Hidup setelah patah tulang kaki, emang bisa lincah
Hai kaka semua, dulu aku adalah orang yang sangat aktif berkegiatan, dan orang yang menjaga body,
semua berbeda setelah aku mengalami kecelakaan, dan patah tulang kaki.
Jelas semua ritme olahraga berubah, gak kuat seperti dulu.
apa aja yang aku lakukan untuk memperkuat kaki ku biar mendekati perfom ku dulu ikuti threads ku yak
Waktu pertama kali patah tulang kaki, hal paling kerasa banget buat aku adalah tiba-tiba harus bergantung sama kursi roda. Dulu aku super aktif, ke mana-mana jalan sendiri, olahraga juga rutin. Tiba-tiba harus duduk di kursi roda seharian itu nggak mudah, baik fisik maupun mental. Hal pertama yang aku pelajari: pilih kursi roda yang benar-benar sesuai kebutuhan. Untuk kaki patah, aku cari kursi roda yang sandaran kakinya bisa dinaik-turunkan, jadi kaki yang cedera bisa tetap ditopang dan nggak menggantung. Dokter juga sempat bilang, posisi kaki itu penting supaya bengkak nggak makin parah dan tulang bisa menyatu dengan baik. Di awal-awal, aku lebih banyak pakai kursi roda di dalam rumah. Aku atur ulang posisi furnitur biar jalur gerak kursi roda lebih lega, misalnya geser meja, singkirkan karpet yang tebal, dan kalau bisa tingginya tempat tidur disesuaikan supaya gampang pindah dari kursi roda ke kasur. Jujur, pindah posisi dari kursi roda ke kasur atau ke sofa itu butuh latihan dan bikin pegal, jadi jangan kaget kalau di awal terasa canggung. Untuk aktivitas di luar rumah, aku belajar pakai kursi roda lipat yang lebih ringan, biar kalau naik mobil itu lebih gampang dilipat dan dimasukkan ke bagasi. Biasanya aku minta bantuan keluarga buat dorong, tapi lama-lama aku belajar dorong sendiri di permukaan yang rata, sekadar jalan-jalan di sekitar rumah biar nggak terlalu stres di dalam kamar terus. Selain itu, aku juga pelan-pelan mulai latihan ringan sambil duduk di kursi roda. Misalnya latihan menguatkan otot paha dan betis kaki yang sehat, dan gerakan kecil yang aman buat kaki yang patah (tentu setelah dapat izin dokter). Buat aku, yang penting badan tetap aktif semampunya, supaya waktu nanti sudah boleh lepas kursi roda, transisinya ke tongkat atau jalan pelan-pelan tidak terlalu kaget. Dari sisi mental, pakai kursi roda sempat bikin aku insecure banget, apalagi di usia 40-an. Aku sering mikir, "Bisa nggak ya balik lincah lagi?" Tapi setelah lihat progres sedikit demi sedikit – dari full di kasur, lalu di kursi roda, lalu bisa berdiri pakai bantuan – aku belajar buat lebih menghargai proses. Aku juga banyak cari cerita orang lain yang pernah patah tulang dan pakai kursi roda, dan itu lumayan menguatkan. Kalau kamu lagi cari kursi roda untuk kaki patah, menurutku penting banget tanya dulu ke dokter atau fisioterapis: apakah perlu sandaran kaki yang bisa diangkat, perlu sandaran punggung yang lebih tinggi, atau cukup yang standar. Sesuaikan juga dengan kondisi rumah dan siapa yang bakal bantu dorong. Jangan lupa cek bantalan duduknya nyaman, karena duduk lama di kursi roda bisa bikin bokong dan punggung cepat pegal. Sekarang, meski belum bisa 100% seperti sebelum kecelakaan, aku sudah jauh lebih mandiri dibanding awal. Kursi roda buat aku bukan simbol kelemahan, tapi alat bantu sementara yang menolong aku melewati masa paling sulit setelah patah tulang kaki. Jadi kalau kamu lagi di fase ini, pelan-pelan saja, nikmati setiap progres kecil, dan jangan malu pakai bantuan apa pun yang bikin hidupmu lebih mudah.














































semangat terus kaka... semoga dengan latihan yang konsisten bisa membuat tubuh kembali seperti sebelumnya