Dari Buku Yang Ditulis Usai Berpisah karya Arman Dhani kita tahu bahwa berpisah dan terluka adalah proses panjang yang harus dilalui dan dihadapi siapapun dan cara beradaptasi yang terbaik adalah dengan mencoba.
Bagian mana yang sedang kamu coba untuk meredakan sesaknya patah hati?
Yang Ditulis Usai Berpisah_Arman Dhani
2025/11/13 Diedit ke
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali baca "Yang Ditulis Usai Berpisah" karya Arman Dhani, aku lagi di fase sakit hati yang lumayan parah. Rasanya seperti semua hal yang dulu bikin bahagia mendadak hilang makna. Dari situ aku pelan-pelan belajar, kalau pertanyaan "jika kita sakit hati apa yang harus dilakukan" ternyata nggak punya jawaban instan, tapi ada beberapa langkah kecil yang bisa dicoba.
Hal pertama yang aku lakukan adalah mengakui dulu kalau aku memang sedang terluka. Kedengarannya sepele, tapi sering kali kita pura-pura kuat, pura-pura nggak apa-apa, padahal hati remuk. Dari buku itu aku merasa divalidasi: emosi sedih, marah, kecewa, bahkan ingin menyalahkan diri sendiri, semuanya manusiawi. Jadi aku mulai membiasakan diri untuk jujur, entah lewat nulis di jurnal, curhat ke teman yang bisa dipercaya, atau sekadar nangis sendirian di kamar tanpa merasa lebay.
Langkah kedua, aku mencoba memberi batasan dengan hal-hal yang memicu luka makin dalam. Misalnya, berhenti stalking media sosial mantan, menyimpan dulu barang-barang yang terlalu banyak kenangan, dan mengurangi lagu-lagu yang bikin makin mellow. Bukan berarti lari dari kenyataan, tapi memberi ruang supaya hati bisa bernapas. Dari Arman Dhani aku belajar bahwa menjaga diri sendiri setelah perpisahan itu bukan egois, tapi bentuk sayang ke diri sendiri.
Hal ketiga yang perlahan membantu adalah membuat rutinitas baru. Patah hati sering bikin hidup seolah berhenti di satu momen, padahal sebenarnya waktu tetap jalan. Aku mulai dengan hal kecil: jalan pagi tanpa handphone, baca buku lain selain tema cinta, nonton film komedi, atau ikut kelas online singkat. Poin dari gambar rangkuman buku itu sangat kerasa di sini: hidup harus terus berjalan, meski pelan, meski masih sakit.
Selain itu, aku belajar untuk nggak menghakimi proses sendiri. Ada hari yang terasa kuat dan bisa tertawa, tapi besoknya bisa saja kembali nangis tanpa alasan yang jelas. Dulu aku merasa lemah kalau seperti itu, tapi setelah baca buku dan lihat bahwa emosi itu naik turun, aku lebih menerima: semua emosi valid. Yang penting, selama sakit hati itu kita nggak menyakiti diri sendiri atau orang lain.
Terakhir, aku mencoba memaknai perpisahan sebagai bagian dari perjalanan, bukan akhir dari segalanya. Bukan berarti harus berterima kasih pada luka, tapi menyadari kalau dari pengalaman pahit itu, aku jadi lebih kenal diriku sendiri: apa yang sebenarnya aku butuhkan, batas mana yang nggak boleh lagi kutoleransi, dan seperti apa hubungan yang lebih sehat ke depannya.
Jadi, kalau kamu sekarang lagi bertanya dalam hati, "jika kita sakit hati apa yang harus dilakukan?", mungkin jawabannya bisa dimulai dari sini: akui dulu lukanya, jaga dirimu sebaik mungkin, beri ruang untuk berproses, dan izinkan waktu bekerja. Pelan-pelan nanti sesaknya akan berkurang, bahkan kalaupun nggak hilang total, ia akan berubah jadi sesuatu yang lebih mudah kamu terima.
Tersimpan patah luka sakit perih yg tak nampak Dimata orang lain yg bisa kusembuh kan sendiri selama puluhan tahun aku tak tau apa ada dunia dan lain lain nya yg aku dunia ini penuh dengan kegelapan. aku berjalan tertatih tatih mencari seberkas cahaya aku bangun kembali dengan segala kekuatanku AlHAMDULILAh aku berhasil Tuhan menolongku dalam setiap langkah ku yg selalu kuiringi dengan doa aku bisa meng hangatkan kembali keluarga ku dan menerangi lagi.hidupku yg selama ini kubangun dalam kegelapan Tapi Tuhan tak putus putus nya memberi ku ujian kini hati ku kembali seperti dulu luka aku jadi kembali ingat kenangan pahit hidupku .Ya ROB aku tak kuat lagi menerima semua ini.
Tersimpan patah luka sakit perih yg tak nampak Dimata orang lain yg bisa kusembuh kan sendiri selama puluhan tahun aku tak tau apa ada dunia dan lain lain nya yg aku dunia ini penuh dengan kegelapan. aku berjalan tertatih tatih mencari seberkas cahaya aku bangun kembali dengan segala kekuatanku AlHAMDULILAh aku berhasil Tuhan menolongku dalam setiap langkah ku yg selalu kuiringi dengan doa aku bisa meng hangatkan kembali keluarga ku dan menerangi lagi.hidupku yg selama ini kubangun dalam kegelapan Tapi Tuhan tak putus putus nya memberi ku ujian kini hati ku kembali seperti dulu luka aku jadi kembali ingat kenangan pahit hidupku .Ya ROB aku tak kuat lagi menerima semua ini.