BIARKAN AKU PERGI 8

Membalas

“Ma, apa Mama bilang ke Fahira kalau aku menikahi Nabila?” tanyaku pada mama melalui sambungan telepon.

Pagi ini aku menumpang taksi menuju bandara. Aku ingin memastikan keberadaan Fahira.

Aku sangat cemas apalagi nomor HP Fahira pun tidak aktif.

“Tidak. Mama tidak tahu. Kenapa?” balas mama.

“Fahira tidak ada di rumah, Ma. Semalam dia pamit melalui pesan singkat. Tapi, nomornya tidak bisa aku hubungi lagi. Saat ini aku menuju Yogya,” terangku.

Entah apa yang akan dilakukan mama dan papaku kemudian, karena mereka sejatinya adalah sahabat orang tua Fahira.

Sepanjang jalan, pikiranku berkelana. Panggilan telepon dari Nabila tak kuhiraukan. Hanya Fahira yang ada dalam otakku.

Bayangan ayah dan ibu Fahira akan marah pun mulai menghantui.

Taksi dari bandara di Yogyakarta sudah berhenti tepat di depan pintu pagar rumah mertuaku.

Ada sebuah mobil terparkir di depan rumah. Bukan mobil mertuaku. Sepertinya ada tamu. Wajar karena ini Hari Minggu.

Saat aku membuka gerbang rumah itu, seorang pria muncul dari balik pintu ruang tamu. Mas Farhan!

Kakak Fahira itu menatapku dengan tatapan mata yang tajam. Dari tatapannya saja aku sudah membaca, sepertinya sedang tak baik-baik saja.

Segera kulanjutkan langkah mendekat ke rumah itu. Di rumah ini, dulu aku pernah datang melamar Fahira bersama kedua orang tuaku. Di sini pula aku melafadzkan akad nikah dengan Fahira.

“Kamu datang juga!” Sinis dia berucap.

“Masuk, Bayu!” Suara ayah mertuaku dari dalam rumah terdengar datar. Berbeda dengan sebelumnya yang selalu hangat.

Ibu mertua yang berdiri di belakang ayah mertuaku pun hanya menatapku dingin.

Suasana menjadi merasa kikuk.

“Lalu apa maumu sekarang?” ujar Ayah membuatku tersentak. Kami dari tadi hanya dalam keheningan. Aku canggung mau bertanya, karena itu akan terlihat bodoh.

Sebenarnya, aku menunggu Fahira keluar. Tapi, tak juga aku melihatnya.

Apakah pantas aku menanyakan di mana Fahira? Bukannya ini sangat memalukan sampai aku tidak tahu Fahira kemana pergi? Jika aku bukan laki-laki, ingin rasanya aku menangis di sini.

“Maafkan saya, Ayah. Saya ingin ketemu Fahira,” ucapku dengan suara bergetar sambil menunduk. Malu rasanya mengatakan ini.

“Setelah apa yang kamu lakukan dengan adik saya?” tanya Mas Farhan dengan suara lantang.

Aku hanya bisa memejamkan mataku dan mengatupkan kedua bibirku.

Aku dan Mas Farhan sama-sama laki-laki. Aku tahu Mas Farhan sangat marah padaku. Aku pun jika aku punya adik perempuan dan dia mengalami apa yang dialami oleh Fahira, pasti aku juga akan melakukan hal yang sama.

“Pergi kamu! Jangan sampai datang lagi ke sini tanpa membawa Fahira!” ujar Ayah Fahira.

Mataku seketika membulat mendengar kata Ayah. Beliau mengusirku?

“Apa maksudnya, Ayah?”

BERSAMBUNG

Baca selengkapnya di KBM app

Judul: BIARKAN AKU PERGI

Penulis: ET. Widyastuti

4/17 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPengalaman membaca kisah ini mengingatkanku pada dinamika keluarga dan hubungan yang sering kali tidak berjalan mulus seperti yang kita harapkan. Dalam cerita BIARKAN AKU PERGI 8, Bayu yang penuh kecemasan berusaha menemukan Fahira yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar, menimbulkan ketegangan yang nyata dan emosional. Dalam kehidupan nyata, perasaan cemas dan bingung seperti yang dialami Bayu sangatlah manusiawi, apalagi ketika seseorang yang kita cintai tiba-tiba menjauh tanpa alasan jelas. Situasi seperti ini sering membuat kita bertanya-tanya dan mencoba mencari jawaban meskipun terkadang sulit diterima. Selain itu, konflik dalam keluarga yang digambarkan di cerita ini juga menjadi pengingat bahwa hubungan antar anggota keluarga sering kali dipenuhi dengan rasa curiga, kesalahpahaman, dan emosi yang bisa menjadi penghalang komunikasi yang sehat. Tatapan tajam kakak Fahira, Mas Farhan, dan perlakukan dingin orang tua Fahira terhadap Bayu menambah kedalaman konflik yang membuat pembaca semakin penasaran dengan kelanjutan cerita. Pengalaman pribadi saya juga pernah merasakan situasi sulit saat mencoba memahami keputusan orang terdekat yang tampaknya tidak bisa dijelaskan dengan mudah. Saya belajar bahwa kesabaran dan komunikasi terbuka sangat penting untuk menyelesaikan masalah, sekalipun rasa sakit dan pertengkaran sempat melanda. Sebagai pembaca, saya sangat menghargai bagaimana cerita ini tidak hanya fokus pada konflik rumah tangga, tetapi juga mengangkat tema pengkhianatan, kesetiaan, dan perjuangan mencari kejelasan dalam hubungan. Setting di Yogya juga menambah suasana lokal yang kental dan membuat cerita terasa lebih nyata. Sangat menarik untuk menantikan kelanjutan dari kisah ini, terutama bagaimana Bayu menghadapi pengusiran dari keluarga Fahira dan apa yang sebenarnya terjadi pada Fahira yang membuatnya pergi tanpa kabar. Kisah ini mengajak kita untuk merenungkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan pengampunan dalam kehidupan nyata.

