Bu ibu semua pasti pengen punya rumah yg cantik, rapi, estetik, dan bikin betah. Apalagi sekarang banyak banget inspirasi dekorasi rumah di Pinterest, Instagram, sampai TikTok, dari gaya minimalis, industrial, sampai yang Korea look banget.
Tapi... pernah kepikiran nggak sih, ada dekorasi yang justru bisa bikin malaikat nggak mau masuk rumah? 😱
Yes, dalam Islam ada beberapa jenis hiasan atau dekorasi rumah yang sebaiknya dihindari. Bukan karena Islam anti estetika ya, tapi lebih ke perlindungan akidah dan adab terhadap Allah.
Lebih detailnya sudah aku bahas diatas👆
Ternyata ada beberapa hal yang haram dalam islam tapi nggak sengaja kita pakai atau kita gunakan.
Dulu dirumahku pernah ada patung kuda, terus langsung bapakku buang, katanya itu gak boleh dipajang.
Rumah yg indah itu bukan cuma dari penampilan fisiknya, tapi juga dari suasana spiritual di dalamnya. Kalau rumahmu penuh dzikir, bersih dari gambar/patung makhluk bernyawa, dan bebas dari unsur syirik, InsyaAllah jadi tempat yang disenangi malaikat, bukan jin atau syaitan.
... Baca selengkapnyaWaktu awal nikah, aku juga kebawa tren dekorasi Pinterest: pajangan figura foto besar, print anime favorit, sampai patung kuda kecil di rak TV. Jujur, dulu nggak kepikiran sama sekali soal hukumnya dalam Islam, pokoknya yang penting lucu dan estetik. Baru setelah belajar pelan‑pelan dari kajian dan baca beberapa hadits, aku mulai paham kenapa ada hiasan rumah yang ternyata dilarang.
Soal **lukisan dan foto makhluk bernyawa**, yang sering ditanya adalah: boleh nggak sih dipajang? Dari yang aku pelajari, ulama banyak menjelaskan bahwa memajang gambar makhluk bernyawa secara utuh (manusia, hewan) di dinding rumah itu sebaiknya dihindari, apalagi kalau ukurannya besar dan jadi fokus ruangan. Ada hadits tentang malaikat yang tidak masuk rumah yang di dalamnya ada gambar atau patung. Makanya, sekarang aku menghindari lukisan wajah, foto besar yang dipajang, atau poster karakter kartun di ruang utama.
Kalau untuk **foto keluarga**, ada yang memilih tetap menyimpan tapi tidak dipajang di dinding, misalnya disimpan di album, atau disimpan di HP/laptop saja. Ada juga yang memilih print kecil lalu diletakkan di rak tapi tidak terlalu menonjol. Di sini biasanya kita ikut pendapat ustaz atau ulama yang kita percaya, dan tetap berusaha hati‑hati.
Lalu bagaimana dengan **lukisan yang boleh dipajang menurut Islam**? Banyak banget opsi yang aman dan tetap cantik:
- Lukisan atau poster pemandangan alam: gunung, laut, langit, pegunungan, bunga (tanpa tampilan wajah makhluk bernyawa).
- Motif abstrak, geometris, atau pattern ala Maroko/Turki.
- Kaligrafi ayat Al‑Qur'an, Asmaul Husna, atau quotes islami, dengan catatan ditempatkan di tempat yang terhormat: bukan di dekat kamar mandi, tidak di area yang sering terinjak atau terkena kotoran.
Ada juga yang bertanya soal **hadits larangan memajang foto di rumah**. Dari hadits itu, ulama menjelaskan bahwa larangannya lebih ke arah pengagungan gambar, patung, dan kebiasaan jahiliyah yang dulu menyembah berhala. Karena itu, kita dianjurkan menjauh dari dekorasi yang bisa menyerupai hal itu, seperti patung manusia/hewan atau koleksi figurine yang dipajang seperti "koleksi kesayangan".
Selain itu, ada tema lain yang sering bikin bingung: **satu rumah dihuni 3 keluarga dalam Islam, boleh nggak?** Dari sisi fiqih, tinggal bareng beberapa keluarga dalam satu rumah itu boleh saja selama adab‑adabnya dijaga: aurat antar non‑mahram tetap tertutup, ada pembagian ruang yang jelas, dan tidak menimbulkan banyak pertengkaran. Tantangannya lebih ke kenyamanan, privasi, dan menjaga prasangka baik. Jadi kalau satu rumah isi 3 keluarga, usahakan:
- Atur kamar terpisah dan pintu kamar selalu tertutup.
- Buat jadwal pakai kamar mandi dan dapur supaya nggak saling mengganggu.
- Sepakati aturan bersama soal tamu, volume TV, kebersihan, dan lain‑lain.
Sekarang dekorasi rumahku lebih simpel: tanaman hias, kaligrafi yang ditaruh agak tinggi, rak buku islami, plus sedikit sentuhan kayu biar hangat. Ternyata tanpa patung dan lukisan makhluk bernyawa pun rumah tetap bisa estetik. Yang penting, kita pelan‑pelan belajar dan perbaiki, nggak harus langsung sempurna. Yang penting niatnya pengen rumah jadi tempat yang nyaman buat keluarga dan disenangi malaikat, bukan sebaliknya.
Lihat komentar lainnya