Sebulan yang lalu,

“Mas Dev, sore ini punya waktu nggak? Temenku, dia penulis naskah, mau wawancara sampeyan.

Riset tipis-tipis gitu,” kata Dafa, Junior Front-End Engineer-ku. Tahu-tahu dia duduk di sebelahku.

“Penulis naskah? Cewek apa cowok?”

“Cewek.”

“Ahaha.. paling alesan mau ngedeketin aku doang,” balasku santai.

“Mau nggak, Mas? Mumpung orangnya udah nunggu di lobi hotel, nih!”

“Lah? Agresif banget tuh cewek!”

Dafa tergelak sebentar dengan leluconku, sebelum menjawab,

“Enggak agresif, Bos. Dia baru landing dari Jakarta. Dari bandara naik kereta, dan baru sampai sini.”

“Ohhh..”

“Oke.. akan kutemui dia..”

Bumi kembali berputar kala kulangkahkan kakiku menuju lobi hotel.

Aku berdehem—Dan saat ia perlahan memutar tv buhnya..

…rasanya aku jatvh. Bukan tersandung, tapi tergelin-cir—ke ju-rang yang bahkan tak kukenali.

Wajahnya ayu. Sangat ayu untuk ukuran orang yang bekerja di belakang layar.

“Anda Pak Dev, kan?” tanyanya, suaranya... mera-yap masuk ke jantvngku.

Perasaan macam apa ini?

Tapi, segera kutepis perasaan aneh itu. Aku nggak mau terlalu berharap.

Cewek cantik biasanya kosong.

“I-iya.. pang-panggil aja Dev.”

Dia tergelak sebentar, mengulurkan tangan dan melanjutkan kalimatnya, “Intinya.. saya perlu tanya banyak hal tentang Pak—maksud saya kamu.. Dev.”

Kamu..?

Kami duduk berhadap-hadapan. Dia mengeluarkan ponsel dan meminta ijin untuk merekam obrolan kami berdua. Aku menyanggupinya.

“Jadi.. apa yang mau kamu tanyakan soal pekerjaanku?” aku mengawali percakapan, pura-pura santai.

Padahal ada yang berkecamuk di dalam sana.

“Saya denger dari Daffa, kamu belum menikah, ya? Kenapa?”

Tawa tipis lolos dariku, setengah kutahan demi geng-si, “Loh? Katanya mau riset tentang pekerjaanku. Kok pertanyaannya melen-ceng?”

“Jobdesk pekerjaanmu masih bisa dicari di internet. Aku cuma pengen tahu karaktermu aja.”

“Kalau pengen tahu karakterku, minimal kamu harus deket sama aku. Sebulan.. ehh, enggak.. enggak.. setahun mungkin. Mau?” mantap aku menjawab.

Aku tak bermaksud menggom-balinya tapi.. semburat merah jambu di pipinya itu menyadarkanku bahwa aku...

“Maksudmu paca-ran?”

“Ehm.. kalau bisa lebih dari itu.”

Lebih menenangkan. Tapi tetap saja, rasa ma-lu masih menim-bunku.

“Ada cara lain buat tahu karaktermu. Ceritain aja masa-masa kecilmu, Dev. Aku dengerin sampai selesai.”

Ekspresi yang tak pernah berhasil kutunjukkan pada keluarga, bahkan sahabat dekat.

Namun di hadapan perempuan ini…

Aku diizinkan menjadi diriku sendiri.

“4neh, ya? Waktu ngobrol sama kamu, saya seperti berbicara sama diri sendiri,” simpulku, lirih.

“Saya ikut seneng,” Rania mengangguk. Sekali. Tapi terasa memahami.

Dan aku mulai merasa, dia sepertinya tertarik padaku juga.

“Dev, makasih ya untuk hari ini,” katanya sambil berdiri, meraih tasnya.

Hey… mau ke mana kamu? Jangan dulu.

Tapi.. lidahku membeku

“Nggak masalah,” ujarku akhirnya— padahal diriku ingin berkata sebaliknya.

“Ini… sebagai tanda terima kasihku.” Ia mengulurkan sebuah kotak kayu vintage. Mirip korek api.

“Oleh-oleh dari Jakarta. Cuma buat pajangan, sih… tapi semoga berguna.”

