DENDAM DARI MASA LALU (3)

Judul: Dendam Dari Masa Lalu

Penulis: Pini Arso

Baca selengkapnya di KBM App

Part 3

Kesedihan Rumana semakin memuncak ketika Rasmadi bersikeras melarang kedua jenazah putrinya disalatkan sebelum dimakamkan.

"Apa maksud Bapak tidak boleh menyalatkan kedua jenazah anakku, Pak?" teriak Rumana sambil menangis.

Rasmadi berusaha membenarkan keputusannya dengan mengatakan bahwa kedua cucunya meninggal dalam keadaan syahid sehingga tidak perlu disalatkan. Namun Rumana dan Ustaz Samsul langsung membantah pendapat tersebut.

"Sekalipun syahid, mereka tetap berhak disalatkan," tegas Rumana.

Ustaz Samsul juga menjelaskan bahwa salat jenazah merupakan kewajiban umat Islam. Warga yang hadir setuju dengan penjelasan itu. Namun Rasmadi tetap keras kepala.

"Saya tidak mengizinkan kedua cucu saya disalatkan. Jika ada yang melawan perintahku, kalian dan keluarga kalian akan menanggung akibatnya," ancamnya.

Ucapan itu membuat suasana semakin tegang. Rumana yang sudah kehilangan kedua putrinya merasa hancur. Ia meminta Gunadi membawa jenazah anak-anak mereka pulang ke Yogyakarta agar dimakamkan di tanah kelahiran mereka.

Namun Gunadi hanya diam. Ketika Rumana hendak menghubungi kedua orang tuanya untuk memberi kabar duka, Gunadi justru merampas dan membanting ponselnya.

"Kenapa kamu jahat banget sih, Mas?" tangis Rumana.

Tak lama kemudian, kedua jenazah yang sudah dikafani langsung dibawa ke pemakaman tanpa disalatkan sesuai perintah Rasmadi.

Keanehan kembali terjadi di area pemakaman. Rumana terkejut melihat hanya ada satu liang lahat yang disiapkan, padahal jenazah yang akan dimakamkan berjumlah dua.

"Pak! Apa Bapak mau menguburkan Rihana dan Rianti dalam satu liang lahat?" protes Rumana.

Rasmadi tidak menjawab. Ia hanya memberi isyarat kepada para penggali kubur untuk melanjutkan pekerjaan mereka.

Rumana semakin histeris. Ia tidak sanggup menerima kenyataan bahwa kedua putrinya akan dimakamkan dalam satu liang. Namun sebelum bisa berbuat lebih jauh, sebuah tamparan keras dari Rasmadi mendarat di pipinya hingga membuatnya pingsan.

Seluruh warga terkejut.

"Astaghfirullah, Pak Rasmadi. Menantumu sedang berduka," tegur Ustaz Samsul.

Meski demikian, tak seorang pun berani melawan lagi. Akhirnya kedua putri Rumana dimakamkan dalam satu liang lahat tanpa menunggu ibunya sadar.

Saat pingsan, Rumana kembali memasuki alam misterius yang gelap dan menyeramkan. Ia merasa tubuhnya terkunci. Tidak bisa bergerak maupun berbicara. Ketakutan menyelimuti dirinya ketika melihat sosok wanita berpakaian hitam dengan rambut menutupi wajah muncul di hadapannya.

Makhluk itu adalah sosok yang pernah ia lihat membawa kedua putrinya.

"Pulanglah! Anakmu tidak di sini lagi," ujar makhluk itu dengan suara menggelegar.

Rumana yang akhirnya bisa bergerak langsung berteriak.

"Di mana anak-anakku? Kembalikan mereka padaku!"

Makhluk itu tertawa menyeramkan.

"Aku sudah mengantarkan nyawa mereka ke tempat yang seharusnya. Jika kau ingin tahu ke mana sukma kedua anakmu pergi, ikutilah kata hatimu dan temukan jawabannya."

Setelah berkata demikian, sosok itu menghilang meninggalkan suara tawa yang mengerikan.

Sementara itu di dunia nyata, Gunadi terus menjaga Rumana yang belum sadar. Setelah kehilangan kedua putrinya, kini ia takut kehilangan istrinya juga.

