Seandainya di revitalisasi lagi, pasti megah sekali ya,, sekarang sudah berganti pemukiman warga
Pulau Kenanga, yang dikenal sebagai Cemeti, bukan sekadar pulau biasa. Dibangun sejak tahun 1758 M, pulau ini merupakan bagian dari Pesanggrahan Tamansari sekaligus tempat peristirahatan tertutup bagi Sultan dan keluarganya. Bangunannya yang kuat dan megah, termasuk Sumur Gumuling dan terowongan bawah air, menunjukkan keunikan arsitektur dan teknologi pada masanya. Dulu, pengunjung dapat menikmati pemandangan danau yang indah dengan menggunakan sampan untuk menuju pulau ini. Villa Raja yang ada di tengah danau menambah pesona tempat tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, lokasi ini berubah menjadi pemukiman warga yang kini menjadi bagian dari dinamika kota Yogyakarta. Bagi saya sendiri, menyusuri jejak sejarah Pulau Kenanga membuat lebih menghargai bagaimana sebuah tempat dapat bertransformasi dari situs bersejarah menjadi area hunian tanpa kehilangan nilai historisnya. Revitalisasi kawasan ini akan menjadi langkah penting agar generasi mendatang tetap dapat mengenal dan menikmati karya sejarah yang telah diwariskan.





















































































































































