Cerita ini adalah karya fiksi yang ditulis berdasarkan ide dari user dan tidak memiliki kaitan dengan tokoh, tempat, atau kejadian nyata manapun.
Setelah mendarat di gang gelap Jakarta 2035, Alexa segera menyadari satu hal: udara di sini tebal, panas, dan berbahaya. Dia refleks menutup mulut.
LiMAN: "Alexa, kondisi udara sangat buruk. Partikel polusi mencapai 900 PM. Di era ini, warga sipil harus menggunakan masker oksigen berteknologi tinggi untuk bergerak. Kita tidak punya perlengkapan itu."
Alexa melihat sekeliling. Orang-orang yang lewat—kebanyakan tampak pucat dan mengenakan pakaian tipis—semua menggunakan masker futuristik yang menutupi setengah wajah mereka, terhubung ke generator kecil di punggung. Ada gerbang sensor yang dijaga ketat di ujung gang.
"Itu pasti Air-Lock Gate," bisik Alexa, merasakan dadanya mulai sesak. "Jika kita ingin mencari Ayah, kita harus mendapatkan masker dan melewati gerbang itu. Bagaimana caranya?"
LiMAN (Robot Serigala Hologram): "Satu-satunya cara cepat adalah mencari pasar gelap di Sektor Bawah. Itu akan berisiko, tapi kita tidak punya pilihan. Energi Kotak Musik tersisa 30 jam." Alexa mengangguk, mengenakan tudung jaketnya. Mereka harus menyelinap dan berbaur dengan warga 2035 yang putus asa.#misiAyah#chibistory#LiMANSiRobotSerigala#SciFiDystopia
2025/10/25 Diedit ke
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali kepikiran setting Jakarta 2035, yang langsung muncul di kepala aku tuh: gimana kalau kota ini masih hidup dan ramai, tapi udaranya udah nggak ramah manusia lagi? Bukan kota mati, tapi kota yang dipaksa terus jalan dengan segala teknologi tambal-sulam supaya orang-orangnya tetap bisa bernapas.
Bayangin kamu jalan di pinggir jalan Sudirman versi 2035. Nggak ada lagi langit biru, yang kelihatan cuma kabut kecokelatan tebal. Gedung-gedung tinggi masih berdiri, tapi banyak jendelanya ditutup rapat, beberapa lantai bawahnya disulap jadi stasiun "Air-Lock" mini. Buat masuk, orang harus antre, discan sensor, dan pastikan masker oksigen mereka masih punya cukup daya.
Di dunia ini, masker biasa udah nggak cukup. Warga Jakarta 2035 pakai masker gas futuristik yang terhubung ke generator kecil di punggung, kayak yang Alexa lihat di gang gelap itu. Ada kelas-kelas sosial baru yang kebentuk cuma dari kualitas udara yang mereka hirup. Yang kaya punya filter udara pribadi di rumah dan mobil tertutup rapat. Yang miskin? Mereka mengandalkan pasar gelap di Sektor Bawah buat beli masker second atau tabung oksigen isi ulang yang entah aman atau tidak.
Kalau siang hari, Jakarta 2035 itu bising tapi terasa lelah. Kendaraan listrik kecil seliweran, drone patroli pemerintah terbang rendah sambil ngumumin tingkat polusi hari itu. Ada papan digital gede di beberapa titik yang terus update angka PM, dan di chapter ini aku sengaja nyebut angka 900 PM buat nunjukin betapa ekstrimnya kondisi udara di sana. Itu artinya, napas dalam-dalam tanpa perlindungan bisa jadi keputusan terakhir yang kamu ambil.
Malam hari, kota ini kelihatan lebih "hidup" tapi juga lebih gelap (secara harfiah dan suasana). Lampu neon dari bar, warung, dan kios obat ilegal bikin gang-gang sempit kayak yang Alexa datangi berpendar warna-warni. Di sinilah Sektor Bawah main peran: tempat orang-orang putus asa mencari masker oksigen murah, tabung gas, sampai modifikasi ilegal buat bikin masker mereka lebih kuat. Tempat yang sama yang harus Alexa dan LiMAN datangi demi bisa lewat AIR-LOCK GATE.
Gerbang "AIR-LOCK GATE" sendiri aku bayangin kayak kombinasi antara pos keamanan, bandara, dan ruang steril rumah sakit. Warga yang mau keluar-masuk area tertentu harus lewat ruang transisi ini, di-scan, disemprot kabut pembersih, dan dicek kualitas maskernya. Buat penduduk lokal, ini sudah jadi rutinitas. Tapi buat orang asing seperti Alexa yang datang dari waktu berbeda, suasana ini bikin napas sesak, bukan cuma karena polusinya, tapi juga tekanan mentalnya.
Yang bikin menarik buatku dari Jakarta 2035 versi cerita ini adalah kontrasnya: kota yang kita kenal sekarang masih terasa, tapi berubah pelan-pelan jadi sesuatu yang asing dan menakutkan. Ada TransJakarta yang jalurnya diubah jadi koridor tertutup, ada bekas halte yang jadi titik pengisian ulang oksigen, dan ada gang-gang lama yang berubah jadi jalur rahasia menuju pasar gelap.
Ke depan, aku pengin explore lebih banyak sudut Jakarta 2035 ini di cerita Alexa: mungkin bagaimana kehidupan di apartemen murah tanpa filter udara, sekolah-sekolah yang semua siswanya pakai masker, sampai gimana pemerintah ngejelasin kondisi ini ke warganya. Jadi kalau kamu penasaran sama dunia dystopia versi lokal, Jakarta 2035 ini memang sengaja aku bikin dekat dengan keseharian kita sekarang, cuma diputar beberapa tingkat lebih gelap dan ekstrem.