Banyak yang percaya kalau malaikat rahmat enggan masuk ke rumah yang ada gambar makhluk bernyawa. bener gak sih? 🤔
Ternyata ini bukan sekadar mitos, tapi memang disebutkan dalam hadis Nabi ﷺ:
“Sesungguhnya malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar/patung (makhluk bernyawa).” — (HR. Bukhari & Muslim)
Larangan ini muncul karena pada masa jahiliyah, gambar dan patung sering dijadikan sarana pengagungan dan penyembahan.
Maka Islam melarangnya untuk menjaga kemurnian tauhid dan menghindari perbuatan yang menyerupai penciptaan makhluk Allah.
Membuat gambar makhluk bernyawa diyakini sebagai perbuatan maksiat dan bentuk upaya menandingi ciptaan Allah,
kecuali gambar yang berasal dari benda mati seperti pepohonan, batu, atau pemandangan alam semesta, yang justru menunjukkan kebesaran-Nya. 🌾
Namun, sebagian ulama kontemporer memandang bahwa foto modern atau gambar untuk keperluan sehari-hari (seperti identitas, kenangan, atau edukasi) tidak termasuk larangan, selama tidak ada unsur pengagungan.
🌸 Kesimpulannya:
Hindari gambar yang berpotensi diagungkan, jaga niat, dan hiasi rumah dengan hal-hal yang mendatangkan ketenangan — agar rahmat Allah senantiasa hadir di dalamnya. 🤍
#JujurAja rumahmu termasuk yang banyak lukisan/ gambar bernyawa?
... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku termasuk yang parno setiap lihat dinding rumah penuh foto dan lukisan. Apalagi sering dengar kalimat, “Malaikat rahmat nggak mau masuk rumah yang ada gambar makhluk bernyawa.” Lama-lama aku cari tahu sendiri: gimana sih sebenarnya penjelasan hadits menggambar makhluk hidup dan kaitannya dengan malaikat rahmat?
Dari hadits yang sering dikutip, memang jelas disebutkan malaikat tidak masuk rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar/patung makhluk bernyawa. Ulama menjelaskan, yang ditekankan di sini itu konteks pengagungan dan penyembahan, seperti patung yang dipuja, lukisan besar yang dimuliakan berlebihan, atau gambar yang sengaja dibuat untuk menandingi ciptaan Allah.
Nah, terus gimana dengan foto keluarga di dinding, gambar di KTP, atau wallpaper bergambar hewan dan manusia? Banyak ulama kontemporer membedakan antara "taswir" (penggambaran) zaman dulu dan foto modern sekarang. Foto identitas, foto ijazah, kartu pelajar, sampai dokumentasi nikah, umumnya dibolehkan karena sifatnya kebutuhan dan bukan untuk disembah atau diagungkan.
Beberapa poin yang aku pegang supaya lebih tenang:
1. Cek niat: kalau hanya untuk kenangan, edukasi, atau keperluan administrasi, insyaAllah berbeda dengan patung yang dipuja.
2. Hindari gambar yang berlebihan: misalnya lukisan besar manusia di ruang utama yang jadi pusat perhatian, apalagi kalau sampai dikultuskan.
3. Utamakan gambar benda mati: pepohonan, pemandangan alam, kaligrafi, atau motif abstrak. Ini bikin rumah terasa adem sekaligus aman dari perdebatan fiqih.
4. Jangan jadikan gambar sebagai simbol keberkahan: misalnya percaya rumah baru harus dipasang lukisan tertentu supaya “keramat” atau “penjaga rumah”. Ini sudah masuk ranah keyakinan yang riskan.
Soal malaikat rahmat, kuncinya bukan cuma soal gambar, tapi juga suasana rumah secara keseluruhan. Rumah yang dipenuhi maksiat, musik yang mengarah ke hal haram, ucapan kotor, dan jauh dari dzikir tentu lebih berpotensi dijauhi rahmat daripada sekadar ada foto keluarga di dinding.
Tips praktis yang aku lakukan di rumah:
- Di ruang tamu, aku pilih hiasan berupa kaligrafi dan pemandangan alam, terinspirasi dari gambar dinding berwallpaper biru muda dengan bingkai yang isinya bukan makhluk bernyawa.
- Foto keluarga tetap ada, tapi ukurannya sedang dan tidak mendominasi satu dinding.
- Di kamar anak, kalau mau pasang poster, aku pilih karakter yang nggak terlalu detail wajahnya, atau dialihkan ke gambar hewan lucu dan pemandangan.
Akhirnya, menurutku yang paling penting adalah menjaga hati supaya tidak berlebihan terhadap gambar, dan terus belajar dari ulama yang kompeten. Kalau masih ragu, selalu ambil jalan yang paling aman buat diri sendiri dan keluarga. Yang kita cari kan ketenangan dan berharap malaikat rahmat betah di rumah, bukan cuma menang debat soal hukum gambar.
Lihat komentar lainnya