"Rumana, sadar, Rum. Ingat Rayhan dan Bagas. Mereka masih membutuhkanmu," bisiknya sambil menangis.

Dengan tubuh istrinya yang semakin dingin dan pucat di pelukannya, Gunadi hanya bisa berharap Rumana segera kembali sadar. Namun ia tidak tahu bahwa istrinya sedang berada di ambang sebuah misteri besar yang berkaitan dengan kematian kedua putri mereka dan sosok wanita misterius yang mengendalikan semua kejadian dari balik bayang-bayang.

6/24 Diedit ke

... Baca selengkapnyaCerita Dendam dari Masa Lalu ini menghadirkan sebuah tragedi yang sangat menyentuh hati, sekaligus menyisakan misteri yang membekas. Dari pengalaman pribadi saya membaca kisah-kisah serupa, kondisi seperti yang dialami Rumana bukan hanya soal kehilangan, tetapi juga bagaimana trauma dan ketegangan keluarga bisa memperburuk suasana duka. Berbicara tentang salat jenazah, memang menjadi kewajiban umat Islam sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk mendoakan arwah agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Menolak pelaksanaan salat jenazah atas alasan tertentu, apalagi dengan ancaman, tentu menimbulkan konflik batin yang dalam, seperti yang terjadi dengan Rumana dan Rasmadi. Konflik seperti ini sering kali terjadi pada keluarga yang berduka, apalagi jika ada perbedaan pemahaman agama atau kepentingan keluarga yang bertentangan. Pemakaman dalam satu liang lahat untuk dua jenazah juga merupakan hal yang jarang dan menimbulkan tanda tanya, terutama jika tidak ada penjelasan yang jelas bagi keluarga. Pengalaman saya saat menghadiri pemakaman yang melibatkan banyak pihak menunjukkan bahwa saling pengertian dan empati antara keluarga sangat diperlukan supaya proses pemakaman berjalan lancar tanpa ketegangan. Sosok wanita berpakaian hitam dengan rambut yang menutupi wajah dalam kisah ini menimbulkan unsur misteri yang makin menambah ketegangan narasi. Fenomena seperti ini sering muncul dalam cerita-cerita horor atau mistis di budaya kita yang kaya akan kepercayaan lokal dan cerita rakyat. Biasanya, sosok tersebut melambangkan penunggu atau penjaga alam gaib yang berhubungan dengan roh orang meninggal. Kehadiran karakter seperti Ustaz Samsul juga menambah dimensi spiritual dan pengetahuan agama yang sering menjadi sumber ketenangan dan pedoman dalam situasi sulit. Seperti yang saya alami ketika menghadapi kehilangan, mendapatkan dukungan dari tokoh agama mampu membantu menerima kenyataan pahit dan mempersiapkan diri untuk melanjutkan hidup. Dari kisah ini, pembaca juga bisa belajar mengenai arti penting menghormati proses keagamaan dan adat pemakaman, serta bagaimana trauma kehilangan harus ditangani dengan baik agar tidak menimbulkan luka batin yang berkepanjangan. Mendengar dan merasakan bagaimana Rumana mengalami pergulatan antara duka, amarah, dan harapan juga menjadi pelajaran berharga tentang kekuatan jiwa manusia dalam menghadapi cobaan terberat. Saya berharap kisah ini menginspirasi semua yang membacanya untuk selalu menjaga tali silaturahmi keluarga, mengedepankan empati, dan tetap memegang teguh nilai-nilai agama dalam menghadapi masa-masa sulit kehidupan.

