PATUK-Kecelakaan lalu lintas, yang melibatkan satu unit kendaraan roda empat, dan satu sepeda motor terjadi di wilayah hukum Polsek Patuk, tepatnya di Jalan Jogja - Wonosari Km 19, Padukuhan Ngasemayu 010/003, Kalurahan Salam, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (25/10) pagi.
Dibenarkan Kapolsek melalui Kanit Lantas Polsek Patuk Iptu Paryadi, bahwa peristiwa tersebut terjadi pada sekitar pukul 09.30 WIB, antara mobil Isuzu Panther AE-1063-X dan sepeda motor HONDA BEAT dengan Nomor Polisi (Nopol) AB-4026-RM.
Kronologis kejadian, diungkapkan Paryadi, sebelumnya sepeda motor Honda Beat AB-4026-RM yang dikendarai oleh Zahra Agitya Rahma Despinta (20) warga Siyono Wetan 63/10, Logandeg, Playen, Gunungkidul, melaju dari arah Wonosari menuju Jogjakarta dengan kecepatan sedang.
#info #news #update #gunungkidul #yogyakarta
sc @infogunungkidulcom
Sebagai yang sering lewat jalur Jogja–Wonosari, khususnya sekitaran Patuk, aku ngerasa jalur ini memang butuh ekstra waspada. Medannya naik-turun, beberapa tikungan cukup tajam, dan kadang ada kendaraan besar seperti truk atau bus yang jalannya pelan ataupun malah berkelok-kelok dengan cara yang berbahaya. Di kasus kecelakaan Isuzu Panther vs Honda Beat ini, kita jadi diingatkan lagi kalau kondisi jalan dan perilaku pengemudi lain itu sangat memengaruhi keselamatan. Salah satu hal yang sering orang sepelekan adalah menjaga jarak aman dan tidak mudah terprovokasi oleh gaya berkendara orang lain. Misalnya, kalau kita lagi mengemudi mobil di jalan raya yang lumayan ramai lalu lihat ada truk berjalan berkelok-kelok dengan cara yang mencurigakan, bisa jadi sopirnya mengantuk atau bahkan dalam keadaan tidak fit. Di situ, reaksi pertama yang muncul kadang cuma: "Ah, biarin aja, yang penting aku bisa nyalip." Padahal, menurutku cara pikir seperti itu justru berbahaya. Dari pengalaman dan juga beberapa materi etika berkendara yang pernah aku baca, ada beberapa langkah yang jauh lebih bijak dan harmonis secara sosial budaya di jalan. Pertama, jangan langsung nekat mendekat atau menyalip truk yang jalannya tidak stabil. Lebih baik jaga jarak aman, kurangi kecepatan, dan pastikan posisi kita di jalan cukup aman kalau sewaktu-waktu truk itu oleng. Kedua, manfaatkan ponsel (oleh penumpang, bukan pengemudi) untuk menghubungi pos polisi terdekat atau layanan darurat, lalu laporkan lokasi dan ciri kendaraan tersebut. Cara ini menurutku paling masuk akal untuk mencegah kecelakaan yang bisa melibatkan banyak orang. Menyorotkan lampu atau klakson keras-keras ke truk yang jalannya sudah membahayakan, di satu sisi mungkin dimaksudkan untuk mengingatkan, tapi di sisi lain bisa bikin sopirnya kaget dan malah kehilangan kontrol. Buatku, itu opsi terakhir dan tetap harus dilakukan dengan hati-hati. Lebih baik melibatkan pihak berwenang yang memang punya wewenang untuk menghentikan kendaraan tersebut. Kalau ada teman di samping yang tidak mengemudi, minta mereka yang melakukan panggilan telepon atau kirim laporan, sehingga pengemudi bisa tetap fokus pada jalan. Dari kejadian di Jalan Jogja–Wonosari ini aku pribadi jadi makin sadar, foto motor lecet habis jatuh atau berita kecelakaan yang sering seliweran di media sosial itu bukan sekadar konten. Di balik baret di bodi motor atau mobil, ada rasa kaget, trauma, dan kadang biaya perbaikan yang tidak sedikit. Karena itu, selain hati-hati dengan kecepatan sendiri, kita juga perlu peka terhadap tanda-tanda berbahaya dari kendaraan lain di sekitar kita. Intinya, berkendara itu bukan cuma soal bisa sampai cepat, tapi bagaimana kita saling jaga di jalan. Di jalur rawan seperti Jogja–Wonosari, apalagi daerah Patuk yang ramai dan banyak tikungan, aku sekarang lebih memilih sedikit lebih pelan tapi merasa aman. Kalau melihat kendaraan lain, entah itu truk, mobil, atau motor yang jalannya tidak wajar, aku berusaha untuk tidak cuek: jaga jarak, cari posisi aman, dan kalau memungkinkan, laporkan ke pihak berwenang. Semoga dengan sikap saling peduli seperti ini, kasus-kasus kecelakaan seperti Isuzu Panther vs Honda Beat di jalur ini bisa makin berkurang.










































itu korban nya dibiarin gitu apa udh meninggal ?