Posting terkait

Gambar menunjukkan seorang wanita berhijab dan seorang anak perempuan tersenyum sambil berpegangan tangan, dengan judul "Parenting ala Sayyidina Ali bin Abi Thalib" di atasnya.
Gambar menampilkan seorang wanita berhijab dan anak perempuan tersenyum, dengan teks yang menyatakan upaya menerapkan metode parenting Sayyidina Ali bin Abi Thalib menggunakan rumus 7x3.
Gambar seorang wanita berhijab dan anak perempuan tersenyum, disertai teks tentang perlakuan anak usia 0-7 tahun sebagai raja/ratu, dilayani tulus, dan menahan emosi.
PARENTING ALA SAYYIDINA ALI BIN ABI THALIB
Hi lemonade 🍋 Kali ini, aku mau sedikit sharing tentang salah satu gaya parenting yang bisa kita jadikan panutan untuk mendidik anak kita. Yakni parenting ala Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Parenting ala Sayyidina Ali bin abi thalib menggunakan rumus 7×3, yakni : 1. Usia 0-7 tahun, perlakukan an
Chaytsr

Chaytsr

1677 suka

Gambar ini menampilkan teka-teki logika tulisan tangan di kertas bergaris. Teka-teki tersebut menanyakan berapa banyak ikan yang masih hidup dari 10 ekor, setelah 5 dimakan anjing, 3 tenggelam, dan 1 dimakan kucing. Terdapat logo Lemon8 dan nama pengguna di pojok kiri bawah.
Tes Logika: Bisakah Kamu Menjawabnya?"
"Bisakah memecahkan teka-teki logika sederhana ini? 🤔 Hanya yang paling cerdas yang bisa menjawab dengan benar! Tulis jawabanmu di komentar! 👇 #teslogika #teka teki #asahotak "
Motivasi Harian

Motivasi Harian

649 suka

Seorang wanita berhijab dan kemeja denim berdiri di tepi danau. Terdapat teks "IRT pernah Pergi kerja LUPA PAKAI BRA" dengan ikon bra dicoret dan emoji terkejut, menggambarkan pengalaman lupa memakai bra.
IRT PERGI KELUAR RUMAH LUPA PAKAI BRA
#KisahTerpendam aku pernah PERGI TAPI LUPA PAKAI BRA!! #PendapatKu pas ga pake, SUMPAH GA ENAK BANGET,😣 KALO KAMU MENDING BALIK LAGI BUAT PAKE ATAU TERUSIN AJA?? 😂 mungkin karna udah beberes #CapekDiRumah di tambah buru² pergi kerja jadi lupa. Aku pernah 2 kali ngalamin ini , waktu itu
aice2636

aice2636

440 suka

Kolase empat gambar yang menunjukkan rutinitas perawatan kulit untuk 'glow up', meliputi penggunaan lulur, serum tubuh, dan suplemen vitamin E, dengan teks 'Perawatan yang Aku Lakuin Selama Liburan Biar Glow Up!! good bye dekil era'.
Gambar tangan yang sedang mengaplikasikan lulur tubuh berwarna putih, dengan wadah lulur di bawahnya. Teks menjelaskan pentingnya scrub 2-3 kali seminggu untuk kulit halus.
Gambar tangan dengan serum tubuh yang diaplikasikan, serta botol serum tubuh di bawahnya. Teks menjelaskan penggunaan serum setelah mandi dan sebelum tidur, serta anjuran untuk sering mengaplikasikan ulang.
Glow up di hari libur wow😱✨
#Lemon8Diary Liburan dirumah emang membosankan. Aku punya banyak waktu luang, dan salah satu cara aku isi waktu luang itu dengan merawat kulitku agar lebih sehat. Selain untuk kulit sehat merawat kulit juga sebagai tanda terimakasih untuk diriku sendiri dan bukti cintaku pada diriku sendiri. Aku
Amelia

Amelia

1444 suka

Lihat lainnya