Mama lelah ketika mengingatkan anak tapi tidak didengarkan? 😞
Ternyata ada metode pengasuhan yang mengajak orangtua untuk sedikit melepas kendali. Metode ini membiarkan anak belajar dari konsekuensi alami tindakannya sendiri, tapi tetap dengan kehangatan dan dukungan orangtua. 💟
Baca selengkapnya di popmama.com.
Sebagai seorang orangtua, saya paham betul bagaimana perasaan lelah saat harus terus-menerus mengingatkan anak, tapi seringkali tidak didengarkan. Dari pengalaman saya sendiri, metode FAFO Parenting sangat membantu untuk mengurangi stres tersebut. Dengan membiarkan anak merasakan konsekuensi dari tindakannya, misalnya ketika lupa membawa bekal sekolah atau enggan merapikan kamar, anak menjadi lebih cepat memahami pentingnya tanggung jawab. Namun, yang penting adalah menerapkan FAFO Parenting dengan batasan yang jelas. Saya selalu memastikan konsekuensi yang diberikan hanya untuk hal-hal ringan dan tidak membahayakan, seperti yang disarankan oleh psikolog. Selain itu, metode ini tidak berarti membiarkan anak tanpa bimbingan, melainkan tetap memberikan kehangatan dan dukungan agar anak merasa didukung dalam proses belajar mereka. Yang juga krusial adalah sikap orangtua ketika memberi konsekuensi. Hindari nada sinis atau menyalahkan, seperti "Kan sudah Mama bilang!" karena ini bisa membuat anak merasa dipermalukan dan malah menurunkan rasa percaya diri mereka. Sebaliknya, saya mencoba mengajak anak berdiskusi tentang pilihan yang mereka buat, sehingga mereka dapat memahami dampaknya secara lebih matang. Melalui pengalaman menerapkan FAFO Parenting ini, saya melihat anak jadi lebih mandiri dalam mengambil keputusan dan lebih peka terhadap tanggung jawab pribadi. Saya merekomendasikan metode ini kepada para orangtua yang ingin mengurangi konflik sehari-hari dengan anak, sambil tetap menjaga hubungan yang hangat dan penuh pengertian.
























































