DENDAM DARI MASA LALU (2)

Judul: Dendam Dari Masa Lalu

Penulis: Pini Arso

Baca selengkapnya di KBM App

Part 2

Rumana langsung pingsan saat melihat kedua putrinya, Riana dan Rianti, berhasil dievakuasi dalam keadaan tak bernyawa. Dalam ketidaksadarannya, ia bermimpi melihat kedua anaknya berada di tempat yang gelap dan asing.

"Ibu... tolong kami, Bu..." rintih Riana dan Rianti sambil melambaikan tangan.

Rumana berusaha menghampiri mereka, tetapi tak mampu bergerak ataupun menolong.

Saat tersadar, ia sudah berada di rumah duka. Tangis histeris langsung pecah ketika melihat kedua jenazah putrinya terbujur kaku di hadapannya.

"Anakku... Haa... anakku... Tolong bangunkan mereka. Mereka masih hidup, hanya tersesat di sana," racau Rumana sambil memeluk tubuh kedua putrinya bergantian.

"Mereka sudah tiada, Nduk. Nyebut, Nduk," ujar Tuminah, mertuanya, dengan suara bergetar.

Namun Rumana menolak percaya.

"Mereka masih hidup, Bu. Kita harus menolong mereka!"

Kesedihan Rumana membuat para pelayat ikut menitikkan air mata. Tuminah dan Rasmadi juga terpukul oleh kehilangan mendadak tersebut. Tak ada orang tua yang rela kehilangan dua cucu sekaligus, terlebih setelah mereka baru saja merayakan hari raya bersama.

Dalam keputusasaan, Rumana bahkan bersimpuh di depan Rasmadi.

"Bapak, tolong cucu-cucu Bapak. Mereka dibawa makhluk mengerikan. Saya tidak bisa menolong mereka."

Rasmadi hanya diam menatap kosong.

Gunadi yang sejak tadi larut dalam kesedihan akhirnya menghampiri istrinya. Ia memeluk Rumana erat-erat meski dirinya sendiri terus menangis.

"Sudah, Rum. Kendalikan dirimu. Ini salahku juga karena tidak lebih tegas melarang mereka bermain di dekat Sungai Lukulo," bisiknya.

Rumana menerima pelukan itu, tetapi hatinya tetap hancur. Ia bahkan merasa lebih baik dirinya yang meninggal daripada kedua anaknya.

Di tengah suasana duka, tak seorang pun menyadari kehadiran seorang wanita berkerudung hitam dengan lipstik merah menyala yang berdiri di luar rumah. Dari kejauhan, wanita misterius itu menatap Rasmadi lalu menjentikkan jari sambil merapalkan mantra. Seketika kesadaran Rasmadi terpengaruh oleh ilmu hitam yang membuat pikirannya linglung.

Dengan tatapan kosong, Rasmadi memerintahkan agar kedua jenazah segera dimandikan.

"Ayo, Rum. Kamu mandikan mereka untuk terakhir kali," ajak Tuminah.

Dengan tubuh lemas, Rumana mendekati kedua putrinya. Ia mengusap wajah mereka yang pucat sambil menahan tangis.

"Anakku... pasti kalian ketakutan di sana, ya?"

Bu Laksmi, salah satu sesepuh desa, berkali-kali mengingatkan agar Rumana tidak menangis saat memandikan jenazah. Namun kesedihan itu terlalu besar untuk dibendung. Baru setengah proses berjalan, Rumana jatuh lemas dan harus dibawa kembali ke kamar oleh Gunadi.

Di dalam kamar, Tuminah terus menenangkan menantunya agar tetap kuat demi kedua putranya yang masih hidup. Saat itulah Bagas datang sambil menangis.

"Bu, maafkan aku. Mbak Riana dan Mbak Rianti tenggelam karena mau menolongku."

Mendengar pengakuan itu, hati Rumana semakin hancur. Namun Gunadi segera memeluk Bagas.

"Bukan salahmu, Nak," ujarnya berusaha menenangkan sang anak.

