IRT Please Bahaya Gak Sih KECANDUAN Ini ❓
Haiii Lemonade Assalamu'alaikum 💛🍋
Setelah aku baca² ternyata sering menghirup kapur barus tuh bisa menyebabkan iritasi saluran napas, mual, muntah, nyeri perut, kebingungan, diare, berkeringat, demam, dan detak jantung meningkat. Bahkan lebih parah nya bisa menyebabkan resiko gagal ginjal, gangguan hati, katarak, hingga keganasan / memicu kanker. Serem banget kan ?
Saudara ku beneran bingung gimana caranya bikin anak nya stop hirup kapur barus ini. Sudah dilarang tapi anak nya masih suka nyumput², kadang taro di kotak pensil, taro di wadah snack, dll.
Please IRT, kalian ada saran kah ❓
#LifeBingo #BerjuangCantik #CurcolanIRT #RealitaDiRumah #KreatorIndonesia
Kalau jujur, dulu aku juga kira kapur barus itu cuma buat ngusir bau dan serangga di lemari. Tapi setelah baca-baca tentang bahaya kapur barus bagi manusia, terutama kalau sering dihirup atau sampai anak makan kapur barus, aku jadi jauh lebih waspada. Dari beberapa artikel kesehatan dan info yang sering dikutip (termasuk dari Alodok), menghirup kamper apakah bahaya? Jawabannya: iya, apalagi kalau rutin dan jarak dekat. Efek menghirup kapur barus bisa bikin pusing, mual, iritasi saluran napas, sampai gejala keracunan kapur barus seperti muntah, diare, tubuh lemas, bahkan kejang pada kasus berat. Ini karena senyawa di kapur barus bisa berpengaruh ke saraf dan organ dalam kalau masuk terlalu banyak. Buat yang anaknya suka pegang atau iseng sampai anak makan kapur barus, ini sudah masuk kategori gawat darurat. Kalau kejadian, biasanya saran dokter: 1. Jangan dipaksa muntah sendiri di rumah. 2. Segera beri minum air putih (kalau anak masih sadar dan bisa menelan). 3. Cepat bawa ke IGD dan bilang jelas bahwa anak menelan kapur barus. Soal pertanyaan “manfaat menghirup kapur barus”, sejauh yang aku cari, nggak ada manfaat kesehatan yang terbukti untuk dihirup langsung. Kapur barus dipanaskan atau diletakkan di lemari itu fungsinya lebih ke pengharum dan pengusir serangga, bukan untuk terapi pernapasan. Justru uapnya kalau berlebihan bisa bikin batuk dan pusing. Kalau sudah terlanjur anak kecanduan menghirup kapur barus seperti cerita di atas, beberapa cara yang bisa dicoba: - **Jauhkan akses total**: simpan kapur barus di tempat tinggi, terkunci, atau ganti dengan pengharum lain yang lebih aman. - **Alihkan dengan benda pengganti**: misalnya kasih anak aromaterapi yang food grade atau essential oil khusus anak (tetap harus terpantau, jangan dibiarkan main sendiri). - **Edukasi pakai bahasa sederhana**: tunjukkan gambar atau video pendek tentang bahaya kapur barus bagi manusia, jelaskan pelan-pelan bahwa ini bukan permen dan bisa bikin sakit. - **Libatkan tenaga profesional**: kalau anak sudah sampai sembunyi-sembunyi dan keliatan “nggak bisa lepas”, nggak ada salahnya konsultasi ke psikolog anak atau dokter spesialis anak. Bisa jadi ini bukan sekadar iseng, tapi ada kebutuhan sensori tertentu. Beberapa orang juga penasaran soal kapur barus dalam Al-Qur’an. Yang sering disebut itu istilah “kafur” sebagai campuran minuman di surga, dan para ustaz biasanya menjelaskan bahwa itu bukan kapur barus lemari yang kita pakai sehari-hari. Jadi jangan disamakan dan dijadikan alasan buat menghirup kapur barus versi pabrik sekarang. Intinya, kalau sudah muncul tanda-tanda gejala keracunan kapur barus atau anak terlalu sering menghirupnya, jangan ditunda untuk periksa ke fasilitas kesehatan. Lebih baik kita dibilang parno daripada menyesal belakangan. Aku sendiri setelah tahu efek kapur barus, sekarang pilih pakai pengharum lain dan simpan kapur barus jauh dari jangkauan anak-anak.


aku pas hamil anak kedua kegilaan kamper kamper ku cium cium bahkan ku gerus ku tabur tabur di kasur lama lama aku kurangi sih karena tau itu bahaya juga meskipun harus nahan nahan jiwa 😂 sekarang anak keduaku kalau bedakan suka di cicip itu bedak,,maen tanah di cicip itu tanah yg nempel di tangan kumarahi terus sampai akhirnya kebiasaannya hilang emang kudu tega demi kesehatan