Aku mengernyit. Tak pernah kuterima pemberian dari cewek manapun. MANAPUN. Tapi yang satu ini… sulit kutolak.

“Aku pamit dulu ya, Dev. Makasih…” Ia menunduk, bersiap pergi.

“Rania…”

Untuk pertama kali, aku memanggil namanya dengan hati yang tak lagi sama.

Dia menoleh.

Dan akhirnya aku menyerah dengan geng-siku.

“Emh… ayo ngobrol lagi. Besok malam. Kamu ada waktu, kan?”

Untuk kali pertama, waktu berjalan lambat—jelas saja, seumur hidup baru kali ini aku mengajak wanita ken-can.

Namun, wajah ramah itu seketika berubah. Ada apa?

“Maaf Dev, saya nggak bisa, saya mau nemenin suami saya ke luar kota.”

Suami?

Jadi.. dia udah punya suami?

Baca selengkapnya di KBM App ya 😊

Judul: Dear, Bini Orang

Penulis: naomisha91

#Novel

#KBM

#Naomisha91

4/28 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPengalaman bertemu dengan seseorang baru seringkali memberikan kesan mendalam dalam hidup kita. Dalam kisah ini, Dev yang awalnya hanya bersiasat santai, justru terhanyut dalam perasaan yang tak terduga saat bertemu dengan Rania, penulis naskah yang cantik dan misterius. Saya pernah mengalami situasi serupa saat bertemu seseorang yang dengan cepat bisa membuat kita merasa nyaman hanya dalam waktu singkat. Rania dengan caranya yang unik, mendengarkan cerita masa kecil Dev, benar-benar menciptakan ruang aman bagi Dev untuk membuka dirinya. Ini mengingatkan saya bahwa memahami seseorang tidak hanya soal mengenal pekerjaan atau aktivitas sehari-hari, tapi mengenal sisi terdalam karakter mereka, yang seringkali tersembunyi. Cerita ini juga menyentuh aspek psikologis dimana Dev merasa ragu dan takut untuk berharap, mengingat adanya stereotype tentang wanita cantik yang 'kosong'. Ini adalah kegelisahan yang umum dirasakan banyak orang, dan penggambaran tersebut menambah kedalaman karakter dalam narasi ini. Hal paling mengejutkan tentu saja ketika diketahui Rania ternyata sudah memiliki suami. Momen ini mengguncang ekspektasi dan membuka lapisan konflik internal dalam cerita. Dari pengalaman saya, menghadapi kenyataan yang bertolak belakang dengan harapan memang sangat menyakitkan, tapi juga mengajarkan pentingnya menerima realitas dan belajar dari tiap pertemuan. Tambahan kisah dari OCR yang menyebutkan adanya utang satu miliar yang melibatkan suami Rania, memberikan dimensi baru terhadap latar belakang masalah yang mungkin sedang dihadapi. Utang dan beban keluarga seringkali menjadi masalah pelik yang memengaruhi hubungan personal, dan saya bisa merasakan betapa kompleksnya situasi yang mungkin dialami Rania. Cerita ini bukan hanya sebuah roman biasa, tapi juga menggambarkan dinamika perasaan manusia yang rumit, keterbukaan, dan soal bagaimana kita saling percaya dan berjuang dengan kenyataan. Bagi pembaca yang pernah merasakan situasi serupa, pasti dapat menarik banyak pelajaran dari kisah ini tentang menerima orang lain apa adanya dan memahami bahwa setiap orang punya cerita yang tidak selalu terlihat dari luar.

Posting terkait

Sebuah tangan memegang terang bulan mini berwarna hijau pandan dengan tekstur berpori yang khas. Beberapa terang bulan mini lainnya terlihat di latar belakang, diletakkan di atas rak pendingin.
TERANG BULAN MINI
Resep Terang Bulan Mini 🌹 Bahan- Bahan 350gr ( 35 sdm ) Tepung Terigu 75-100gr ( 7 sdm ) Gula pasir ½sdt Garam 2 Butir Telur 450 ml air Vanili Cair Pasta Pandan Pewarna Kuning 🌹Campurkan (bahan tambahan): 6 sdm air 1 sdt baking powder 1 sdt soda kue 🌹 Cara Membuat Terang Bula
🅷🅾🅱🅱🆈 🅼🅰🆂🅰🅺