Perlahan Rumana mulai tersadar bahwa Rayhan, bayi bungsunya, masih membutuhkan dirinya. Ia akhirnya menggendong dan menyusui putranya meski tubuhnya sangat lemah.

Sementara itu, pengaruh ilmu hitam terhadap Rasmadi semakin kuat. Setelah proses memandikan jenazah selesai, ia kembali memberi perintah yang membuat semua orang terkejut.

"Kalau sudah selesai memakai kain kafan, tidak perlu disalatkan. Langsung saja bawa ke pemakaman."

Ucapan itu langsung ditentang oleh Ustaz Samsul.

"Jenazah tetap wajib disalatkan, Pak Ras."

Gunadi juga marah besar.

"Bapak apa-apaan? Kenapa anak-anakku tidak boleh disalatkan?"

Namun Rasmadi bersikeras mengulang perintahnya tanpa alasan yang masuk akal.

Dari dalam kamar, Rumana mendengar perdebatan tersebut. Kali ini ia sepenuhnya mendukung suaminya. Ia bertekad melawan keputusan mertuanya agar kedua putrinya tetap mendapatkan penghormatan terakhir yang layak.

Di luar rumah, wanita berkerudung hitam itu ...

6/22 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMelanjutkan kisah tragis Dendam dari Masa Lalu, kehilangan anak adalah pengalaman yang begitu mengguncang jiwa dan kehidupan seseorang. Dalam cerita ini, Rumana menghadapi kesedihan luar biasa saat melihat kedua putrinya, Riana dan Rianti, meninggal dunia akibat kecelakaan saat liburan. Sebagai orang tua, perasaan kehilangan ganda seperti ini tentu terasa tak terukur dan membekas sangat dalam. Dalam pengalaman banyak orang tua yang pernah kehilangan anak, proses berduka tidak hanya tentang menerima kenyataan kematian, tetapi juga pergulatan batin menolak kenyataan itu. Seperti Rumana yang masih yakin putrinya 'masih hidup' di suatu tempat, hal ini menunjukkan bagaimana naluri dan cinta seorang ibu begitu kuat. Ditambah dengan mimpi dan rasa bersalah yang terus menghantuinya, penderitaan ini menjadi sangat kompleks. Sementara itu, elemen ilmu hitam yang mempengaruhi Rasmadi menambah kengerian psikologis bagi keluarga tersebut. Dalam cerita rakyat dan kisah-kisah nyata di beberapa komunitas, pengaruh mistis atau ilmu hitam sering dikaitkan dengan keadaan pikiran yang kacau dan perilaku yang tidak rasional, terlebih saat sedang berduka atau terpukul berat. Banyak keluarga yang menghadapi situasi serupa sengaja mencari bantuan spiritual atau tokoh agama untuk membersihkan or mengusir pengaruh tersebut agar kondisi keluarga bisa kembali stabil. Penghormatan terakhir kepada jenazah anak menjadi momen penting bagi keluarga dan komunitas. Konflik antara Rasmadi yang dipengaruhi oleh ilmu hitam dan keyakinan agama untuk melaksanakan prosesi pemakaman yang layak sangat menggambarkan perjuangan mempertahankan nilai dan tradisi di tengah cobaan berat. Sebagai pembaca, cerita ini memberikan pelajaran mendalam tentang pentingnya solidaritas keluarga di saat-saat krisis, serta kewaspadaan terhadap pengaruh negatif yang mungkin timbul di sekitar kita. Jika menghadapi pengalaman serupa, mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat, tokoh agama, dan profesional psikologi sangat disarankan untuk membantu proses pemulihan dan menjaga kesehatan mental. Kisah ini juga mengingatkan kita agar selalu waspada menjaga keselamatan anak-anak, terutama saat bermain di tempat berbahaya seperti sekitar sungai atau lubang bekas tambang. Pengawasan orang tua dan larangan yang tegas sangat diperlukan untuk mencegah tragedi yang tidak diinginkan. Saya pernah mendengar dari seorang teman yang keluarganya mengalami kehilangan serupa, bahwa proses penerimaan dan penghiburan tidak terjadi dalam waktu singkat. Harus ada usaha berkelanjutan untuk membangun kembali kekuatan, baik secara emosional maupun spiritual. Momen-momen kecil, seperti menggendong bayi bungsu yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian ibu, menjadi sumber kekuatan tersendiri untuk bangkit kembali dan menjalani hidup dengan harapan baru. Semoga cerita 'Dendam dari Masa Lalu' ini dapat menjadi pengingat dan juga pelajaran berharga bagi kita semua untuk lebih menghargai keluarga, menjaga keselamatan anak-anak, dan menghadapi ujian hidup dengan ketabahan hati serta dukungan sesama.