Posting terkait

Gambar ini menampilkan teks motivasi dalam bahasa Indonesia yang menyerukan untuk tidak membalas dendam, melainkan fokus membangun masa depan yang lebih baik dengan hati tenang dan damai, percaya pada pertolongan Tuhan. Terdapat watermark Lemon8 di pojok kiri bawah.
Masa Lalu biarlah berlalu
MARHEL

MARHEL

1 suka

Ilustrasi dua wanita berhijab dengan kutipan "Dendam itu seperti minum racun, tapi berharap orang lain yang mati." menggambarkan bahaya dendam.
Ilustrasi dua wanita berhijab dengan tanda tanya, disertai dalil Al-Qur'an (QS. Fussilat: 34) yang menganjurkan membalas keburukan dengan kebaikan.
Ilustrasi dua wanita berhijab berpelukan, dengan kutipan Hadist tentang kekuatan menahan amarah, menunjukkan dendam lahir dari amarah tak terkendali.
Dendam? Racun Mematikan!
“Memaafkan bukan berarti kalah. Justru itu tanda jiwa besar.” Self-check: “Hari ini siapa yang perlu aku maafkan agar hatiku lega?” 💬 Comment: “LEGA” kalau siap buang dendam. #LifeBingo #CurcolanHati #ViralTerbaru
keffahislam ་۪ ✿◞

keffahislam ་۪ ✿◞

2 suka

Obati Luka Masa Kecilku (Inner Child)
Hai teman2 Lemonade 🥰 Inner Child adalah sifat kekanak-kanakan yang dimiliki pada diri seseorang. Inner Child merupakan pengalaman masa lalu yang tidak atau belum mendapatkan penyelesaian dengan baik. Orang dewasa bisa memiliki berbagai macam kondisi inner Child yang dihasilkan oleh pengalaman
LaitinaAurora

LaitinaAurora

4 suka

Seorang wanita berhijab mengenakan toga dan kebaya duduk di meja perpustakaan, menulis. Teks di atasnya berbunyi: "IRT Dikatain 'Nggak Bakal Lulus' Ini Caraku Ngebales Tanpa Drama", menggambarkan kisah inspiratifnya.
Wanita berhijab mengenakan kebaya dan selempang wisuda berdiri di lorong perpustakaan. Teks di atasnya menceritakan bagaimana ia pernah diremehkan dan dianggap tidak punya masa depan karena gap year.
Wanita berhijab mengenakan kebaya dan selempang wisuda berdiri di lorong perpustakaan. Teks di atasnya menjelaskan ia berhasil kuliah di PTN dan menikmati proses belajar online meskipun pernah diremehkan.
Caraku Bales Dendam Tanpa Marah
Aku pernah gap year, pernah diejek, pernah dianggap nggak mungkin bisa tamat sekolah. Tapi pelan-pelan aku bangun lagi, aku selesaikan sekolahku, sambil mulai usaha kecil, sambil belajar bangun mental. Sampai akhirnya aku berani daftar kuliah di salah satu PTN dan bisa wisuda juga setelah 7 semest
El's

El's

3 suka

Bantu aku memaafkan masa lalu…
“Bye my dark past” Senyum hari ini bukan berarti hidupku selalu mudah. Aku hanya belajar berdamai, memaafkan, dan melangkah pelan-pelan. Lirik & Melodi: Vanilla Leorie Music & Vokal: Suno AI
Vanilla Leorie

Vanilla Leorie

0 suka

Lilin menyala di latar belakang gelap dengan teks "Untuk Diriku Di Masa Lalu : Aku Tahu Kau Terluka", mencerminkan tema surat kepada diri sendiri yang terluka.
Seseorang dengan rambut dikepang duduk menunduk, dengan teks "Surat untuk Diriku di Masa Lalu - Jangan Takut, Semua Akan Baik-Baik Saja" dan pesan tentang kekuatan diri.
Tangan seseorang yang tergenggam erat dalam nuansa hitam putih, disertai pesan "Jangan menyerah. Kamu akan tumbuh menjadi seseorang yang lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih berani."
KENANGAN MASA LALU : AKU TERLUKA DAN REMUK
Surat untuk Diriku di Masa Lalu Untuk diriku yang dulu… Aku tahu kamu membaca ini dengan hati yang hancur. Aku tahu kamu tidak percaya bahwa suatu hari kamu bisa bertahan, bahwa kamu bisa melewati semuanya. Aku tahu betapa beratnya langkah-langkah yang kamu ambil setiap hari, bahkan untuk sek
MELDS

