitkan empati, dengan hashtag terkait bencana.
Tolong kami membutuhkan bantuan obat-obatan, makanan, pakaian hanya di badan penuh lumpur
tolong up tolong bantu Aceh, Sumatra Utara, Padang😭 #prayforsumatra #prayforaceh #prayforacehtamiang #prayforsumut #prayforsumatrabarat
e l i i n 🧿

e l i i n 🧿

1 suka

Lihat lainnya