Akhirnya🥹
Bukan tentang lamanya aku menunggu atau berapa kali gagal yang sudah ku lewati.
Tapi tentang proses mendapatkannya harus melewati perkataan yang lebih tajam dari pisau, dan remehan dari orang orang yang hanya mampu berkomentar tanpa tau posisi dan keadaan ku.
Kejam rasanya aku berkata bahwa kehadiran mu menjadi balas dendam ku untuk perkataan dan remehan itu. Tetapi, ada atau tidak perkataan dan remehan itu aku selalu bersyukur akan diriku dan kehadiran mu.
Semoga kamu sehat selalu didalam sana, aku akan terus perjuangkan mu sampai kita bisa bertemu nanti.



















