Posting terkait

DENDAM DARI MASA LALU (2)
Judul: Dendam Dari Masa Lalu Penulis: Pini Arso Baca selengkapnya di KBM App Part 2 Rumana langsung pingsan saat melihat kedua putrinya, Riana dan Rianti, berhasil dievakuasi dalam keadaan tak bernyawa. Dalam ketidaksadarannya, ia bermimpi melihat kedua anaknya berada di tempat yang gelap d
anquindiennastory

anquindiennastory

0 suka

DENDAM DARI MASA LALU (2)
Judul: Dendam Dari Masa Lalu Penulis: Pini Arso Baca selengkapnya di KBM App Part 2 Rumana langsung pingsan saat melihat kedua putrinya, Riana dan Rianti, berhasil dievakuasi dalam keadaan tak bernyawa. Dalam ketidaksadarannya, ia bermimpi melihat kedua anaknya berada di tempat yang gelap d
Kim Na Ra Story

Kim Na Ra Story

0 suka

Dendam dari masa lalu 1
Judul: Dendam Dari Masa Lalu Penulis: Pini Arso Baca selengkapnya di KBM App "Bu, Mbakyu Rihana dan Mbakyu Rianti, Bu... m-mereka t-tenggelam!" Suara Bagas bergetar. Bocah tujuh tahun itu langsung menangis sesenggukan setelah mengucapkan kalimat tersebut. Piring yang dibawa Rumana terlep
anquindiennastory

anquindiennastory

1 suka

DENDAM DARI MASA LALU (1)
Judul: Dendam Dari Masa Lalu Penulis: Pini Arso Baca selengkapnya di KBM App "Bu, Mbakyu Rihana dan Mbakyu Rianti, Bu... m-mereka t-tenggelam!" Suara Bagas bergetar. Bocah tujuh tahun itu langsung menangis sesenggukan setelah mengucapkan kalimat tersebut. Piring yang dibawa Rumana terlep
newskbmapps

newskbmapps

0 suka

DENDAM DARI MASA LALU (3)
Judul: Dendam Dari Masa Lalu Penulis: Pini Arso Baca selengkapnya di KBM App Part 3 Kesedihan Rumana semakin memuncak ketika Rasmadi bersikeras melarang kedua jenazah putrinya disalatkan sebelum dimakamkan. "Apa maksud Bapak tidak boleh menyalatkan kedua jenazah anakku, Pak?" teriak Ruma
newskbmapps

newskbmapps

0 suka

DENDAM DARI MASA LALU 3
Judul: Dendam Dari Masa Lalu Penulis: Pini Arso Baca selengkapnya di KBM App Part 3 Kesedihan Rumana semakin memuncak ketika Rasmadi bersikeras melarang kedua jenazah putrinya disalatkan sebelum dimakamkan. "Apa maksud Bapak tidak boleh menyalatkan kedua jenazah anakku, Pak?" teriak Ruma
Kim Na Ra Story

