kita anak 90an bukan generasi Instan ...
selalu bisa memenuhi keinginan sendiri ...
paling cuma itu, ya suka dicariin emak karena sering kehilangan korek api kayunya didapur ...😆
Sebagai seseorang yang juga tumbuh di era 90an, saya sangat memahami betapa serunya masa kecil kita yang penuh dengan kreativitas dan kebiasaan unik. Salah satunya adalah memainkan petasan mercon busi yang penuh tantangan dan keseruan. Petasan ini bukan hanya sekadar hiburan, tapi juga menjadi simbol kemandirian dan keberanian kami, anak 90an. Selain bermain petasan, salah satu momen lucu yang selalu diingat adalah seringnya kehilangan korek api kayu di dapur. Kejadian ini biasanya membuat ibu atau emak kita harus sering mencarinya, yang kadang berujung pada tawa bersama. Korek api kayu yang sederhana itu ternyata punya peran besar dalam kehidupan sehari-hari kami, terutama untuk menyalakan petasan dan berbagai hal kecil lainnya. Pengalaman-pengalaman ini menegaskan bahwa kami bukan generasi instan. Kami belajar untuk mencari solusi sendiri, berkreasi dengan alat seadanya, dan menikmati masa kecil tanpa kebergantungan pada teknologi canggih. Keterbatasan tersebut justru menjadi pemicu kreativitas dan mempererat hubungan keluarga. Kini, mengenang masa itu memberi rasa hangat dan kebanggaan tersendiri. Walaupun zaman telah berubah dan teknologi semakin maju, kenangan tentang petasan mercon busi dan korek api kayu tetap menjadi cerita indah yang tak terlupakan. Bagi kita yang merasa bagian dari anak 90an, momen-momen sederhana ini mengajarkan nilai kemandirian, kesabaran, dan kebersamaan yang tak ternilai.












