🅷🅾🅱🅱🆈 🅼🅰🆂🅰🅺

160 suka

3 Menu MPASI Jepang 7–8 Bulan yang Mudah Dicoba 🇯🇵🥣
Sedang mencari inspirasi menu MPASI untuk si kecil usia 7–8 bulan? 💛 Kali ini ada 3 kombinasi menu MPASI Jepang yang praktis, bergizi, dan menggunakan bahan sederhana yang mudah ditemukan. Mulai dari perpaduan protein hewani seperti ayam, ikan, dan shirasu, hingga sayuran kaya vitamin seperti la
Frizkilla Dinandra

Frizkilla Dinandra

12 suka

Gambar muka depan bertulis 'AMALAN Bulan Rejab Dan Ilmu Yang Wajib Kita Tahu' di atas sejadah dengan Al-Quran terbuka, menunjukkan topik utama artikel.
Gambar Kaabah di latar belakang dengan teks mengenai amalan pertama, 'Memperbanyakkan Doa', termasuk doa khusus bulan Rejab dalam bahasa Arab dan terjemahannya.
Gambar Al-Quran terbuka dan buah kurma di latar belakang, dengan teks mengenai amalan kedua, 'Berpuasa Sunat', menyenaraikan jenis puasa sunat yang digalakkan.
AMALAN BULAN REJAB
Mengapa Rejab Penting? Bulan Rejab merupakan salah satu daripada empat Bulan Haram (bulan yang dimuliakan) dalam Islam. Ia sering dianggap sebagai pintu masuk atau tempoh "menanam benih" sebelum kita melangkah ke bulan Sya'ban dan seterusnya Ramadan. Istilah "Bulan Haram"
Diari Suri rumah

Diari Suri rumah

455 suka

Gambar menunjukkan judul artikel "Punya Penghasilan 20 Juta Sebulan Kok Bisa? Ini Cara Cuannya!" dengan latar belakang uang kertas dan tampilan layar yang menyoroti angka Rp 22.500.000,00, mengilustrasikan potensi penghasilan besar.
Gambar menampilkan teks "Punya Lebih dari 1 Sumber Penghasilan" dengan penjelasan tentang freelance, produk digital, dan bisnis kecil, didukung latar belakang uang kertas dan laptop, menekankan diversifikasi pendapatan.
Gambar menunjukkan tangkapan layar situs web Coursera dengan teks "Investasi Ilmu = Investasi Uang", menjelaskan pentingnya belajar skill seperti copywriting dan digital marketing untuk meningkatkan penghasilan.
Cara Gaji Penghasilan 20 Juta Sebulan Bukan Mimpi🤑
Gaji 20 JUTA/BULAN? NGGAK CUMA MIMPI! 💰✨ Dulu cuma bisa ngayal… sekarang jadi kenyataan. Gimana caranya? Nih bocoran cuannya! ⬇️ 1️⃣ Multi Income Stream = Wajib! Jangan cuma andelin gaji. Freelance, jualan digital, side biz… semuanya bisa cuan kalau konsisten. 🔁💼 2️⃣ Ilmu = Aset! Inves
𝓜𝓸𝓭 ⚜️

𝓜𝓸𝓭 ⚜️

380 suka

Tampilan dekat sepiring menu diet 'Eat Clean' yang membantu penurunan berat badan 11 kg dalam 2 bulan, berisi ayam rebus, kentang, kol ungu, dan telur rebus.
Kolase sembilan piring menu makan siang dan malam yang bervariasi, terdiri dari protein (ayam, telur), karbohidrat (nasi, kentang), dan sayuran, sebagai bagian dari diet sehat.
Tangkapan layar riwayat penurunan berat badan dari 65 kg menjadi 59,3 kg antara 2 Oktober hingga 3 Desember, menunjukkan progres diet yang berhasil.
Turun 11kg dalam 2 bulan dengan Eat Clean
Ini adalah menu makan siang dan malam aku ketika lagi diet, dan Alhamdulillah selama dua bulan aku bisa turun sebanyak 11kg. Start from 70kg skrg 59kg. Rata-rata makanannya di rebus atau dikukus. Dan yang pasti harus seimbang, ada karbo, protein dan serat (sayuran). Protein bisa kamu dapat dari pro
P U T R I

P U T R I

237 suka

Lihat lainnya