Tahu sutra bumbu seblak 🤣
Emang ada aja identya hehee #KeseharianKu #Masakansederhana #idemasakan #fypシ #tugasistri
Akhirnya aku nemu cara memasak tahu sutra yang bikin nagih, walau pakai bumbu seblak ala kadarnya di rumah. Awalnya sempat mikir ribet, tapi kayak di tulisan di foto: "Tidak akan ada habisnya, jika semuanya terus dipikirkan, jalani saja, soal sulit atau mudahnya biar Tuhan yang menentukan." Jadi aku coba aja pelan‑pelan. Biasanya aku mulai dari milih tahu sutra yang teksturnya masih bagus, nggak terlalu lembek. Aku suka rendam sebentar di air garam hangat supaya rasanya lebih gurih, baru setelah itu ditiriskan. Kalau mau digoreng dulu biar nggak gampang hancur, bisa dilapisi sedikit tepung maizena tipis-tipis, lalu goreng dengan minyak panas sedang sampai permukaan luar agak kering, tapi dalamnya tetap lembut. Untuk bumbu seblaknya, aku pakai bawang putih, bawang merah, kencur, cabai rawit dan cabai keriting. Semua dihaluskan, lalu ditumis sampai harum. Kadang aku tambah sedikit gula, garam, dan kaldu bubuk biar rasanya lebih balance, nggak cuma pedas. Kalau suka, bisa juga tambahin irisan sosis, bakso, atau sayuran seperti kol dan daun bawang supaya lebih lengkap. Tahu sutra dimasukkan terakhir ke dalam tumisan bumbu seblak, jangan diaduk terlalu kasar, cukup digoyang-goyang wajan pelan, jadi tahu tetap utuh dan nggak hancur. Tambah air secukupnya kalau mau ada kuah, atau biarkan agak kental kalau sukanya versi tumis. Menurutku, cara memasak tahu sutra itu kuncinya sabar sama api kompor. Pakai api kecil-sedang, jangan terburu-buru, karena tekstur tahu sutra memang gampang pecah. Kalau lagi capek atau banyak yang dipikirin, masak menu sederhana kayak gini lumayan jadi healing kecil di rumah. Jalani saja prosesnya, jangan terlalu dipikirin sempurna atau tidak, yang penting bisa jadi lauk nikmat buat diri sendiri dan keluarga. Kalau kamu punya versi bumbu seblak beda, boleh banget eksplor sendiri. Tahu sutra itu fleksibel, mau pedas, gurih, atau sedikit manis juga masuk. Yang penting, jangan takut mencoba, karena soal sulit atau mudahnya biar Tuhan yang menentukan, kita jalani aja pelan-pelan sambil belajar dari dapur setiap hari.























