19thn Tak Terlacak Ditemukan Karena Foto AI
*19thn Kabur. Tertangkap karena Foto AI*
Malam itu, di sebuah hotel berbintang lima di kota pelabuhan, Bima yang kini sudah beruban dan akrab disapa Pak Haji Malik, sedang menikmati kopi hitamnya sambil merapikan pidato kampanye. Sebentar lagi, jabatannya sebagai wali kota tinggal selangkah. Di sebelah sofa, Andi—mantan tentara yang jadi tangan kanannya—mengotak-atik ponsel dengan gelisah.
"Bang, lu liat berita lokal tentang kasus Gendis? Polisi pensiunan di sana lagi viral gara-gara pamer muka buronan hasil filter AI terbaru. Katanya teknologi 2026 ini makin gila, bisa nembus bedah plastik," bisik Andi,
Keringat dingin mulai merembes di jidatnya.
Bima tertawa meremehkan. "AI goblok. Muka gua udah beda total, hidung udah ditirusin, KTP juga asli bikinan kelurahan sini. Mana mungkin ketahuan setelah sembilan belas tahun?"
Belum sempat kopi Bima habis, pintu kamar hotel digedor keras.
Brak! Brak! Brak!
"Buka! Polisi!" suara teriakan tegas menggema dari luar.
Andi panik, mencoba meraih pistol di laci, tapi pintu keburu dijebol. Sekelompok aparat bersenjata lengkap langsung merangsek masuk, menodongkan laras panjang. Di barisan paling depan, berdiri seorang pria paruh baya dengan mata tajam menatap Bima penuh dendam—polisi yang sama, yang sejak 2007 tak pernah berhenti mencari jejak mereka.
"Bima... alias Malik. Dan Andi," ujar sang polisi dingin sambil menunjukkan layar tablet.
Di layar itu, terpampang jelas foto rekayasa AI buatan sang detektif: memadukan sketsa wajah Bima muda tahun 2007 dengan foto KTP lama, lalu diprediksi penuaannya. Hasilnya? Seratus persen mirip dengan wajah Pak Haji Malik yang berdiri gemetar di hadapannya.
"Sembilan belas tahun lu tidur nyenyak di atas darah Gendis dan bayi kembarnya," bisik polisi itu tepat di telinga Bima yang diborgol.
Tiba-tiba, ruangan hotel yang ber-AC itu mendadak berhawa dingin luar biasa.
Bau anyir darah campur kembang melati menyeruak pekat. Di sudut ruangan yang remang, di balik bayangan tirai jendela, berdiri sesosok perempuan berambut panjang dengan gaun putih berlumuran darah.
Di gendongannya, ada dua sosok bayi mungil yang menangis lirih tanpa suara, menatap Bima dengan mata kosong bernanah.
Bima menjerit histeris, meronta-ronta ketakutan bukan cuma karena borgol polisi, tapi karena Gendis dan si kembar akhirnya datang menagih janji...
#bismillahfyp #19thntakterlacakditemukankarenafotoai #kontenhoror #cerpenhoror #kisahmisteri




























































tlsn n bsna.....