Rekomendasi Novel

Kejang Dian hanyalah awal. Yang datang setelah itu jauh lebih menakutkan: seorang pria yang tidak mengenal kata “tidak”.

#lemon8indonesia #promosinovel #novelah #wanitakuat #bacabuku

✨✨✨

Penggalan Bab 4

“Kejang! Ini step!” seru Bu Sumi, kepanikan di matanya berganti dengan ketegasan. “Jangan dimasukkan apa-apa ke mulutnya! Miringkan badannya!”

Lestari menurut dengan linglung, otaknya kosong. Dunia serasa runtuh. Setelah diusir, kelaparan, dan dihina di jalanan, sekarang ia harus melihat anaknya sekarat di depan matanya.

“Tidak ada waktu!” Bu Sumi berlari keluar, meraih gagang telepon tua di meja kasir. Jarinya yang gemuk bergetar saat menekan serangkaian nomor. “Halo? Halo, Pak Tora? Maaf sekali mengganggu malam-malam begini, Pak. Ini Sumi, dari warung.”

Hening sejenak. Bu Sumi melirik ke belakang, ke arah gudang di mana rintihan Lestari terdengar memilukan.

“Gawat, Pak. Ada anak kecil sakit parah di sini. Kejang. Demamnya tinggi sekali. Ibunya… ibunya tidak punya apa-apa, Pak. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi. Bawa ke puskesmas juga butuh waktu…”

Suara di seberang terdengar tenang dan dalam, memotong kepanikan Bu Sumi.

“Alamatmu di mana?”

Lima belas menit kemudian, sebuah sedan hitam legam yang tampak asing di gang sempit itu berhenti tepat di depan warung.

Lampunya menyorot tajam, membelah kegelapan malam. Seorang pria tinggi tegap keluar dari balik kemudi. Wajahnya keras, dipahat oleh sesuatu yang lebih dingin dari angin malam. Tora Wijaya.

Ia tidak membuang waktu. “Di mana anaknya?”

“Di belakang, Pak,” kata Bu Sumi, tergopoh-gopoh menunjuk jalan.

Tora masuk ke gudang pengap itu. Matanya langsung tertuju pada Dian yang kini terkulai lemas dalam pelukan Lestari. Kejangnya sudah berhenti, menyisakan tubuh kecil yang ringkih dengan napas tersengal-sengal.

“Kita ke rumah sakit di kota. Lebih lengkap peralatannya,” kata Tora, suaranya adalah perintah.

“Tapi, Pak… saya…” Lestari menatapnya dengan putus asa, “Saya tidak punya uang.”

“Aku tidak bertanya kau punya uang atau tidak,” balas Tora, nadanya datar, menggemakan kata-kata Bu Sumi beberapa jam lalu, tapi tanpa kehangatan sedikit pun.

“Sekarang, bawa anakmu. Cepat.”

Tanpa menunggu jawaban, Tora berbalik. Lestari, didorong oleh insting, segera membungkus Dian dengan selimut tipis dan mengikutinya. Ransel lusuh ia sampirkan di bahu.

Udara di dalam mobil terasa dingin dan wangi, aroma kopi dan kulit mahal yang membuat Lestari merasa semakin kotor dan tidak pantas.

Perjalanan itu terasa seperti mimpi buruk yang hening. Hanya deru mesin mobil dan napas Dian yang memburu.

Tora tidak bicara sama sekali. Ia hanya fokus menyetir, membelah jalanan malam dengan kecepatan tinggi. Lestari memeluk Dian di kursi belakang, berdoa tanpa henti.

Setelah penanganan darurat di rumah sakit, dokter mengatakan Dian mengalami kejang demam akibat infeksi.

Ia butuh perawatan intensif dan istirahat total. Semua biaya telah dilunasi oleh Tora sebelum Lestari sempat bertanya.

Saat fajar menyingsing, Tora mengantarnya bukan kembali ke warung Bu Sumi, melainkan ke arah perbukitan. Jalanan menanjak, diapit oleh hamparan hijau yang tak berujung. Udara menjadi lebih sejuk, bersih.

“Kita mau ke mana, Pak?” tanya Lestari pelan.

“Ke rumahku.”

