selada
pernah pesimis nanem selada krna kutilang terus (ternyata kurang cahaya matahari)
dan bnyak yang blg bagusan hidroponik, tapi coba terus dan nyatanya bisa kok tanam di media tanah pake pot botol bekas pulla, tetep subur dan gembul 😇
Aku dulu juga sempat bingung mau pilih tanam selada pakai hidroponik atau media tanah biasa. Akhirnya aku coba dua-duanya pakai botol bekas, karena di rumah banyak banget botol plastik nganggur. Ternyata dua cara ini sama-sama bisa, tinggal disesuaikan sama kondisi rumah dan waktu yang kita punya. Kalau mau coba cara menanam selada hidroponik dengan botol bekas, biasanya aku pakai sistem sumbu (wick system) yang simpel. Botol plastik dipotong jadi dua, bagian atas dibalik jadi seperti corong. Di tengah tutup botol dilubangi untuk sumbu (bisa pakai kain flanel atau sumbu kompor), lalu di bawahnya diisi larutan nutrisi hidroponik. Bagian atas diisi rockwool atau media tanam lain buat bibit selada. Penting banget, selada tetap kena cahaya matahari cukup, minimal 3–4 jam sehari. Sedangkan cara menanam selada di botol bekas pakai tanah menurutku lebih santai. Botol tinggal dilubangi kecil-kecil untuk drainase, lalu diisi campuran tanah gembur, sekam, dan kompos. Kalau nggak punya bibit, bisa juga belajar cara menanam selada air dari bonggol. Bonggol selada air dari pasar jangan langsung dibuang, bagian bawahnya direndam dulu di air sampai keluar akar, baru dipindah ke botol berisi tanah atau sistem hidroponik di botol. Untuk cara menanam selada air di botol bekas, aku sering pakai metode setengah air setengah media. Jadi bagian akar tetap terendam air, tapi bagian atasnya disangga pakai netpot atau bekas gelas plastik yang dilubangi. Airnya diganti rutin supaya nggak bau dan nggak jadi sarang nyamuk. Selada air ini sukanya lembap, tapi tetap butuh cahaya matahari yang cukup, jangan ditaruh di tempat yang terlalu gelap. Dari beberapa kali coba, menurutku kunci utama cara tanam selada air maupun selada biasa itu ada di cahaya matahari dan air. Dulu aku sempat pesimis karena tanamanku diserang kutilang dan kerdil, ternyata masalahnya kurang matahari. Setelah dipindah ke tempat yang lebih terang, selada jadi lebih subur dan daunnya lebar-lebar. Penyiraman juga jangan berlebihan, cukup sampai media lembap, bukan becek. Buat yang tinggal di lahan sempit, pakai botol bekas itu membantu banget. Kita bisa gantung vertikal di dinding atau pagar, satu botol satu tanaman. Selain hemat tempat, rasanya puas banget bisa panen selada sendiri dari botol bekas yang tadinya mau dibuang. Jadi kalau kamu baru mau mulai, nggak usah ragu. Coba dulu satu-dua botol, nanti pelan-pelan bakal ketemu cara yang paling cocok sama kondisi rumahmu.









































Lihat komentar lainnya