Kim Na Ra Story

0 suka

Gambar menunjukkan judul 'Dosa Masa Lalu Menghantui? Hapus Pakai Jalur Langit ✨' di atas pemandangan jalan beraspal yang melintasi perbukitan dan pegunungan di bawah langit biru cerah.
Teks motivasi tentang taubat dan amalan kecil yang konsisten, dengan latar belakang danau atau laut saat matahari terbenam yang memancarkan cahaya keemasan.
Dua langkah pertama untuk menghapus dosa: 'Perbanyak Istighfar' dan 'Shalat Taubat', dijelaskan di atas latar belakang perairan dengan struktur kayu.
Dosa Masa Lalu Menghantui?Hapus Pakai Jalur Langit
#AkuPernah Pernah nggak sih tiba-tiba overthinking soal kesalahan di masa lalu? Rasanya berat dan bikin kita merasa nggak layak jadi orang baik. 🥺 Tapi tahu nggak? Allah itu Al-Ghaffar (Maha Pengampun). Sebesar apapun salah kita, asalkan kita mau balik, pintu-Nya selalu terbuka. Nggak harus lan
Miftah Chairani

Miftah Chairani

32 suka

Ilustrasi dua wanita berhijab dengan kutipan "Dendam itu seperti minum racun, tapi berharap orang lain yang mati." menggambarkan bahaya dendam.
Ilustrasi dua wanita berhijab dengan tanda tanya, disertai dalil Al-Qur'an (QS. Fussilat: 34) yang menganjurkan membalas keburukan dengan kebaikan.
Ilustrasi dua wanita berhijab berpelukan, dengan kutipan Hadist tentang kekuatan menahan amarah, menunjukkan dendam lahir dari amarah tak terkendali.
Dendam? Racun Mematikan!
“Memaafkan bukan berarti kalah. Justru itu tanda jiwa besar.” Self-check: “Hari ini siapa yang perlu aku maafkan agar hatiku lega?” 💬 Comment: “LEGA” kalau siap buang dendam. #LifeBingo #CurcolanHati #ViralTerbaru
keffahislam ་۪ ✿◞

keffahislam ་۪ ✿◞

2 suka

Lilin menyala di latar belakang gelap dengan teks "Untuk Diriku Di Masa Lalu : Aku Tahu Kau Terluka", mencerminkan tema surat kepada diri sendiri yang terluka.
Seseorang dengan rambut dikepang duduk menunduk, dengan teks "Surat untuk Diriku di Masa Lalu - Jangan Takut, Semua Akan Baik-Baik Saja" dan pesan tentang kekuatan diri.
Tangan seseorang yang tergenggam erat dalam nuansa hitam putih, disertai pesan "Jangan menyerah. Kamu akan tumbuh menjadi seseorang yang lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih berani."
KENANGAN MASA LALU : AKU TERLUKA DAN REMUK
Surat untuk Diriku di Masa Lalu Untuk diriku yang dulu… Aku tahu kamu membaca ini dengan hati yang hancur. Aku tahu kamu tidak percaya bahwa suatu hari kamu bisa bertahan, bahwa kamu bisa melewati semuanya. Aku tahu betapa beratnya langkah-langkah yang kamu ambil setiap hari, bahkan untuk sek
MELDS

MELDS

25 suka

Obati Luka Masa Kecilku (Inner Child)
Hai teman2 Lemonade 🥰 Inner Child adalah sifat kekanak-kanakan yang dimiliki pada diri seseorang. Inner Child merupakan pengalaman masa lalu yang tidak atau belum mendapatkan penyelesaian dengan baik. Orang dewasa bisa memiliki berbagai macam kondisi inner Child yang dihasilkan oleh pengalaman
LaitinaAurora

LaitinaAurora

4 suka

Seorang wanita dan pria berseragam militer terlihat dalam pantulan cermin. Teks di gambar menggambarkan permintaan untuk menggantikan istri dalam kegiatan batalyon karena kemiripan wajah, serta ambisi wanita untuk menggantikan istri sah.
AKAR DENDAM PART 6
“Aku bawa si Virna ke howtel sebelah. Lumayan, deket. Gak capek di jalan.” Ferham hanya mengangguk kecil. Tak ada niat menghakimi, tetapi juga tak ingin ikut. “Kau ikut gak? Bisa pesen kamyar sebelah. Banyak yang available.” “Aku pulang aja, Di. Besok ada kerjaan numpuk.” “Halah, kamu k
Buku Tentara Polisi

