Seringkali kita menghabiskan waktu berjam-jam di depan cermin untuk memperbaiki penampilan luar, tapi kita tak pernah sadar berapa lama kita menghadap Allah untuk memperbaiki hati? 🥲
biasanya kita sebut TABARRUJ (berlebihan dalam berhias)
Memang berdandan adalah hal yang wajar bagi wanita, namun menjadi masalah ketika tujuannya adalah untuk menarik perhatian lawan jenis yang bukan mahram saat keluar rumah.
👉🏻 Contoh sederhananya Menggunakan parfum yang sangat menyengat atau riasan yang mencolok saat berada di ruang publik. Hal ini dianggap sepele karena dianggap sebagai bentuk "merawat diri," padahal ada batasan syariat di dalamnya
Mari sobat lemon8
Tancapkan dalam hati dan pikiran kita bahwa kita #TakutDosa
Niatkan berhias untuk menyenangkan pasangan (jika sudah menikah) atau sekadar merawat amanah tubuh dari Allah. Jangan sampai niat kita bergeser hanya karena ingin 'terlihat' paling menonjol di keramaian.
Karena .......
Ujian terbesar wanita adalah keinginan untuk 'terlihat'.
Ayo kita Belajar anti-tabarruj untuk belajar menundukkan ego dari rasa haus akan pujian manusia. 🌿
Cukup Allah yang tahu betapa cantiknya usahamu dalam menjaga diri. Kita tidak butuh validasi dunia untuk merasa berharga. ✨
... Baca selengkapnyaSering kali kita terjebak dalam kebiasaan berdandan yang berlebihan, atau yang dalam istilah Islam disebut tabarruj. Kegiatan ini tidak hanya berkaitan dengan penampilan luar, tetapi juga membawa dampak spiritual yang perlu kita sadari. Dalam kehidupan sehari-hari, menjaga keseimbangan antara merawat diri dan menjaga hati adalah hal penting agar kita tidak terperangkap dalam sikap yang menyimpang dari ajaran agama.
Salah satu bentuk tabarruj yang sering dianggap sepele adalah penggunaan parfum yang sangat menyengat atau riasan mencolok di ruang publik. Padahal, dalam syariat Islam, hal ini bisa menjadi perkara serius jika bertujuan menarik perhatian lawan jenis yang bukan mahram. Oleh karena itu, memahami batasan syariat dan niat yang benar dalam berhias sangat krusial untuk menjaga keimanan dan kehormatan diri.
Selain itu, kita dianjurkan untuk menundukkan ego dan menghindari haus akan pujian manusia. Belajar anti-tabarruj bukan hanya soal penampilan, tapi juga soal memperbaiki hati dan niat. Dengan niat berhias hanya untuk menyenangkan pasangan yang sah atau sekadar merawat amanah tubuh dari Allah, maka kegiatan berhias menjadi suatu ibadah yang membawa keberkahan.
Tidak kalah penting, jangan lupa bahwa kecantikan sejati datang dari dalam diri. Penampilan yang sederhana tetapi dengan hati yang bersih dan niat yang tulus jauh lebih berharga dibandingkan kecantikan yang hanya tampak di luar saja. Cukup Allah yang mengetahui usaha kita dalam menjaga diri, dan kita tidak perlu mencari validasi dunia untuk merasa berharga.
Dengan memahami makna tabarruj dan mengaplikasikan anti-tabarruj dalam keseharian, kita bisa menjadi pribadi yang lebih bijak dalam merawat diri. Ini juga menjadi bentuk nyata dari rasa #TakutDosa yang membantu kita belajar mendekatkan diri kepada Allah serta menjaga keutuhan diri dalam menjalani kehidupan sosial yang penuh tantangan penampilan.