... Baca selengkapnyaKadang kalau lagi kupas pisang buat anak, kepikiran sendiri: coba ya semua masalah bisa dikupas segampang kulit pisang dikletek gitu aja. Tinggal tarik, beres, bagian dalamnya langsung kelihatan bersih. Tapi nyatanya, hidup nggak sesimpel gambar pisang yang sudah dikupas di foto-foto aesthetic itu.
Sebagai IRT 29 tahun, masalahku tuh campur aduk. Mulai dari keuangan yang harus diatur biar cukup sebulan, emosi yang naik turun gara-gara capek, sampai urusan ngurus anak yang lagi aktif-aktifnya. Di satu sisi harus sabar, di sisi lain kepala rasanya mau meledak. Kadang cuma bisa duduk sebentar di dapur sambil pegang pisang dikupas, tarik napas, terus bilang ke diri sendiri, "ayo kuat lagi".
Hal kecil kayak lihat pisang dikupas aja bisa jadi pengingat buat aku. Waktu ngelupas kulitnya pelan-pelan, aku mikir, mungkin masalah hidup juga sama. Nggak bisa diselesaikan sekaligus, tapi sedikit demi sedikit. Kita kupas satu-satu: mulai dari berani cerita ke orang terdekat, nulis unek-unek, atau kasih waktu buat diri sendiri sekadar minum teh hangat tanpa gangguan.
Ternyata, yang sering bikin berat itu bukan masalahnya doang, tapi cara kita mandang masalah. Dulu aku gampang banget ngeluh, ngerasa hidup orang lain lebih mudah. Apalagi kalau lihat konten pisang si jabrig atau foto-foto lucu pisang dikupas di sosmed, kayaknya hidup orang lain cuma isinya bercanda. Padahal di balik layar, semua orang punya beban masing-masing.
Sekarang aku lagi belajar menikmati proses, tidak cuma fokus ke capeknya. Waktu kupas pisang buat anak, aku coba syukuri: masih bisa beliin camilan, masih punya tenaga buat ngurus rumah, masih dikasih kesempatan nemenin tumbuh kembangnya. Masalah memang nggak bisa hilang instan, tapi cara kita ngadepin bisa pelan-pelan berubah.
Buat kamu yang lagi ngerasa hidup berat, coba kasih jeda sebentar. Ambil camilan favoritmu, mungkin pisang yang sudah dikupas rapi, duduk santai, dan ajak diri sendiri ngobrol. Tulis atau ucapkan, apa sih yang paling bikin sumpek. Kadang setelah dikeluarin, rasanya lebih ringan.
Kalimat di foto yang bilang "seandainya semua masalah bisa dikupas segampang pisang ini" itu beneran relate. Tapi meskipun nggak segampang itu, kita tetap bisa belajar pelan-pelan: kupas sedihnya, kupas marahnya, sampai ketemu bagian diri kita yang masih mau berjuang.
Kalau kamu punya cara sendiri buat ngadepin masalah, entah itu curhat, journaling, atau masak sambil kupas pisang, boleh banget dibagi. Siapa tahu, pengalaman sederhana kamu bisa jadi penyemangat buat orang lain yang lagi berusaha tetap kuat juga.
Iya kak andai saja ya hidup semudah itu makin kesini makin kaya kulit duren harus penuh perjuangan dulu ngupasnya