... Baca selengkapnyaKalau ngomongin sikap suami yang dibenci istri, sebenarnya bukan cuma soal hal besar seperti selingkuh atau kasar secara fisik. Hal-hal "kecil" yang sering diulang juga bisa jadi luka yang mengendap lama. Dari pengalamanku dan curhatan teman-teman, beberapa sikap ini pelan-pelan bikin hati istri menjauh.
Pertama, suami yang selalu merasa benar. Setiap istri mencoba menyampaikan perasaan atau keberatan, langsung dipotong, dibantah, bahkan disepelekan. Lama-lama istri capek bicara, memilih diam, tapi di dalam hati penuh kecewa. Padahal istri cuma ingin didengarkan, bukan selalu disalahkan.
Kedua, suami yang tidak pernah meminta maaf. Berbuat salah, membentak, berkata kasar, tapi seolah semua wajar. Paling banter cuma pura-pura biasa lagi tanpa ada ucapan maaf. Buat sebagian orang mungkin terasa sepele, tapi buat istri, kalimat "maaf" itu bentuk penghargaan dan pengakuan bahwa dia sudah disakiti.
Ketiga, sikap cuek dan dingin. Ilustrasi ini menggambarkan berbagai sikap suami yang menyakiti istri: membentak, cuek, menghina, selingkuh, dan kasar. Di kehidupan nyata, bentuk cuek itu bisa macam-macam: pulang kerja langsung main HP, tidak tanya kabar istri, tidak peduli istri lelah atau sakit, sampai tidak pernah mengajak ngobrol dari hati ke hati. Istri akhirnya merasa seperti orang asing di rumahnya sendiri.
Keempat, merendahkan istri di depan orang lain. Kadang bukan hinaan langsung, tapi sindiran: memasalahkan fisik istri, cara masak, pekerjaan rumah, bahkan penghasilan kalau istri tidak bekerja. Dipermalukan di depan keluarga atau teman itu rasanya sangat menyesakkan.
Kelima, pelit perhatian dan materi. Bukan berarti istri matre, tapi kalau untuk hobi sendiri suami rela keluar uang, sementara kebutuhan istri dan rumah tangga selalu dipersoalkan, rasanya tidak adil. Apalagi kalau suami pelit kata-kata sayang, pelit pujian, pelit ucapan terima kasih.
Buat para istri yang sedang mengalaminya: kamu tidak berlebihan. Kamu memang sedang disakiti, meskipun tidak ada luka yang terlihat oleh mata. Kamu berhak didengar, dihargai, dan dicintai dengan cara yang sehat.
Buat yang mungkin masih bingung harus bagaimana, kamu bisa mulai dengan menamai dulu perasaanmu: sedih, marah, kecewa, takut. Setelah itu, kalau aman, coba komunikasikan pelan-pelan ke pasangan. Kalau situasi sudah tidak aman atau mengarah ke KDRT, jangan ragu cari bantuan: keluarga yang kamu percaya, lembaga konsultasi, atau layanan profesional.
Pernikahan seharusnya jadi tempat pulang yang hangat, bukan sumber ketakutan. Kalau kamu pernah mengalami sikap suami yang dibenci istri seperti ini, boleh banget cerita di kolom komentar. Siapa tahu ada yang sedang mengalami hal serupa dan merasa sedikit lebih kuat karena tahu dia tidak sendirian.