KISAH NYATA
*Kado Berpita Biru*
Di mata keluarga dan tetangga, Kak Rio adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Anak emas kebanggaan rumah ini berhasil tembus universitas negeri mentereng di Jakarta. Tiap bulan, uang kiriman dari bapak dan ibu selalu lancar mengalir ke rekeningnya buat biaya hidup dan kuliah.
Padahal, semua itu cuma bualan busuk.
Ria, adiknya yang masih SMA, tak sengaja menemukan kenyataan pahit itu empat tahun lalu. Tepat di hari wisuda abal-abal Rio, Ria tak sengaja membongkar lemari kamar kakaknya dan mendapati sebuah amplop cokelat besar yang dilakban rapat. Isinya selembar surat penolakan resmi dari kampus impian itu.
Saat Rio mendapati adiknya memegang surat itu, kepanikannya berubah jadi kesadisan. Dengan dalih khilaf dan takut nama baiknya hancur, Rio tega membekap Ria hingga tew4s.
Orang tua mereka percaya saja kalo pembunuhnya mungkin preman.
Kejahatan itu menemui jalan buntu. Tersimpan rapat selama empat tahun. Tanpa cela. Tanpa rasa bersalah. Rio bahkan lulus "kuliah" fiktifnya dan hidup mewah dari jerih payah orang tuanya.
Sampai akhirnya, siang itu, sirine alat berat berbunyi nyaring di depan rumah. Proyek pelebaran jalan nasional membuat rumah mereka harus digusur total oleh pemerintah.
Rio yang sudah jadi sarjana sukses hanya bisa berdiri terpaku melihat eskavator mulai merubuhkan tembok belakang. Saat itu ibu membereskan sisa barang di kamar Ria yg selama ini dikunci Rio.
Saat ibu melihat kado yg tak pernah dibuka disamping kado ibu melihat amplop yg dilakban. Dari sini lah semua jya terkuak.
Kado yg tak pernah disentuh sedikit pun oleh Rio karena keburu gelap mata.
Polisi yang ikut mengawasi penggusuran langsung mengamankan kotak tersebut. Saat dibuka di hadapan petugas, di dalam kotak itu terselip amplop tua yang sama persis dengan yang ada di lemari Rio empat tahun lalu: surat penolakan kuliah, disertai secarik kertas kecil tulisan tangan Ria.
"Rasa sayang dan rahasia ini bakal aku bawa mati."
Seketika, muka Rio pucat pasi. Alat berat di luar terus menderu, seolah bersiap merobohkan bukan cuma rumahnya, tapi juga seluruh kebohongan yang ia bangun di atas darah adiknya sendiri...
#kontenhoror #kadoberpitabiru #kisahnyata #cerpenhoror #bismillahfyp


























































lumayan lah untuk bacaan .semangat ya.