MELDS

25 suka

Seorang wanita berhijab tersenyum di latar belakang matahari terbenam di atas air, dengan teks "Dari Luka ke Makna Perjalanan hidup yang diam-diam menguatkanku!" yang mencerminkan perjalanan penyembuhan dan kekuatan.
Wanita berhijab yang sama tersenyum di tepi air saat matahari terbenam, dengan teks "Aku tidak datang dari keluarga yang utuh Tapi aku sedang berusaha sembuh dan membangun Rumah yang hangat." yang menggambarkan harapannya.
Dua wanita berpelukan di tepi pantai dengan perahu dan bukit di latar belakang, disertai teks tentang masa kecil yang rumit dan bagaimana luka berubah menjadi penghargaan akan kasih sayang.
Berdamai dengan masa lalu
Dulu aku tumbuh dari keluarga yang retak. Ada banyak cerita yang nggak pernah selesai. Ada sisi kecil dalam diriku yang lama merasa nggak aman. Tapi hidup ternyata bisa berubah. Pelan-pelan, makna luka itu ikut berubah. Bukan lagi membuatku pahit, justru membuatku lebih peka, lebih lembut, da
fianaraaa_

fianaraaa_

0 suka

Balas dendam dan belajar sembuh
Kadang terbaik itu bukan balas dendam, tapi malah mendoakan dan memaafkan. Lalu belajar sembuh sendiri, jangan ikut mereka yang menyakiti. @TikTok. #quotes #motivasi #nasehatdiri #selfreminder #fyp
Budi 's

Budi 's

1 suka

Gambar menampilkan kutipan berbahasa Mandarin yang diterjemahkan menjadi: "Orang cerdas pantang balas dendam. Kalau disakiti, mereka milih langsung putar balik dan pergi." Di bawahnya, seorang pria berkaus merah dengan earbud terlihat berpikir.
Gambar menampilkan kutipan berbahasa Mandarin yang diterjemahkan menjadi: "Milih pergi itu bukan tanda kamu pengecut, tapi karena emang buang waktu debat sama orang beda level." Di bawahnya, seorang pria berkaus merah dengan earbud terlihat berpikir.
Gambar menampilkan kutipan berbahasa Mandarin yang diterjemahkan menjadi: "Berani ninggalin circle toxic itu butuh nyali yang jauh lebih besar daripada sekadar debat adu mulut." Di bawahnya, seorang pria berkaus merah dengan earbud terlihat berpikir.
🛡 Mentalitas Master: Kenapa Balas Dendam Terbaik Adalah Diam dan Pergi?
🛡 Mentalitas Master: Kenapa Balas Dendam Terbaik Adalah Diam dan Pergi? 🧠 Kecerdasan Emosional: Berhenti Berdebat dengan Mereka yang Beda Level "Orang cerdas itu nggak pernah balas dendam. Mereka cuma balik badan, lalu pergi." Kebijaksanaan tertinggi bukan tentang memenangkan argumen, tapi
Godspeed Ahau

Godspeed Ahau

5 suka

Seorang wanita dan pria berseragam militer terlihat dalam pantulan cermin. Teks di gambar menggambarkan permintaan untuk menggantikan istri dalam kegiatan batalyon karena kemiripan wajah, serta ambisi wanita untuk menggantikan istri sah.
AKAR DENDAM PART 6
“Aku bawa si Virna ke howtel sebelah. Lumayan, deket. Gak capek di jalan.” Ferham hanya mengangguk kecil. Tak ada niat menghakimi, tetapi juga tak ingin ikut. “Kau ikut gak? Bisa pesen kamyar sebelah. Banyak yang available.” “Aku pulang aja, Di. Besok ada kerjaan numpuk.” “Halah, kamu k
Buku Tentara Polisi

Buku Tentara Polisi

39 suka

berdamailah dengan masa lalu
sejatinya hati berjiwa besar itu ialah yakin bahwa yg menjadi takdirmu takan melewatkanmu Dan apa yg melewatkanmu takan menjadi takdirmu,, meski rasa itu tetap tertinggal,, Dan akan selalu menjadi bagian cerita yg tak pernah bisa terhapuskan,,Dan menyadari bahwa apapun kisah hidup seseorang adalah
Joa LaNzani