✨✨✨

📖 Baca kisah lengkapnya hanya di Novelah

Judul : Luka Yang Berbunga

By. Dakuromansu

Titik Nol Kilometer Yogyakarta
2025/12/7 Diedit ke

... Baca selengkapnyaCerita novel "Luka Yang Berbunga" ini menggambarkan momen kritis dan penuh haru saat Lestari menghadapi kejang demam pada anaknya, Dian. Kejadian ini menjadi titik awal dari perubahan besar dalam hidup mereka, terutama setelah seorang pria bernama Tora Wijaya muncul sebagai penyelamat yang tak terduga. Dalam pengalaman nyata, kejang demam pada anak memang dapat membuat orang tua merasa panik dan tidak berdaya, sama seperti yang dialami Lestari. Infeksi yang menjadi penyebab kejang memerlukan penanganan medis cepat dan serius. Novel ini menggambarkan dengan detail bagaimana tindakan cepat dari Bu Sumi dan sikap tegas Tora sangat penting untuk menyelamatkan Dian. Ini memberikan pesan kuat tentang pentingnya kesigapan dalam menghadapi keadaan darurat medis. Selain itu, kisah ini juga mengangkat sisi kemanusiaan dan solidaritas yang kuat. Tora yang datang tanpa pamrih dan menolong Lestari meskipun ia tidak memiliki uang, menunjukkan bahwa terkadang pertolongan datang dari sumber yang tidak terduga dan mengajarkan nilai saling membantu antar sesama. Perahuangan Lestari yang terus berusaha meskipun telah diusir, kelaparan, dan dihina, juga memberi inspirasi tentang ketangguhan seorang ibu yang tak pernah menyerah demi anaknya. Penempatan akhir di rumah Tora yang tersembunyi di perbukitan menghadirkan suasana misterius dan sekaligus nyaman, menggambarkan harapan baru setelah masa-masa sulit. Bagi pembaca yang mencari novel dengan tema wanita kuat, ketegaran menghadapi kesulitan hidup, dan kisah haru keluarga, "Luka Yang Berbunga" bisa menjadi pilihan terbaik. Novel ini tidak hanya menceritakan drama medis dan keluarga, tetapi juga soal bagaimana kehadiran seseorang yang "tidak mengenal kata tidak" menjadi penyelamat dalam situasi genting. Bergabunglah dalam komunitas pembaca di Novelah dan dapatkan pengalaman membaca yang mengena serta penuh makna. Kisah asli ini dapat membuka wawasan tentang pentingnya kasih sayang, solidaritas, dan keberanian menghadapi kesulitan, sangat direkomendasikan bagi pecinta novel bertema keluarga dan sosial yang inspiratif.

Posting terkait

Rekomendasi novel tamat
Novel ini karyawan pertama aku dalam menulis online.. Boleh dikata proyek gagal,tapi ini untuk pembelajaran aku ke depannya. Kita nggak akan tahu hasilnya,kalau tidak pernah mencoba. Proses perjalanan meraih impian itu nggak selamanya mudah dan sesuai harapan hasilnya. Tapi saat semua kesulitan
Dunia Buna 2

Dunia Buna 2

1 suka

Ilustrasi seorang pria menunjuk dengan marah ke arah seorang wanita dan anak kecil yang duduk di sofa. Wanita dan anak itu tampak sedih. Terdapat logo Goodnovel dan teks "Diusir Seperti Sampah...Lestari Akan Membuatnya Menyesal Seumur Hidup".
Rekomendasi Baca Buku Novel
“Kalian cuma beban. Aku bisa mulai hidup baru tanpa kalian.” Lestari menunduk, menelan luka itu, sambil berkata dalam hati: “Baik. Anggap saja kami beban. Tapi ingat, ketika kamu sadar siapa yang benar-benar pernah berdiri di sampingmu, saat itu sudah terlambat.” ✨✨✨ Bab: 1b Pria yang
Pakyang

Pakyang

1 suka

Sebuah buku terbuka dengan teks yang disorot stabilo kuning, dihiasi pembatas buku berbentuk kucing pink bertuliskan 'TEKA TEKI SHAKA' dan dua pulpen.
Sebuah tangan memegang buku 'TEKA TEKI SHAKA' dengan sampul pink bergambar ilustrasi beragam, di latar belakang rak buku toko.
Sebuah tangan memegang buku 'TEKA TEKI SHAKA' dengan sampul pink, di latar belakang rak buku. Terdapat teks overlay rekomendasi buku pink.
Rekomendasi Novel
Siapa yang suka ngoleksi buku buku pink gemash kek ginii? Kuyy lengkapi koleksimu dengan buku-buku rekomendasi dari minje💖💕 #acceptwithadaptive #books #jendelatokobuku #tokobukuklaten #buku
jendelabook

jendelabook

1 suka

Gambar ilustrasi seorang wanita berambut gelap memeluk seorang anak kecil dengan latar belakang mobil mewah dan bangunan megah. Logo 'N' terlihat di pojok kiri atas. Terdapat teks overlay: 'Lestari pikir ia menemukan penyelamat. Namun kenyataan di balik vila itu?'.
Rekomendasi Baca Buku Novel
Anaknya selamat. Ia mendapat tempat tinggal. Namun aturan yang harus ia patuhi membuat darahnya membeku… #lemon8indonesia #promosinovel #novelah #wanitakuat #bacabuku ✨✨✨ Bab 4b Tak lama kemudian, mobil itu melambat di depan sebuah gerbang besi tempa raksasa yang menjulang t
Pakyang

Pakyang

1 suka

Rekomendasi Novel Wattpad
Wanita ini mencoba mengakhiri hidup setelah di lecehkan oleh pria berwajah monster. #rekomendasinovel #rekomendasinovelwattpad #WattpadRecomend
Larasati | Penulis Online

Larasati | Penulis Online

1 suka

Lihat lainnya