Pernah denger “ketika zulaikha mengejar cinta Yusuf, Allah jauhkan dari nya. Dan ketika Zulaikha mengejar cinta Allah, maka Allah mendatangkan Yusuf kepadanya”
jangan terlalu fokus mengejar apa yg ingin kita kejar sehingga melupakan diri kita sendiri.
Kita beranggapan sesuatu yg kita kejar itu sangat berharga yg kalo gk ada itu kita bakal gk berdaya. Kalo udh gitu, kita pasti melupakan kalo diri kita juga berharga. nah ini lah yg dinamakan desperate energy.
so, biarkan semesta mengatur dengan semestinya, kita ttp berusaha ikhtiar dan sediakan ruang ikhlas
... Baca selengkapnyaAku pernah ada di fase di mana aku ngerasa, kalau orang ini atau pekerjaan ini lepas, hidup aku kayaknya berakhir. Jadi tanpa sadar aku ngejar terus: chat duluan terus, cari perhatian, bahkan maksa diri buat selalu ada. Tapi anehnya, semakin dikejar semakin menjauh, bahkan ada yang menjauh perlahan menghilang gitu aja.
Aku mulai mikir: semakin dikejar semakin jauh apakah itu tanda mereka bukan untuk kita, atau justru tanda kalau cara kita mencintai dan mengejar sesuatu itu yang salah? Di titik itu aku baru sadar tentang yang namanya desperate energy. Ketika kita ngerasa pasangan, karir, atau validasi orang lain lebih berharga dari diri sendiri, energi yang kita pancarkan bukan lagi cinta atau semangat, tapi ketakutan dan kecemasan. Dan orang lain bisa ngerasain itu, makanya secara alami mereka mundur.
Buat kamu para wanita yang ngerasa, "kok aku udah kasih semuanya, tapi dia malah menjauh?" mungkin saatnya berhenti sebentar dan nanya ke diri sendiri: selama ini aku ngejar dia atau ngehargai diriku sendiri? Kadang kita terlalu fokus sama status punya pasangan, punya karier keren, biar nggak ketinggalan dari teman-teman. Padahal, diri kita sendiri lebih berharga dari semua itu.
Aku coba ubah cara pandang. Alih-alih terus-terusan ngejar, aku mulai balik ke diri sendiri: memperbaiki hubungan dengan Allah, ningkatin kualitas ibadah, rawat diri (fisik dan mental), belajar hal baru, dan memperluas pergaulan yang sehat. Pelan-pelan aku belajar sediakan ruang ikhlas: kalau memang jodoh, pekerjaan, atau peluang itu untukku, dia akan datang di waktu yang tepat, bukan karena aku memaksa.
Dan ternyata, waktu aku udah nggak segila dulu ngejar, justru banyak hal yang datang sendiri: kenalan baru yang lebih menghargai, peluang karier yang lebih cocok, dan yang paling penting, hati yang lebih tenang. Bukan berarti kita pasrah tanpa usaha, ya. Kita tetap ikhtiar, tapi bukan dari energi putus asa.
Kalau kamu lagi di fase seseorang atau sesuatu makin menjauh saat dikejar, mungkin ini saatnya tarik napas, berhenti sebentar, dan tanya: apakah aku masih melihat diriku sendiri sebagai sesuatu yang berharga? Karena ketika kamu menempatkan diri di posisi yang tepat, kamu nggak perlu lagi memaksa dunia untuk tetap tinggal. Yang memang bukan untukmu akan pergi, dan yang memang ditakdirkan buatmu akan menemukan jalan pulang.