2008 udah mulai nulis buku harian, nulis apa sih? Cowok yang aku suka + mimpi2ku!
Ternyata gapapa loh nulisin ke keselan kita, kesedihan kita atau hal yang tidak bisa kita ungkapkan, ga semua orang punya kapasitas untuk bisa curahkan isi hatinya ke orang lain, namun lewat lembar demi lembar kita bisa lebih jujur, dan ternyata dari 2008 emang aku tuh ga bisa boong kalau suka sama temen sekelasku.
Siapa sangka akhirnya kita terus mengisi hari kita satu sama lain dengan jadi Human Diary satu sama lain, cerita hal random tentang sekolah, jalanin usaha bareng eh ternyata akhirnya kita menikah 😆😍😛
Cobain deh nulis, apapun itu! Tuliskan! Karena kita gapernah tau bahwa ternyata hal yang jujur itu kadang cuma berani kita ungkapkan lewat menulis!!!
2025/9/19 Diedit ke
... Baca selengkapnyaPas pertama kali mau mulai nulis, aku juga bingung: isi buku diary tentang cinta itu apa aja sih? Takut lebay, takut ketahuan orang, takut malu kalau dibaca lagi beberapa tahun ke depan. Tapi ternyata justru dari halaman-halaman yang terlihat "norak" itu aku bisa ngelihat perjalanan cintaku dari 2008 sampai sekarang.
Kalau kamu juga lagi mau mulai nulis diary tentang cinta, ini beberapa ide isi yang pernah aku tulis dan kerasa banget manfaatnya:
1. Cerita pertama kali suka sama dia
Tulis aja sederhana: kapan pertama kali kamu sadar suka, momen persisnya di mana, waktu itu dia lagi ngapain, dan perasaan apa yang kamu rasain. Di buku diary aku, halaman 2008 penuh sama cerita naksir temen sekelas, dari cara dia ketawa sampai hal-hal kecil yang bikin aku klepek-klepek.
2. Perkembangan hubungan kalian
Di tahun-tahun berikutnya, isi buku diary tentang cinta aku berubah. Bukan cuma "aku suka dia", tapi mulai nulis obrolan random kami, first date, pertama kali nonton bareng, sampai momen kami jadi semacam "Human Diary" satu sama lain. Seru banget kalau dibaca lagi, berasa nonton series cinta versi diri sendiri.
3. Mimpi dan rencana bareng
Di sekitar 2014–2018, aku mulai nulis mimpi-mimpi: pengin kuliah di mana, pengin kerja apa, sampai imajinasi kalau suatu hari bisa foto bareng di depan UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA. Ternyata beberapa tahun kemudian beneran kejadian, dan aku punya bukti di diary kalau dulu itu cuma mimpi yang aku tulis.
4. Fase LDR, berantem, dan ragu-ragu
Buku diary tentang cinta nggak harus isinya bahagia terus. Aku juga tulis masa-masa LDR, berantem nggak jelas, ngerasa insecure, takut hubungan ini nggak berhasil. Kadang nulis jujur tentang sedih dan sebel lebih lega daripada curhat ke orang yang belum tentu paham.
5. Momen spesial tiap tahun
Lucu juga bikin semacam highlight per tahun kayak di foto-foto: 2008 awal naksir, 2014 makin dekat, 2018 wisuda dan foto bareng, 2022 jalan bareng bawa koper, 2023 liburan naik perahu, sampai perayaan ulang tahun dengan kue lucu. Setiap momen spesial bisa kamu tulis detail: suasana, tempat, dialog yang kamu ingat, dan perasaanmu saat itu.
6. List hal-hal kecil yang kamu syukuri tentang dia
Kadang aku bikin list: hal-hal sederhana yang bikin aku jatuh cinta lagi. Misalnya dia sabar, dia ingat hal-hal kecil yang aku suka, atau cuma cara dia dengerin cerita recehku. Ini jadi pengingat manis pas lagi capek atau lagi berantem.
Tips biar konsisten nulis isi buku diary tentang cinta:
- Nggak perlu tiap hari, cukup pas ada momen atau perasaan kuat.
- Kamu bisa tulis campur: cinta + sekolah/kuliah + kerjaan + mimpi.
- Nggak harus rapi, yang penting jujur. Justru kejujuran itu yang nanti kerasa banget pas dibaca ulang.
Buat aku, buku diary itu saksi hidup. Dari cuma suka temen sekelas di 2008, jadi partner usaha, teman cerita, sampai akhirnya menikah. Kalau kamu sekarang lagi di fase baru mulai naksir atau baru PDKT, siapa tahu beberapa tahun lagi isi buku diary tentang cinta kamu juga berubah jadi catatan perjalanan sampai pelaminan. Nggak ada yang tahu, tapi semuanya bisa kamu mulai dari satu halaman kosong dan satu kalimat jujur hari ini.