🌸🌸🌸BAB_1: MALAM TERKUTUK
“Tolong… jangan sa kiti Naira. Dia nggak tahu apa-apa. Kalian mau apa? Bilang saja!”
Mataku sempat melirik ke arah pis au dapur yang tergeletak rapi di samping kompor. Jaraknya tak jauh. Aku bisa saja meraihnya.
“Mmpphh… mmpph…”
Langkahku terhenti.
Aku tidak sendiri.
Kalau aku gegabah, nya wa an akku yang jadi taru han nya.
“Kenapa Umi tolak aku?”
“Kenapa Umi tolak aku? Jawab, Mi!”
Aku membeku.
“Aku udah tulus mau lamar Umi. Tanah warisan bisa aku kasih buat Naira sama Baim. Aku ganteng…” Ia terkekeh sinis. “Apa karena aku bukan sarjana? Atau… karena aku mantan napi? Iya?!”
Aku menelan ludah.
Di sudut ruangan, temannya menye ringai. Sebi lah be lati menem pel di le her Naira. Mata anakku membelalak penuh ketakutan.
“Bu—bukan, Ris… sumpah, bukan karena itu…”
Suaraku nyaris tak terdengar.
“Umi cuma… Umi anggap kamu itu keponakan Umi. Selama ini Umi dekat sama Siti. Umi ting gal di sini juga karena kebaikan keluarga kalian. Umi nggak pernah anggap kamu sebagai…”
“Sebagai apa?” bisiknya taj am. “An ak kecil? An ak kemarin sore?”
Napasnya ka sar menerpa wajahku.
“Bukan… bukan gitu…” aku tergagap. “Umi… nggak pantas. Keluarga kalian terpandang di Medan. Umi cuma orang biasa…”
Aku bicara cepat, berharap bisa menenangkan kegi laannya.
Namun yang kulihat justru senyum sinis terukir di wajahnya.
“Alasan basi, Mi.”
Tatapannya berubah li ar.
“Sekarang takut? Biasanya aku sapa, dilirik pun enggak.” Ia mendekat, terlalu dekat. “Apa sena jis itu aku di mata Umi?”
Lututku ge me tar.
“Layani aku.”
Dunia seakan berhenti berputar.
“Apa…?” suaraku hampir tak keluar.
“Kenapa? Nggak selera sama yang muda?” Ia tersenyum miring. “Tenang aja, Mi. Aku bakal bikin Umi keta gihan.”
Tangannya mulai menang gal kan pakaian.
“Istighfar, Aris!” aku berseru panik. “Kamu masih muda! Kamu bisa dapat perempuan lain. Aku ini… lebih tua. Aku juga masih istri orang. Ini nggak pantas!”
Brak!
Prang!
Ia menin ju cermin di dinding. Pe cah berkeping-keping.
“Masih istri orang?!” suaranya meninggi. “Umi kira aku nggak tahu hidup Umi?!”
Tangannya menceng ke ram bahuku ka sar.
“Berarti memang aku nggak ada harga di mata Umi!”
Ia menyeretku menuju ka mar.
Aku meronta sekuat tenaga.
Namun tenaganya terlalu besar.
Aku kalah.
Bruk!
Tu buhku dilem par ke atas ran jang.
Pis au kembali menem pel di le her ku.
Di bawah langit-langit ka mar yang gelap, aku hanya bisa menatap kosong. Seolah masa depanku ikut menghitam bersama malam.
Aku terbangun dalam keadaan han cur.
Tu buhku lemas. Pakaianku compang-camping.
Di mana suamiku?
Mas Firly…
Apakah dia tahu apa yang terjadi padaku?
Atau… dia terlalu sibuk dengan dunianya sendiri?
Klik.
Suara notifikasi dari ponsel di bawah bantal membuatku tersen tak.
Tanganku ge me tar saat membukanya.
Sebuah pesan panjang yang diteruskan.
Pesan itu dari kakak perempuanku.
'Bilangin ya sama adek kakak itu. Jadi jan da nggak usah sok jual ma hal. Aku lho udah minta baik-baik. Kan kubilang kemaren sama dia. Kalo dia terima aku, nanti hasil gojek biar dia pegang semua. Di kumpul-kumpul untuk mas kawinnya.
Orang aku ngojek ini biar nggak nganggur ajanya di ru mah. Ru mah kontrakan punya mamakku ada tiga pintu. Ru mah aku ada. Ya walaupun ru mah orang tuaku kan. Tapi kan abangku udah punya rum ah sendiri. Jadi kalau kami nikah nanti, nggak palah ngontrak. Isi ru mah lengkap.
Deg!
Kali ini pesan yang masuk dari sebuah nomor asing. Apakah pesan ini dari Aris? Lututku lebmas. Tanganku tiba-tiba gemetar. Kepalaku terasa pusing bersamaan dengan pe rut yang mendadak terasa mu al.
Isinya…
Judul: JANDA MAHAL
Nama Akun KBM: Rara Cinderella
EKLUSIF hanya tayang DI KBM App





![🔥 KONTRAK PANAS TUAN MUDA 🔥 [CUPLIKAN BAB 4]](https://p16-lemon8-cross-sign.tiktokcdn-eu.com/tos-alisg-v-a3e477-sg/ocIDp7AtsQpg9CUfKkGBzcAEEDUaubAEGgfFtA~tplv-sdweummd6v-shrinkf:640:0:q50.webp?lk3s=66c60501&source=seo_middle_feed_list&x-expires=1810231200&x-signature=oX1kc%2FPBI%2FKCh0Q9Y0pBp0CfhqE%3D)


















