Sangat mulus… 🍋
Semua orang bilang, “kalau mau bisnis sukses, perbanyak networking.”
Padahal faktanya, 70% bisnis bangkrut justru karena kelebihan janji & koneksi yang nggak bisa dipenuhi.
Ko Arman bilang, “Saya lihat puluhan pengusaha muda kejebak di lingkaran ini. Pamer relasi, sibuk nongkrong, tapi lupa bangun sistem & produk yang layak jual.”
Networking itu penting, iya. Tapi kalau pondasi bisnis rapuh (cashflow bocor, margin minus, sistem berantakan) → relasi justru jadi bumerang. Orang sekali kena zonk, nama lu habis.
👉 Jadi bukan networking dulu, tapi sistem + value dulu. Baru networking jadi multiplier, bukan bom waktu.
Setuju nggak? Atau masih percaya networking di atas segalanya?
#fyp #kontroversibisnis #pengusahamuda #belajarbisnis #bisnispemula #mindsetpengusaha #usahakecil
Saya sendiri pernah merasakan bagaimana terlalu mengandalkan networking tanpa didukung produk dan sistem yang matang justru membuat bisnis saya terjebak dalam masalah. Networking memang penting untuk memperluas pasar dan peluang, tapi kalau bisnis kamu belum punya sistem yang berjalan baik dan produk yang benar-benar bernilai, koneksi itu bisa menjadi bumerang. Misalnya, saat saya mencoba menawarkan produk sebelum benar-benar siap, relasi yang saya miliki malah kecewa karena konsistensi layanan dan kualitas produk yang belum stabil. Efeknya, reputasi saya di mata mereka menurun dan kepercayaan pun hilang. Maka dari itu, fokus saya beralih pada perbaikan cashflow, pengelolaan margin agar stabil, dan sistem bisnis yang teratur. Setelah pondasi ini kokoh, networking saya gunakan sebagai penggandanya, bukan sebagai satu-satunya tumpuan. Dalam komunitas bisnis, saya juga belajar dari pengusaha lain yang sukses membuktikan bahwa membangun nilai produk dan sistem yang baik akan mempermudah kita menjaga hubungan dan kepercayaan dengan jaringan tersebut. Jadi, networking itu memperkuat, bukan menggantikan fondasi bisnis.




























🥰