KISAH NYATA
*Operasi Maut Dokter Adi*
Kenalin, Dokter Adi. Dokter "ganteng" lulusan luar negeri (katanya), yang mangkal di klinik kecantikan paling ujung antah-berantah. Alasannya klasik: biar pasien tenang dan recovery-nya cepet. Padahal aslinya? Biar tetangga nggak curiga kalau ada suara jeritan dan rintihan aneh dari ruang bedah.
Tarifnya nggak ngotak: Rp155 juta pas sekali oplas, belum termasuk obat bius, vitamin, sama biaya kontrol bulanan. Sumpah, niat Adi cuma satu: kaya jalur instan. Masalahnya, skill oplasnya masih level amatiran. Seringan tekor ketimbang rapi.
Mekanismenya simpel ala Adi:
* Kalau berhasil: Ya Alhamdulillah, pasiennya glowing, Adi ketiban rezeki nomplok. Pasien bisa pulang kerumah dan ketemu keluarga. Tapi
* Kalau gagal (alias muka hancur sebelah/leher miring): Selesai sudah. Korban langsung disuntik mati, dibawa ke belakang, lalu dimutilasi rapi biar nggak ketahuan.
Wah, udah nggak kehitung. Dari selebgram galau sampai tante-tante kurang kerjaan. Sampai akhirnya, malam jumat kliwon kemarin, apes bener nasib si Adi.
Kliniknya kedatangan tamu rombongan. Ada lima orang wanita bergaun putih kumal, muka mereka penuh perban busuk yang rembes darah.
"Dok... muka saya kok rasanya gatal ya?" kata si pasien pertama sambil ngelepas perbannya sendiri. Buset! Daging pipinya copot separuh, nampak tulang rahangnya yang putih nyengir.
Adi mau teriak, tapi kakinya lemas kayak agar-agar.
Pasien kedua, ketiga, sampai kelima maju serentak. Ada yang hidungnya copot, ada yang mata nya juling sebelah. Mereka bukan hantu gentayangan biasa, tapi para korban mutilasi yang nagih pertanggungjawaban dunia-akhirat.
"Dokter bilang 155 juta bikin cantik... tapi kok janji manismu beda sama pisau bedahmu?" bisik mereka serempak.
Malam itu, klinik terpencil Adi mendadak berubah fungsi. Bukan lagi tempat operasi plastik, tapi ruang eksekusi masal.
Bedanya, sekarang si dokter amatiran lah yang jadi pasien, dioperasi tanpa bius, dipotong-potong sampai nggak berbentuk, persis seperti apa yang dia lakuin ke mangsa-mangsa nya dulu.
Apa Kalian Mau coba perawatan instan ala Dokter Adi juga...??
#kontenhoror #ceritamisteri #operasimautdokterganteng #cerpenhoror #bismillahfyp



































































