ya, hari ini bahkan gk hanya ngelewati batas kalori defisit harianku, sudah diatas kalori maintenance. wow, jadi ges sedikit cerita ya. hari ini moodku tu sedang berantakan di akhir" hari, udah usaha aku biar gk lari ke makanan biar gk keseringan mencari alternatif tercepat. tapi gk bisa yang ada malah uring" an. yaudah, nambahlah makan besarku, kek dulu. habis itu lumayan tu, agak terkontrol. eh ternyata, sisanya kebawa ke malam, dan hampir menjadi". jadi drpd muntab berlarut" dan merusak jadwalku besok, belilah aku sempol, abis aku 10 biji. baru dah puas, kenyang kali lah aku.
menurutku ini sih gpp ya, karena yang namanya mencoba mengubah pola makan menjadi lebih baik, mengubah pola hidup biar lebih banyak bergerak, namanya proses, ada aja yang perlu dihadapi. yah, that's all today. bye, jumpa besok lagi...
6/22 Diedit ke
... Baca selengkapnyaMengelola pola makan dan kalori sehari-hari saat menjalani diet defisit memang penuh tantangan, terutama ketika emosi dan mood ikut berperan. Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa melewati batas kalori maintenance sesekali bukanlah kegagalan, melainkan bagian dari proses adaptasi tubuh dan psikologis kita.
Kalori maintenance adalah kebutuhan energi harian agar berat badan tetap stabil. Saat diet, kita biasanya berusaha berada di bawah angka ini, yakni defisit kalori, untuk menurunkan berat badan. Namun, jika mood sedang buruk atau stres tinggi, hasrat untuk makan bisa meningkat, dan kadang saya pun mengalami hal serupa seperti penulis yang akhirnya makan lebih banyak dari rencana, termasuk cemilan seperti sempol.
Yang penting adalah bagaimana kita menyikapi kejadian tersebut dengan bijak, tidak berpikir negatif atau menyerah pada diri sendiri. Menurut saya, proses perubahan pola hidup yang berkelanjutan melibatkan pemahaman bahwa tidak ada yang sempurna setiap hari. Justru, fleksibilitas ini membantu menjaga motivasi dan kesehatan mental.
Selain itu, mengontrol asupan kalori secara ketat bisa jadi kontraproduktif bila menimbulkan stres berlebihan. Alternatif seperti mencari camilan yang lebih sehat, atau aktivitas fisik tambahan, bisa jadi solusi. Pengalaman pribadi saya menunjukkan bahwa kadang kita butuh memberi ruang untuk menikmati makanan favorit, lalu kembali ke rutinitas sehat esok harinya.
Oleh sebab itu, penting untuk terus mengevaluasi target kalori, menyesuaikan kebutuhan tubuh, dan selalu mengingat bahwa perjalanan menuju pola hidup sehat adalah marathon, bukan sprint. Stay positive, keep trying, dan jangan lupa untuk mendengarkan sinyal tubuh. Semoga cerita ini memberikan semangat dan inspirasi bagi yang sedang berjuang menjaga pola makan dan mood sehari-hari.