Yagitudeh
Menjadi seorang dosen dan dokter bukanlah pekerjaan yang mudah. Dari pengalaman pribadi, saya tahu betul bagaimana rasanya berhadapan dengan jadwal yang padat dan penuh tekanan setiap hari. Suami saya yang seorang dokter sering harus siaga mulai dari tengah malam hingga dini hari, menghadapi berbagai kondisi pasien yang mendesak. Sementara itu, saya sebagai dosen S3 harus menyiapkan materi kuliah, membimbing mahasiswa, serta mengerjakan revisi bahan ajar di tengah kesibukan tersebut. Kadang kala, kami harus berjuang mengatur waktu agar tetap bisa menjalankan tugas masing-masing dengan baik tanpa mengabaikan keluarga. Misalnya, setelah ujian selesai, pikiran masih terkadang kalut karena harus mengoreksi hasil dan mempersiapkan perkuliahan berikutnya. Bahkan di siang bolong, suami saya harus menangani kasus darurat yang tidak terduga. Cerita ini bukan hanya tentang pekerjaan, tapi juga tentang bagaimana dedikasi dan kecintaan terhadap profesi membuat kami kuat menghadapi berbagai tantangan. Untuk teman-teman yang juga menjalani profesi serupa, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan menyempatkan waktu untuk me-refresh pikiran agar bisa memberikan yang terbaik dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi.



