Buku Tentara Polisi

39 suka

Cerita 4 tahun lalu ku dari hujan badai jadi cerah seperti langit di makkah 😍🕋
Alhamdulilah ya Allah gak berhenti sujud syukur semua gada yang gak mungkin. Ingat jangan sombong, semua yang kita punya hanya titipan 🥰🥰 The new journey, the new live & new Story bismilah ya Allah, semoga temen temen bisa ambil yang baik baik dari perjalanan cerita ku dan suamiku, gak ada yang
Owner Pantang Menyerah

Owner Pantang Menyerah

156 suka

Kolase empat artis (Tulus, Rina Nose, Anya Geraldine, Reza Rahadian) dengan judul "TAU GAK SIH?? 5 Artis Ini Profesi Dulunya Bikin Kaget!!! No.4 Paling Gak Disangka 😱", menyoroti masa lalu mereka.
Gambar Tulus sedang bernyanyi dengan teks "1. Tulus - Ternyata Aslinya Seorang Arsitek!" menjelaskan latar belakangnya sebagai arsitek sebelum menjadi penyanyi terkenal.
Gambar Reza Rahadian dengan teks "2. Reza Rahadian - Dulu Gagal Jadi Model!" menceritakan kegagalannya di dunia modeling yang membawanya sukses sebagai aktor.
MASA LALU ARTIS INI BIKIN KAGET!😱
Hai Lemonade! #TahukahKamu artis itu jg manusia biasa lho! Sebelum jd artis mereka itu sama aja kaya kita, bukan siapa².. tapi ternyata takdir berkata lain, ada jalan bagi mereka utk sukses sebagai seorang Artis. Perjalanannya ga mudah, dan ga sebentar, bahkan ternyata ada yg dulu profesinya &#3
Dwi WN

Dwi WN

198 suka

Gambar sampul tentang Past Continuous, menunjukkan jam digital 02:45 AM dan seorang anak laki-laki sedang membaca buku, dengan judul "Lagi" Melakukan Sesuatu di Masa Lalu.
Teks bertanya apakah pengguna pernah menggunakan kalimat Past Continuous seperti "Kemarin jam 7 malam, aku lagi makan malam," atau "Saat kamu telepon, mereka lagi belajar," dengan ilustrasi wombat membaca buku.
Penjelasan tentang Past Continuous, yaitu tense untuk aksi yang sedang berlangsung di masa lalu, dengan fokus pada proses atau durasi, dan rumus was/were + verb-ing. Ilustrasi seorang pria bingung membaca buku.
JANGAN BINGUNG! INI CARA PAKE "LAGI" DI MASA LALU
Pernah bingung mau cerita ke teman, kemarin aku lagi apa ya? 🤯 Waktunya bongkar tuntas Past Continuous! Aku bahas aturan utamanya: kapan pakai was atau were dan kapan pakai verb-ing. Dijamin langsung pede saat cerita tentang masa lalu! ✨ Geser dan ikuti penjelasannya dari awal sampai akhir ya. L
Engspire_ID

Engspire_ID

1 suka

Dua karakter wanita, Ginger berambut oranye dan Lerazie berambut merah, saling berhadapan dengan teks yang menunjukkan persaingan dan tekad balas dendam Ginger: 'KAU REBUT TUNANGANKU AKU REBUT COWOKMU KAU PIKIR AKU AKAN KALAH TERUS'.
Sampul manhwa 'Ginger and The Cursed Prince' menampilkan seorang pria berambut hitam dan wanita berambut oranye berbaring di taman, dikelilingi bunga dan dedaunan, dengan wanita memegang buku.
Karakter utama wanita, Ginger Torte, digambarkan dengan rambut oranye panjang, gaun biru, dan pita merah muda, memegang benda kecil, dengan teks 'FL Ginger Torte'.
definisi balas dendam yang bikin enak masa depan🤭
(baca deskripsi💌🐼) Manhwa 🐼 Judul : Ginger and The Cursed Prince 🐼 Genre : Comedy, Romance, Drama, historical 🐼 Sinopsis : Punya musuh bebuyutan bernama Lerazie Atlanta, keduanya kerap kali berseteru karena memiliki selera pria yang sama. Bahkan tunangan Ginger pun ternyata berselingkuh
HAI'AYA