Joa LaNzani

1 suka

Gambar sampul tentang Past Continuous, menunjukkan jam digital 02:45 AM dan seorang anak laki-laki sedang membaca buku, dengan judul "Lagi" Melakukan Sesuatu di Masa Lalu.
Teks bertanya apakah pengguna pernah menggunakan kalimat Past Continuous seperti "Kemarin jam 7 malam, aku lagi makan malam," atau "Saat kamu telepon, mereka lagi belajar," dengan ilustrasi wombat membaca buku.
Penjelasan tentang Past Continuous, yaitu tense untuk aksi yang sedang berlangsung di masa lalu, dengan fokus pada proses atau durasi, dan rumus was/were + verb-ing. Ilustrasi seorang pria bingung membaca buku.
JANGAN BINGUNG! INI CARA PAKE "LAGI" DI MASA LALU
Pernah bingung mau cerita ke teman, kemarin aku lagi apa ya? 🤯 Waktunya bongkar tuntas Past Continuous! Aku bahas aturan utamanya: kapan pakai was atau were dan kapan pakai verb-ing. Dijamin langsung pede saat cerita tentang masa lalu! ✨ Geser dan ikuti penjelasannya dari awal sampai akhir ya. L
Engspire_ID

Engspire_ID

1 suka

Gambar ini adalah postingan Lemon8 yang menjelaskan mengapa Nami terobsesi pada uang, bukan karena matre, melainkan untuk melindungi desanya. Teks menyoroti 8 tahun pengorbanan dan makna tato Nami sebagai simbol kebebasan.
Nami dengan rambut oranye pendek dan atasan putih-biru, menatap lurus dengan ekspresi netral. Ini menunjukkan sisi Nami yang tenang dan fokus.
Nami dengan rambut oranye terikat dan kimono biru, menunjukkan ekspresi sedih atau khawatir. Ini mencerminkan masa lalu Nami yang penuh penderitaan dan beban.
Bukan Sekadar Matre! 🍊 Rahasia Masa Lalu Nami
Siapa yang sangka di balik hobi Nami mengoleksi Belly (uang), tersimpan luka yang sangat dalam? 🥺💔 Banyak yang menganggap Nami itu licik atau pelit, padahal setiap koin yang dia kumpulkan punya cerita pengorbanan: ✨ Masa Kecil yang "Dicuri" Nami harus kehilangan Belle-mere dan rela beker
SHORTANIMEKITA

SHORTANIMEKITA

0 suka

Seorang wanita berhijab tersenyum di tengah salju, mengenakan mantel hitam dan syal krem. Teks di atasnya berbunyi 'kisahku & cara aku berdamai sama masa lalu' dan 'wanita40 +', dengan petunjuk 'SWIPE'.
Teks berjudul 'KISAH MASA LALUKU' menjelaskan trauma hubungan masa lalu dan bagaimana olahraga basket membantunya bertemu teman baru yang menginspirasi untuk terus maju. Ada petunjuk 'Swipe'.
Teks melanjutkan kisah tentang menerima masa lalu, menemukan kedamaian, dan bertemu seorang pria bernama Restoe saat bermain basket. Mereka berbagi cerita dan menemukan kebahagiaan, membantunya berdamai dengan masa lalu. Ada petunjuk 'Swipe'.
cara aku berdamai sama masa lalu
#KeseharianKu #HariTraumaSedunia #WajibTau #YayOrNay #JujurAja @Lemon8🍋 @Lemon8_ID @keseharian ku @Masa_Lalu
ita arta

ita arta

17 suka

Upgrade Diri dari Masa Lalu ✨
Kadang kita itu terjebak mikirin masa lalu, padahal kuncinya ada di hari ini loh 🥺 Upgrade diri itu bukan berarti melupakan masa lalu yah, tapi gimana caranya kita bisa menjadikannya bahan bakar untuk tumbuh 🌱 💡 Cara upgrade diri: 1. Berdamai dengan masa lalu, jangan disesali berlarut-larut.
kirei.yasmin ❀

kirei.yasmin ❀

7 suka

Lihat lainnya