HAI'AYA

44 suka

Gambar menampilkan kutipan berbahasa Mandarin yang diterjemahkan menjadi: "Orang cerdas pantang balas dendam. Kalau disakiti, mereka milih langsung putar balik dan pergi." Di bawahnya, seorang pria berkaus merah dengan earbud terlihat berpikir.
Gambar menampilkan kutipan berbahasa Mandarin yang diterjemahkan menjadi: "Milih pergi itu bukan tanda kamu pengecut, tapi karena emang buang waktu debat sama orang beda level." Di bawahnya, seorang pria berkaus merah dengan earbud terlihat berpikir.
Gambar menampilkan kutipan berbahasa Mandarin yang diterjemahkan menjadi: "Berani ninggalin circle toxic itu butuh nyali yang jauh lebih besar daripada sekadar debat adu mulut." Di bawahnya, seorang pria berkaus merah dengan earbud terlihat berpikir.
🛡 Mentalitas Master: Kenapa Balas Dendam Terbaik Adalah Diam dan Pergi?
🛡 Mentalitas Master: Kenapa Balas Dendam Terbaik Adalah Diam dan Pergi? 🧠 Kecerdasan Emosional: Berhenti Berdebat dengan Mereka yang Beda Level "Orang cerdas itu nggak pernah balas dendam. Mereka cuma balik badan, lalu pergi." Kebijaksanaan tertinggi bukan tentang memenangkan argumen, tapi
Godspeed Ahau

Godspeed Ahau

5 suka

Gambar ini menampilkan teks motivasi dalam bahasa Indonesia yang menyerukan untuk tidak membalas dendam, melainkan fokus membangun masa depan yang lebih baik dengan hati tenang dan damai, percaya pada pertolongan Tuhan. Terdapat watermark Lemon8 di pojok kiri bawah.
Masa Lalu biarlah berlalu
MARHEL

MARHEL

1 suka

Bantu aku memaafkan masa lalu…
“Bye my dark past” Senyum hari ini bukan berarti hidupku selalu mudah. Aku hanya belajar berdamai, memaafkan, dan melangkah pelan-pelan. Lirik & Melodi: Vanilla Leorie Music & Vokal: Suno AI
Vanilla Leorie

Vanilla Leorie

0 suka

Imej ini menunjukkan pemandangan sungai atau anak sungai yang tenang di hutan musim luruh, dengan daun-daun jingga dan kuning berguguran di atas air. Teks di atasnya berbunyi '50 KATA-KATA MOVE ON & BANGKIT SEMULA' dan 'PART 1: 10 KATA SEMANGAT (Untuk Melepaskan Masa Lalu)', oleh @ryssa_02 di Lemon8.
Part 1: Untuk Melepaskan Masa Lalu 🌱
Assalamualaikum, hi lemon8🍋... Jom lebih semangat!! Korang pasti boleh!! Disini, sis ada 50 kata-kata semangat untuk "move on" — sangat sesuai bagi yang sedang melalui fasa melepaskan, sembuh dari luka lama, atau sedang mencari semula kekuatan diri. Tapi, jom mulakan dengan Part 1
Nur Aryssa

Nur Aryssa

61 suka

Gambar ini menampilkan seorang wanita di depan dan seorang pria berseragam militer di belakang, keduanya terlihat dalam pantulan cermin. Teks di gambar mengindikasikan permintaan untuk menggantikan istri dalam kegiatan batalyon karena kemiripan, serta keinginan untuk menggantikan istri sah.
AKAR DENDAM PART 2
“Kalau Mas maksa aku untuk milih sekarang, ya ... aku pilih Bapak.” Lalu telepon terputus. Ia menghela napas panjang. Seseorang melewati depan rumahnya, mengalihkan sedikit perhatian Ferham. “Ham! Baru balik? Kok melamun?” Dia Hardi, muncul dengan senyum lebar dan parfum menyengat. F
Buku Tentara Polisi

Buku Tentara Polisi

2 suka

Lihat lainnya